MAMUJU, Mekora.id – Keterbatasan fisik tidak menghalangi IPTU dr. Hemriadi untuk terus mengembangkan diri dan mengabdi melalui profesinya sebagai dokter.

Dokter yang bertugas di RS Bhayangkara TK. IV Mamuju Polda Sulawesi Barat itu dinyatakan lulus seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Emergensi Universitas Muhammadiyah Makassar.

Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan pada 31 Agustus 2026, Hemriadi akan melanjutkan pendidikan spesialis kedokteran emergensi pada tahun akademik 2026.

Kelulusan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala RS Bhayangkara TK. IV Mamuju, IPTU dr. Andi Iqbal Iskandar, Sp.FM., M.H., MARS., QHIA, bersama jajaran rumah sakit.

Bagi Hemriadi, capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya. Ia sebelumnya mengalami kebutaan pada mata kiri akibat kecelakaan.

Kondisi itu sempat membuat cita-citanya menjadi anggota Polri tertunda. Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan kedokteran hingga akhirnya menjadi dokter dan kemudian bergabung dengan Polri.

Pada 2024, Hemriadi berhasil lolos seleksi perwira Polri melalui jalur khusus Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) bagi penyandang disabilitas.

Kini, ia kembali melangkah dengan menempuh pendidikan spesialis Kedokteran Emergensi.

“Saya ingin menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas juga bisa mengabdi maksimal untuk negeri,” ungkap Hemriadi.

Perkuat Layanan Gawat Darurat

Kedokteran emergensi merupakan bidang yang berfokus pada penanganan pasien dengan kondisi gawat dan mengancam nyawa yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.

Dokter spesialis emergensi memiliki peran penting dalam penanganan berbagai kondisi darurat, mulai dari henti jantung, stroke, kecelakaan, trauma, keracunan hingga kondisi kegawatdaruratan akibat bencana.

Kompetensi tersebut juga berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi situasi bencana, termasuk penanganan korban secara terpadu bersama berbagai unsur terkait.

Bagi Sulawesi Barat, kehadiran dokter yang melanjutkan pendidikan di bidang ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelayanan kegawatdaruratan di daerah.

Selain pelayanan di rumah sakit, kompetensi kedokteran emergensi juga memiliki keterkaitan dengan penanganan bencana dan proses Disaster Victim Identification (DVI), khususnya melalui kolaborasi lintas disiplin dengan kedokteran forensik.

Didukung Lintas Sektor

Langkah Hemriadi untuk melanjutkan pendidikan spesialis mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Dukungan tersebut datang dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, RS Bhayangkara TK. IV Mamuju, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar serta dokter forensik Polri.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Hj. Nursyamsi R. Hamsah, turut memberikan dukungan terhadap pengembangan kapasitas tenaga medis dan penguatan sistem pelayanan kesehatan di daerah.

Dari RS Bhayangkara Mamuju, dukungan diberikan untuk peningkatan kompetensi dokter sekaligus penguatan pelayanan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sementara itu, dokter forensik Polri, AKBP Dr. dr. Mauluddin Mansyur, S.Sos., S.H., M.H., M.Kes., Sp.F., Sp.FM., mendorong penguatan sinergi antara bidang kedokteran emergensi dan kedokteran forensik, terutama dalam penanganan situasi yang membutuhkan koordinasi DVI.

Kabiddokkes Polda Sulbar, AKBP dr. Elvis Jeferson, Sp.B., M.Adm.Kes., juga mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lingkungan Polri agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal.

Diharapkan Jadi Motivasi Dokter Muda

Kepala RS Bhayangkara TK. IV Mamuju, IPTU dr. Andi Iqbal Iskandar, berharap kelulusan Hemriadi dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi institusi, tetapi juga masyarakat Sulawesi Barat.

“Selamat kepada IPTU dr. Hemriadi. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat untuk RS Bhayangkara Mamuju dan seluruh masyarakat Sulbar, khususnya dalam penanganan gawat darurat dan kebencanaan,” ujarnya.

Perjalanan Hemriadi juga diharapkan menjadi motivasi bagi tenaga medis lainnya di Sulawesi Barat untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengambil bagian dalam penguatan layanan kesehatan di daerah.

Dengan tambahan kompetensi di bidang kedokteran emergensi, Hemriadi diharapkan dapat berkontribusi dalam menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan yang lebih cepat, tepat dan terintegrasi di Sulawesi Barat.