Air Panas Tahaya-haya Memprihatinkan, GMNI Mamuju Lakukan Baksos
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 30 Okt 2023
- comment 1 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 95 Tahun, diperingati Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju dengan melakukan bakti sosial di objek wisata air panas Tahaya-haya, Kecamatan Mamuju, Kota Mamuju, Sabtu (28/10/2023).
Ketua DPC GMNI Mamuju, Adam Jauri mengatakan, kader-kader marhaenis membersihkan area wisata air panas. Itu sebagai wujud keprihatinan mereka terhadap kondisi terkini wisata yang sempat eksis di Mamuju itu.
“Objek Wisata Tahaya-haya adalah wilayah dampingan GMNI Mamuju, dengan kondisi yang memprihatinkan kami berupaya kembali membangunkan salah satu tempat ikonik di Mamuju ini,” ujar Adam.
Adam menuturkan, saat ini kondisi wisata air panas Tahaya-haya kini memprihatinkan. Terutama akses jalan menuju wisata di ujung Kota Mamuju ini menyisakan jembatan tua dari batang kelapa yang sudah lapuk.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang ada di tempat Wisata ini, hanya jalan setapak dan batang pohon kelapa yang lapuk,” kata Adam, Senin (30/10/2023).
Melalui gerakan itu, GMNI Mamuju ingin memantik perhatian pemerintah daerah untuk objek wisata yang telah lama terabaikan itu.
Adam mengatakan, objek wisata dengan nama lokal Wai Panas Managallang ini memiliki nilai sejarah yang jadi nilai tambah.
“Gerakan Advokasi yang kami lakukan di Tahaya-haya sudah terhitung satu tahun. Melalui Gerakan Bakti Sosial ini kami berharap dapat mengetuk pintu hati Pemerintah Daerah Tingkat 1 dan 2. Kami ingin ini menjadi gerakan kampanye pemerintah dan masyarakat secara umum dapat bergotong-royong untuk memperhatikan dan mengembangkan destinasi Wai Panas Managallang yang ada di Lingkungan Tahaya-haya,” pungkas Adam.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
