MAMUJU, mekora.id – Akses jalan penghubung di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, dikeluhkan warga, pasalnya jalan tersebut rusak berat, bagaikan kubangan kerbau yang penuh lumpur.
Salah satu warga yang melewali jalur itu, Yoyoda mengatakan, saat musim penghujang tiba, warga terpaksa bermalam untuk menunggu jalan kering. Hal itu dikarenakan akses jalan di Kecamatan Kalumpang itu rusak berat yang menajak sekitar 5 kilometer tidak bisa dilalui.
Padahal akses itu kata Yoyoda, merupakan akses penghubung utama dan satu-satunya yang menghubungkan lima desa di kecamatan Kalumpang, masing-masing Desa Kondo Bulo, Desa Karataun, Desa Siraun, Desa Lasa, dan Desa Salumakki.
“Ya biasanya mobil bermalam kalau tidak bisa tembus karena jalan banyak lumpur dan menanjak,” Kata Yoyoda, Minggu, (9/6/2024).
Jalan itu kata Yoyoda, selama bertahun-tahun belum pernah tersebut perbaikan, sehingga jalan tersebut masih berlapis tanah liat yang sewaktu musim hujan datang menjadi penghambat mobilitas warga.
Akibat akses yang rusak itu, warga juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena pasokan tidak menentu akibat akses jalan.
“Sangat merugikan waktu dan tenaga kami, khususnya angkutan yang memang melakukan mobilitas dijalan ini,” ungkap Yoyoda.
Sesekali, warga mengaku melakukan gotong royong untuk membersihkan jalan dari sisanya rembesan hujan. Batu-batu penghalang hingga jalan berlubang disejumlah jalan dibersihkan. Namun karena jalan rusak yang cukup panjang, kerja bakti itu sulit dilakukan rutin.
“Ya kadang-kadang kalau macet kami gotong royong bersama, tetapi kami tidak sanggup karena jalan rusaknya panjang,” ujarnya.
Untuk itu mereka berharap, pemerintah daerah memberi perhatian dan memperbaiki akses jalan tersebut. Warga mengaku sering frustasi akibat akses jalan tersebut rusak.
“Ya kami berharap ada perhatian dari pemerintah, kami ingin juga merasakan akses yang layak,” ungkapnya.
