Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sandeq Silumba, Lebih Dari Sekedar Adu Cepat Perahu

Sandeq Silumba, Lebih Dari Sekedar Adu Cepat Perahu

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Suhardi Duka (Gubernur Sulawesi Barat)

Lebih dari 400 orang pria pemberani mengarungi lautan. Sebanyak 55 perahu layar, bercadik, runcing, khas kepunyaan suku Mandar; sandeq mereka gunakan. Membelah lautan, menghabiskan empat etape.

Dari Pantai Bahari Polewali ke pesisir Pantai Manakarra, Mamuju.Sementara ratusan lainnya mengiringi perjalanan pria-pria tangguh itu dengan menggunakan kapal yang berukuran sedikit agak besar, bermesin.

Dari satu etape ke etape lainnya, ribuan orang bergerak. Menyisir Polewali, Pamboang, Sendana, Deking hingga berakhir di Bumi Manakarra.

Sandeq Silumba. Sebuah perhelatan akbar di Sulawesi Barat. Ajang adu cepat perahu sandeq yang tetap sukses menyedot perhatian masyarakat Sulawesi Barat. Tahun ini, ada sekian banyak sentuhan perubahan dalam pelaksanaannya.

Sebuah upaya dari pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk menggaransi suksesnya pelaksanaan event itu. Sekaligus jadi satu ikhtiar nyata dalam menjaga, merawat kelestarian budaya maritim di Tanah Mandar ini.

Sesuai penamaannya, Sandeq Silumba. Event adu cepat bagi 55 perahu sandeq yang jadi pesertanya. Adu otot, adu strategi, serta tentu saja ajang adu skill mengumpulkan poin demi poin di setiap etapenya. Berpacu, berlomba menuju tahta juara.Lebih dari itu, saya juga melihat event ini punya berderet makna.

Nilai kebaikan yang faktanya mampu mewujud selama pelaksanaan Sandeq Silumba.Sejak dahulu, masyarakat Sulawesi Barat dikenal punya relasi yang mesra dengan laut. Bisa jadi lantaran mayoritas wilayah kita memang berlajur di pesisir selat Makassar. Wajar jika laut jadi sumber kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu.Sandeq Silumba merekam semangat itu.

Di sana ada satu pesan yang kuat tentang eksistensi Mandar sebagai suku bangsa maritim. Sebagai perahu layar tradisional tercepat di Austronesia, sandeq jadi simbol identitas sekaligus kebanggan masyarakat Mandar.

Adu cepat perahu sandeq seolah memberi pesan tegas tentang perjalanan hidup manusia tak melulu berjalan mulus. Jika ingin bergerak ke arah yang lebih baik, segala tantangan itu mesti dilalui. Betapa indahnya seiring sejalan dengan kehendak alam, juga jadi pesan kuat pada perjalanan perahu sandeq dengan layar putih nan bersihnya.

Selain kental dengan pesan budaya, Sandeq Silumba juga cukup sukses sebagai satu event pariwisata. Event tersebut seolah menjadi magnet bagi ribuan warga di setiap titik etape.Tengoklah suasana riuh di Pantai Bahari Polewali, titik mula Sandeq Silumba 2025.

Ribuan warga, baik lokal, maupun yang datang dari luar daerah memadati tempat itu. Semua hendak menyaksikan dari dekat keindahan perahu Sandeq, perahu tradisional yang namanya sudah cukup dikenal hingga ke dunia internasional itu. Kondisi serupa juga tersaji di perhentian pertama Sandeq Silumba, Pantai Pamboang, Pantai Banua Sendana di etape kedua.

Termasuk di etape ketiga di pantai Deking, Malunda.Di Mamuju pun begitu. Ada ribuan wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah yang memadati sepanjang pesisir Pantai Manakarra. Semua berbaur, larut dalam perayaan kemegahan budaya maritim orang Mandar; perahu sandeq.

Saya melihat, Sandeq Silumba 2025 adalah event pariwisata yang terorganisir dengan baik, punya skala yang besar, dan disertai antusiasme dari penyelenggara, peserta dan pengunjung. Sederet syarat yang memberikan dampak ekonomi postif bagi masyarakat.Ada sekian banyak UMKM yang perputaran ekonominya bergerak lebih cepat dari biasanya.

Sandeq Silumba 2025 jelas mempengaruhi kondisi perekonomian dengan meningkatnya pendapatan dan produksi pengusaha dan masyarakat lokal oleh terdongkraknya perputaran rupiah di setiap etape.Sebagai sebuah event berskala besar, Sandeq Silumba juga punya peran vital dalam menjaga silaturrahmi di pergaulan sosial masyarakat Sulawesi Barat.

Ia sudah sangat sukses jadi wadah untuk mempertemukan sekaligus mempererat hubungan antarindividu dan antarkelompok masyarakat.Di tengah kerasnya kompetisi, ada momen kebersamaan. Saling berkisah, berbagi pengalaman. Ada interaksi satu dengan yang lainnya. Menegaskan wajah asli masyarakat Mandar yang dikenal ramah, tanpa sekat.

Akhirnya, Sandeq Silumba pada hakekatnya tak melahirkan siapa yang terbaik. Seluruh peserta sudah menyandang gelar itu sejak dimulainya event. Bagi saya, merekalah laki-laki pemberani dari Tanah Mandar. Menaklukkan lautan, menundukkan ganasnya gelombang demi satu pesan tegas; saya orang Mandar !Apresiasi setinggi-tingginya untuk segenap kerja keras dari banyak pihak.

Panitia penyelenggara, pemerintah kabupaten Polewali Mandar, Majene dan Mamuju, kalangan swasta, segenap lapisan masyarakat serta yang teristimewa kepada para pelaut ulung Mandar, para passandeq peserta Sandeq Silumba tahun ini. Tanpa kolaborasi yang baik dari kita semua, mustahil rasanya mewujudkan event yang luar biasa ini.

Saya, dan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus memberi dukungan pada pelaksanaan Sandeq Silumba di tahun-tahun mendatang. Semoga ikhtiar kita untuk membawa event ini bertengger di jajaran event kelas internasional bisa terealisasi, amin.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haris Halim Sinreng dijatuhi 3 Tahun penjara

    Banding Diterima, Terdakwa Kasus Ijazah Palsu Haris Halim Sinreng Dijatuhi 3 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 257
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Banding kasus ijazah palsu dengan terdakwa Haris Halim Sinreng yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada 30 Desember 2024 Dikabulkan Pengadilan Tinggi. Putusan banding itu keluar, pada Senin, (6/1/2025). Dalam amar putusan banding perkara 279PID.SUS/2024/PT MAM, terdakwa Haris Halim Sinreng, dijatuhi vonis 36 bulan (3 tahun) penjara dan di denda pidana sebesar […]

  • RAPAT BAMUS Susun Renja

    DPRD Sulbar Gelar Rapat Bamus Untuk Susun Rencana Kerja

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 104
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) terkait Penyusunan Rencana Kerja DPRD Provinsi Sulawesi Barat, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Kamis, (2/5/2024). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar, Usman Suhuriah, turut hadir Anggota Bamus, Abidin Abdullah dan beberapa anggota bamus yg hadir […]

  • AIM Hingga Pj Gubernur Sulbar Digugat ke Pengadilan Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    AIM Hingga Pj Gubernur Sulbar Digugat ke Pengadilan Atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 115
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Polemik Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Barat (Sulbar)  kini memasuki perkara baru. Usai melayangkan mosi tidak percaya pada pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di Polewali Mandar (Polman), 09 September lalu. Kubu Musda Mamasa kini menggugat ke Pengadilan Negeri Mamuju. Didampingi dua kuasa hukum, Presidium Sidang Musda Mamasa Busman Rasyd menyatakan, gugatan itu […]

  • Diterkam Buaya di Karossa

    Pawang Buaya Dilibatkan Untuk Cari Korban di Karossa

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 209
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Pencarian Jamaiang (45) korban yang diterkam buaya saat memasang pukat di Sungai Desa Kadaila, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, terus berlanjut, Kamis (04/01/2023). hingga hari kedua, Basarnas Mamuju menerjunkan 1 unit Rubber Boat, Tim Rescue melakukan penyisiran yang difokuskan di sekitar area insiden korban dan daerah yang dicurigai terdapat korban. Selalin itu, […]

  • Karnaval Budaya Nusantara di BSD Gunung Elai Meriahkan HUT ke-80 RI

    Karnaval Budaya Nusantara di BSD Gunung Elai Meriahkan HUT ke-80 RI

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Mekora.id – Ribuan warga tumpah ruah di Lapangan Bundaran Bukit Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Minggu pagi (24/8/2025). Sekitar 2.100 peserta dari seluruh RT se-Kelurahan Gunung Elai menampilkan atraksi seni dalam gelaran Karnaval Budaya Nusantara yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, hadir membuka acara mewakili Wali […]

  • Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, soroti belanja pegawai.

    Simalakama Batas Belanja Pegawai 30 Persen, Gubernur Sulbar : Bisa Lumpuhkan APBD Daerah

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Penerapan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) terus menuai sorotan kepala daerah, termasuk di Sulawesi Barat (Sulbar). Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menilai kebijakan yang mulai berlaku pada 2027 itu berpotensi mengganggu stabilitas APBD […]

expand_less