Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Uang 50 Ribu Emisi 2005 di Mamuju Ditolak Penjual, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Uang 50 Ribu Emisi 2005 di Mamuju Ditolak Penjual, Ini Penjelasan Bank Indonesia

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Seorang warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengeluhkan uang pecahan Rp 50 ribu emisi tahun 2005 yang dicetak tahun 2014 ditolak penjual saat hendak melakukan transaksi. Kejadian itu dialami Abdul Rahman, pada, Senin, (25/11/2024).

Rahman menuturkan, uang Rp 50 ribu emisi tahun 2014 miliknya itu ditolak salah satu penjual di Kota Mamuju lantaran disebut tidak berlaku lagi.

“Tadi saya mau belanja, pas saya berikan uang Rp 50 ribu itu ditolak. Alasannya uang itu sudah tidak berlaku dan ditarik oleh Bank,” ungkap Rahman.

Atas penolakan uang itu, Rahman mengaku kesal dan khawatir. Pasalnya uang pecahan Rp 50 ribu miliknya itu masih ada beberapa lembar.

“Kalau setahu saya masih berlaku, karena masih banyak di ATM,” ungkap Rahman kepada mekora.id di Mamuju, Senin, (25/11/2024).

Informasi itu kemudian konfirmasi ke pihak Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Barat, Humas BI Sulbar dalam rilis tertulisnya menjelaskan. Uang pecahan Rp 50 ribu yang dimaksud merupakan emisi tahun 2005 dan dicetak tahun 2014 masih berlaku.

Menurut Humas BI Sulbar, hingga saat ini belum ada peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk penarikan uang dengan emisi tersebut. Sehingga uang Rp 50 ribu emisi 2005 yang ditolak penjual di Mamuju itu masih merupakan alat penukaran yang sah digunakan oleh masyarakat.

“Informasi dari Unit Pengelolaan Uang Rupiah ini (foto uangnya) merupakan Emisi 2005 dan sampai dengan saat ini belum ada Peraturan Bank Indonesia (PBI) untuk penarikan Emisi tersebut, jadi Uang Rupiah ini masih berlaku dan menjadi alat pembayaran yang sah di NKRI,” jelas Humas BI Sulbar via WhatsApp.

Humas BI Sulbar menambahkan, bahwa saat ini peredaran uang yang dicabut telah dicantumkan dalam link https://www.bi.go.id/id/rupiah/uang-dicabut/default.aspx. Untuk itu masyarakat dapat mengetahui mana peredarannya sehingga tidak menimbulkan informasi simpang siur.

“Ada linknya, agar masyarakat bisa mengetahui informasi yang valid mana uang yang telah dicabut peredarannya,” ungkap Humas BI Sulbar.

Sementara, jika masyarakat yang memiliki uang emisi yang sudah tidak berlaku. BI Sulbar menyatakan dapat di tukarkan ke Kantor Bank Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Sulawesi Barat.

“Uang Rupiah yang Dicabut Dan Ditarik Dari Peredaran Yang Masih Dapat Ditukarkan Oleh Masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kominfo SS Sulbar

    Kominfo Sulbar Minta OPD Perkuat Ruang Digital dan Verifikasi Akun Medsos

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 55
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfo SS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat kehadiran di ruang digital, termasuk menargetkan verifikasi akun media sosial sebagai kanal resmi pelayanan publik. Dorongan ini diwujudkan melalui kegiatan coaching clinic yang difokuskan pada pendampingan pengelolaan platform media sosial OPD. Program […]

  • LMZ Mamuju

    LMZ Fokus Galang Dukungan Pemilih Muda untuk SDK-JSM dan TINA-YUKI di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Tim relawan pemenangan pasangan calon SDK-JSM dan TINA-YUKI, yang dikenal sebagai Laskar Muda Zulfikar (LMZ), resmi membentuk struktur timnya di Kecamatan Mamuju. Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan konsolidasi LMZ di tingkat kecamatan, yang diadakan di Almira Cafe, Mamuju. Acara kick-off dan konsolidasi ini dihadiri oleh seluruh struktur LMZ di Desa dan […]

  • Anwar Adnan Saleh orasi politik di Kampanye PHS-Enny

    Mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh Berorasi di Kampanye PHS-Enny, Kobarkan Kembali Pembangunan Ngebut

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 216
    • 2Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Mantan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh (AAS) melakukan orasi politik dalam kampanye akbar pasangan calon nomor urut 4 (empat) Pilkada Sulbar,  Prof. Husain Syam dan Enny Anggraeni (PHS-Enny) di Pantai Manakarra, Mamuju, Jumat, (15/11/2024). Saat berorasi politik, Gubernur Sulawesi Barat periode 2006-2016 itu mengatakan, telah menitip lanjutan pembangunan yang dirintis […]

  • Pastikan Layanan Optimal, Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Tinjau Langsung UPTD PPA

    Pastikan Layanan Optimal, Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Tinjau Langsung UPTD PPA

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Untuk mendukung Visi Misi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, bersama Wakilnya, Salim S. Mengga, terkait ”pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial”, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Jumat, (20/02/ 2026). […]

  • Warga di Mamuju ditandu

    Dua Warga Sakit di Mamuju Terpaksa Ditandu Sejauh 18 Kilometer Akibat Minim Akses Kendaraan

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Jaena dan Juabedah, dua warga Desa Bela, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), yang sedang sakit terpaksa ditandu sejauh 18 kilometer menuju Puskesmas terdekat. Hal itu lantaran jalan di desa itu terisolir dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi geografi yang berada dipegunungan membuat akses di Desa Bela menjadi terisolir dan sering […]

  • Prodi IPA Unsulbar

    Prodi IPA Unsulbar Bekali Ibu-Ibu di Desa Lapeo, Ubah Daun Pandan Jadi Kantong Teh

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 213
    • 1Komentar

    MAJENE, mekora.id – Prodi IPA Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan pelatihan pemanfaatan daun pandan untuk kelompok PKK di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar. Kamis (26/10/2023). Menurut Ketua Prodi IPA Unsulbar, Dr. Nurhikma Ramadhana, daun pandan hijau punya beberapa manfaat besar untuk menjaga kesehatan. Diantaranya, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, pereda nyeri, menurunkan demam, […]

expand_less