Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 43 Hektare Bawang Merah di Polman Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Rugi Miliaran

43 Hektare Bawang Merah di Polman Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Rugi Miliaran

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLMAN, Mekora.id – Serangan hama ulat grayak (Spodoptera) melanda sedikitnya 43 hektare lahan bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Intensitas serangan yang mencapai 40 persen membuat sebagian petani terancam gagal panen.

Di sejumlah lokasi seperti Desa Suruang, Kecamatan Campalagian, serta wilayah Kecamatan Balanipa, tanaman bawang merah yang seharusnya memasuki masa panen pada April ini dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Salah seorang petani, Subaer, mengaku kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Kerugian kami mencapai sekitar Rp2 miliar lebih. Itu baru dihitung dari harga bibit,” ujarnya, dutip dari media massa, Senin, (13/4/2026).

Menurutnya, nilai tersebut belum termasuk biaya pupuk, pestisida, serta ongkos pembukaan lahan selama masa tanam.

Serangan hama yang berlangsung cepat membuat petani tidak mampu menyelamatkan tanaman. Banyak di antaranya terpaksa mencabut sisa tanaman yang telah rusak.

“Saat ini kami hanya bisa mencabut sisa bawang yang sudah dimakan ulat. Harapan panen sudah tidak ada,” katanya.

Pemerintah Lakukan Pengendalian Serentak

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulawesi Barat bersama petani melakukan gerakan pengendalian (gerdal) secara serentak.

Kegiatan ini difokuskan di Desa Bala dan Lambanan, Kecamatan Balanipa, serta Desa Suruang, Kecamatan Campalagian.

Penanggung jawab LPHP Rea Timur, Yonatan, mengatakan pengendalian hama yang menyerang tanaman bawang merah di Polman dilakukan untuk menekan potensi kerugian yang lebih besar yang dialami petani.

“Serangan mencapai 40 persen pada tanaman umur 50–65 hari setelah tanam. Ini harus segera dikendalikan,” ujarnya.

Penyemprotan Serempak dan Pengawasan Ketat

Kepala Seksi P2OPT, Roswati Jusuf, menjelaskan penyemprotan dilakukan secara serempak agar penyebaran hama dapat ditekan.

“Ini strategi pengendalian dini agar hama tidak meluas ke area lain,” katanya.

Dalam penanganannya, petani menggunakan insektisida berbahan aktif dimehipo 400 g/L, dengan tetap memperhatikan prinsip penggunaan yang tepat.

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium, Ritje Rombe, mengingatkan agar penggunaan pestisida tidak berlebihan.

“Harus tepat sasaran, jenis, waktu, dan dosis untuk menghindari resistensi dan dampak lingkungan,” ujarnya.

Petani Minta Perhatian Pemerintah

Para petani berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap serangan hama ini, yang dinilai berdampak besar terhadap ekonomi mereka.

Mereka bahkan menyebut serangan hama ulat grayak layak diperlakukan seperti bencana, mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan.

Selain kerugian ekonomi, petani juga mengkhawatirkan dampak terhadap pasokan bawang merah di wilayah Polman dalam waktu dekat.

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menegaskan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan pengendalian berjalan efektif.

“Pengawasan harus konsisten agar penanganan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Komisis III DPRD Sulbar

    Komisi III DPRD Sulbar Minta Pemprov Perkuat Penerimaan PAD dan Retribusi

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 262
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Komisi III menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta retribusi daerah. Rapat yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, dipimpin Ketua Komisi III Usman Suhuria, didampingi anggota Saddam dan Elisabeth. Pertemuan berlangsung […]

  • 4 Paslon di Pilkada Sulbar

    Pilkada Sulbar 2024 Diikuti 4 Paslon : 1 Mantan Gubernur, 2 Mantan Bupati, 1 Eks Rektor

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 368
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub Cawagub) di Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar), resmi ditutup oleh KPU, pukul 00.00 WITA, Jumat, (30/8/2024) dini hari. Selama dibuka sejak 27 hingga 29 Agustus 2024, sebanyak empat pasangan calon mendaftar untuk maju di Pilkada Sulawesi Barat. Pasangan Suhardi Duka (SDK) dan Salim S Mengga (JSM) […]

  • Sugiarto Alberth

    Mengubah Hobi Jadi Peluang Lewat Kelas Desain Grafis Prakerja

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Disclaimer : Artikel ini bersifat opini dan bukan merupakan produk jurnalistik. Dipergunakan hanya untuk keperluan tertentu. Dari sekedar hobi, kini jadi peluang dengan kelas Desain Grafis dari Kartu Prakerja Hai.. Saya Sugiarto Alberth, saya dari Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Saat ini berumur 30 tahun. Cerita saya berawal pada tahun 2020, saat itu saya mengikuti pendaftaran […]

  • Di Tengah Efisiensi Anggaran, SDK-JSM Buktikan Pembangunan Tetap Maju: IPM Naik, Jalan Membaik

    Di Tengah Efisiensi Anggaran, SDK-JSM Buktikan Pembangunan Tetap Maju: IPM Naik, Jalan Membaik

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Setahun sudah duet Suhardi Duka dan Salim S Mengga memimpin Sulawesi Barat. Dalam kurun waktu itu, sejumlah capaian mulai terlihat. Salah satunya pemerataan pembangunan. Tak ada lagi ketimpangan antarwilayah seperti sebelumnya. Program provinsi dan kabupaten kini berada dalam satu jalur yang sama. Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyebut, pemerintahannya mengsinergikan program pembangunan di […]

  • Ramli Ketua HIBMAB

    HIPMAB Tantang Gubernur Bongkar Dugaan Skandal Pengadaan Ikan Nila dan Bibit Durian di Pemprov Sulbar

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 243
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pengadaan bibit durian dan ikan nila tahun 2024 lalu di Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar), kini sedang disorot. Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng (HIPMAB) menantang Gubernur dan Wakilnya segera menyelesaikan persoalan ini. Ketua HIPMAB, Ramli, SH, mengungkapkan pihaknya telah melakukan advokasi dan mengumpulkan bukti terkait adanya indikasi yang mengarah pada dugaan praktik Korupsi, Kolusi, […]

  • Tunggu Putusan DPP, Demokrat Sulbar Siap Kerjasama Dengan Pihak Manapun

    Tunggu Putusan DPP, Demokrat Sulbar Siap Kerjasama Dengan Pihak Manapun

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 216
    • 0Komentar

    JAKARTA, mekora.id – Demokrat Sulawesi Barat (Sulbar) tegaskan, tegak lurus pada keputusan partai pasca menarik diri dari koalisi pendukung Anies Baswedan. Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar, Suhardi Duka mengatakan, Partai berlogo mercy itu terbuka melakukan pembicraan dengan partai lain. “Ada dua opsi, ke Ganjar atau Prabowo. Bagi kami di Sulawesi Barat, bisa kerjasama dengan siapapun […]

expand_less