Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » 43 Hektare Bawang Merah di Polman Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Rugi Miliaran

43 Hektare Bawang Merah di Polman Diserang Hama Ulat Grayak, Petani Rugi Miliaran

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

POLMAN, Mekora.id – Serangan hama ulat grayak (Spodoptera) melanda sedikitnya 43 hektare lahan bawang merah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Intensitas serangan yang mencapai 40 persen membuat sebagian petani terancam gagal panen.

Di sejumlah lokasi seperti Desa Suruang, Kecamatan Campalagian, serta wilayah Kecamatan Balanipa, tanaman bawang merah yang seharusnya memasuki masa panen pada April ini dilaporkan mengalami kerusakan parah.

Salah seorang petani, Subaer, mengaku kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Kerugian kami mencapai sekitar Rp2 miliar lebih. Itu baru dihitung dari harga bibit,” ujarnya, dutip dari media massa, Senin, (13/4/2026).

Menurutnya, nilai tersebut belum termasuk biaya pupuk, pestisida, serta ongkos pembukaan lahan selama masa tanam.

Serangan hama yang berlangsung cepat membuat petani tidak mampu menyelamatkan tanaman. Banyak di antaranya terpaksa mencabut sisa tanaman yang telah rusak.

“Saat ini kami hanya bisa mencabut sisa bawang yang sudah dimakan ulat. Harapan panen sudah tidak ada,” katanya.

Pemerintah Lakukan Pengendalian Serentak

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Sulawesi Barat bersama petani melakukan gerakan pengendalian (gerdal) secara serentak.

Kegiatan ini difokuskan di Desa Bala dan Lambanan, Kecamatan Balanipa, serta Desa Suruang, Kecamatan Campalagian.

Penanggung jawab LPHP Rea Timur, Yonatan, mengatakan pengendalian hama yang menyerang tanaman bawang merah di Polman dilakukan untuk menekan potensi kerugian yang lebih besar yang dialami petani.

“Serangan mencapai 40 persen pada tanaman umur 50–65 hari setelah tanam. Ini harus segera dikendalikan,” ujarnya.

Penyemprotan Serempak dan Pengawasan Ketat

Kepala Seksi P2OPT, Roswati Jusuf, menjelaskan penyemprotan dilakukan secara serempak agar penyebaran hama dapat ditekan.

“Ini strategi pengendalian dini agar hama tidak meluas ke area lain,” katanya.

Dalam penanganannya, petani menggunakan insektisida berbahan aktif dimehipo 400 g/L, dengan tetap memperhatikan prinsip penggunaan yang tepat.

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium, Ritje Rombe, mengingatkan agar penggunaan pestisida tidak berlebihan.

“Harus tepat sasaran, jenis, waktu, dan dosis untuk menghindari resistensi dan dampak lingkungan,” ujarnya.

Petani Minta Perhatian Pemerintah

Para petani berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap serangan hama ini, yang dinilai berdampak besar terhadap ekonomi mereka.

Mereka bahkan menyebut serangan hama ulat grayak layak diperlakukan seperti bencana, mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan.

Selain kerugian ekonomi, petani juga mengkhawatirkan dampak terhadap pasokan bawang merah di wilayah Polman dalam waktu dekat.

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, menegaskan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan pengendalian berjalan efektif.

“Pengawasan harus konsisten agar penanganan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDAM Mamuju di demo

    Sebulan Krisis Air Bersih, Picu Warga Mamuju Demo dan Cuci Motor di Depan Kantor PDAM

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 279
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Mamuju selama sebulan terakhir memicu kemarahan warga. Pada Senin (19/5/2025), puluhan warga turun ke jalan dan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PDAM Tirta Manakarra di Jalan Kurungan Bassi. Dalam aksinya, warga membakar ban bekas dan menyampaikan orasi protes. Sebagai bentuk sindiran […]

  • Nelayan hilang di Hutan Bakau Salule, Bambalumoto, Pasangkayu

    Seorang Nelayan di Pasangkayu Hilang di Hutan Bakau Usai Pamit BAB

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 256
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang nelawan bernama Aswin (Laki-laki, 38) dikabarkan hilang di pesisir hutan bakau Salule, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Pada Senin (01/01/2024). Berdasarkan keterangan Basarnas Mamuju, nelayan tersebut pamit pada Senin sore sekira pukul 17.00 WITA, untuk buang air besar (BAB) dan masuk kedalam hutan bakau Salule. Namun setelah beberapa […]

  • Rakerda PDIP Sulbar

    Rakerda 4 PDIP Sulbar Perkuat Konsolidasi Ganjar-Mahfud

    • calendar_month Sabtu, 4 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua PDI Perjuangan Sulawesi Barat, Agus Ambo Djiwa, menyebut saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang tegas dan berani untuk menjaga demokrasi. Itu ditegaskan Agus Ambo Djiwa saat melakukan rapat kerja daerah (Rakerda) ke 4 PDIP Sulbar di Hotel Maleo, Sabtu (4/11/2023). Agus menilai, pemerintahan saat jadi titik terlemah soal demokrasi. Olehnya […]

  • Ketua GMNI Kendari

    Kaderisasi Mahasiswa: Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Transformasi regenerasi kepemimpinan dalam setiap lembaga kemahasiswaan selalu menjadi hal yang paling penting untuk mendorong kuatnya sumber daya manusia (SDM) yang semakin maju, sinergi dan berdaya saing serta menciptakan pergolakan pemikiran dan pergerakan seperti apa yang menjadi esensi, hakikat mahasiswa yang sesungguhnya. Kuatnya kelembagaan karena kadernya yang solid yang memahami setiap posisi, peran dan tanggung […]

  • Ketua DPD Nasdem Mamuju, Yudiaman.

    Nasdem Tak Usung Kader Maju Pilkada Mamuju

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 153
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Partai Nasdem kemungkinan tidak akan mengusung kadernya dalam Pilkada Mamuju 2024 ini. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Mamuju, Yudiaman, Selasa, (7/5/2024) malam. Yudiaman mengatakan hal itu setelah kader partainya tidak ada yang mendaftar dalam penjaringan bakal calon kepala daerah yang dibuka sejak tanggal 01 dan akan ditutup malam […]

  • Kepala Daerah dilantik

    961 Kepala Daerah Dilantik Serentak Oleh Presiden di Istana Negara

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 80
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Sebanyak 961 kepala daerah yang terdiri dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota dilantik serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025). Pelantikan ini menjadi bersejarah karena merupakan pertama kalinya kepala daerah dilantik secara serentak oleh Presiden di Istana Negara. Dari total […]

expand_less