Selangkah Lagi Tanjung Silopo Jadi Akses Ekonomi Sulbar-Malaysia
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemprov Sulbar dan Otoritas Laut Malyasia bertemu dalam Forum BIMP EAGA di Brunei.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BRUNEI, mekora.id – Pemprov Sulbar bersama Pemkab Polman bertemu dengan Pengarah Jabatan Laut Negeri Sabah, Malaysia. Jumat (27/10/2023).
Pertemuan itu menjajaki progres kesiapan pelayaran perdana internasional dari Tanjung Silopo, Polman, Sulbar menuju Pelabuhan Lahad Datu, Sabah, Malaysia.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, memberikan penguatan terkait legal standing operasional Tanjung Silopo dalam persiapan pelayaran internasional.
“Walaupun belum berstatus pelabuhan internasional, pengoperasian Pelabuhan Tanjung Silopo berpegang pada pasal 24 PP nomor 20 tahun 2020 tentang angkutan di perairan,” kata Prof Zudan.
Menurut Zudan, Pengarah Jabatan Laut Negeri Sabah Malaysia, Adam Malik, telah memberikan persetujuannya untuk persiapan pelayaran perdana itu.
“Tinggal menunggu izin dari Majelis Keselamatan Negara Sabah, dan akan segera ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya,” ungkapnya.
Sedangkan Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar, mengatakan pelayaran sedianya telah siap namun tertunda akibat pandemi.
“Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya melanjutkan rencana yang sempat tertunda ini,” ujar Andi Ibrahim Masdar.
Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddareski menjelaskan, pelayaran perdana secara internasional itu bakal meningkatkan status Pelabuhan Tanjung Silopo dari pelabuhan pengumpan menjadi pelabuhan pengumpul.
“Karena untuk saat ini Pelabuhan Tanjong Silopo dimanfaatkan sebagai Pelabuhan Embarkasi dan Debarkasi Pekerja Migran Indonesia,” tutur Maddareski.
Terbukanya pelayaran Sulbar ke Malaysia ini diharapkan dapat saling mendukung pertumbuhan ekonomi kedua negara. Terlebih pengembangan Pelabuhan Tanjung Silopo, masuk dalam agenda kerjasama sub regional BIMP EAGA.
Dukungan yang sama juga datang dari para pengusaha kapal seperti pemilik kapal KM Cattleya yang menegaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Silopo memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan dan dapat menaikkan statusnya dari KUPP (Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan) menjadi KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
