MAMUJU, Mekora.id – Kecelakaan beruntun melibatkan tiga kendaraan besar terjadi di kawasan Jembatan Bolong, Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 02.15 WITA.

Insiden itu diduga dipicu truk tronton bermuatan besi yang mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun menuju jembatan.

Ketiga kendaraan diketahui bergerak beriringan dari arah Mamuju menuju Majene. Dua kendaraan di antaranya merupakan truk pengangkut gabah, sementara satu kendaraan lain adalah truk tronton 14 roda bermuatan besi.

Kapolsek Tapalang Amiruddin mengatakan truk tronton bernomor polisi L 8511 UB diduga kehilangan fungsi pengereman sekitar satu kilometer sebelum memasuki area Jembatan Bolong.

“Berdasarkan keterangan kernet truk, pengemudi sudah menyadari sistem pengereman tidak berfungsi sekitar satu kilometer sebelum lokasi kejadian,” kata Amiruddin.

Dalam kondisi tak terkendali, truk tronton kemudian menabrak bagian belakang truk Mitsubishi kuning bernomor polisi DC 8279 IB yang berada tepat di depannya.

Truk gabah tersebut dikemudikan Wahyu Ar Rahman bersama Ahmad Affandi Nur.

Saat menyadari kendaraan dari belakang melaju tak terkendali, sopir truk gabah berupaya menghindari tabrakan dengan mengambil lajur kanan untuk mendahului truk gabah lain bernomor polisi DC 8279 CY.

Namun nahas, ketika posisi kedua kendaraan sejajar di atas jembatan, muncul kendaraan dari arah berlawanan sehingga sopir truk terpaksa kembali membanting setir ke kiri.

“Karena situasi darurat dan menghindari tabrakan adu banteng dengan kendaraan dari depan, pengemudi truk DC 8279 IB langsung membanting setir kembali ke kiri. Akibatnya, truk di depannya, DC 8279 CY, terjepit di atas jembatan hingga memicu tabrakan beruntun,” jelas Amiruddin.

Benturan keras menyebabkan ketiga kendaraan mengalami kerusakan di bagian depan dan samping. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terganggu akibat posisi kendaraan yang menutup sebagian badan jalan di atas jembatan.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian melakukan pengaturan lalu lintas dan evakuasi kendaraan guna mencegah kemacetan lebih panjang.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.