Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Reformasi 1998 : Jilid Perlawanan dan Tumbangnya Otoritarianisme

Reformasi 1998 : Jilid Perlawanan dan Tumbangnya Otoritarianisme

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sehari setelah Tragedi Trisakti, rakyat Indonesia seakan menjadi bara api yang mudah tersulut oleh provokasi dan kemarahan. Kekecewaan terhadap krisis ekonomi dan rezim Orde Baru memuncak dalam bentuk kerusuhan besar-besaran pada 13–15 Mei 1998. Pembakaran, penjarahan, hingga pembunuhan terjadi di berbagai kota besar, termasuk Jakarta. Kekacauan ini menjadi salah satu peristiwa tergelap dalam sejarah bangsa.

4. Pendudukan Gedung DPR/MPR

Pada 16 Mei 1998, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta bergerak menuju Gedung DPR/MPR di Senayan. Dari waktu ke waktu, jumlah mereka terus bertambah, hingga memenuhi seluruh area gedung, bahkan atapnya. Para mahasiswa bertahan dan bermalam di gedung tersebut, menantang segala risiko dengan satu tuntutan utama: Soeharto harus mundur dari jabatan presiden.

Dukungan terhadap gerakan mahasiswa mulai mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk elit politik, organisasi non-pemerintah, buruh, dan rakyat umum. Kabinet Soeharto pun mulai terbelah. Sejumlah menteri di bawah koordinasi Ginanjar Kartasasmita menyatakan pengunduran diri mereka. Pada 18 Mei 1998, Ketua MPR dan loyalis Soeharto, Harmoko, secara terbuka meminta Soeharto untuk mundur secara arif dan bijaksana. Namun, Panglima ABRI, Jenderal Wiranto, menyatakan bahwa pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi, meskipun disampaikan secara kolektif, dan tidak memiliki kekuatan hukum menurut konstitusi.

Terdesak oleh tekanan publik yang semakin besar, pada 19 Mei 1998, Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam untuk mendengar aspirasi masyarakat. Namun, gelombang mahasiswa terus membanjiri Gedung DPR/MPR dan memperkuat desakan agar Soeharto segera lengser.

5. Era Reformasi: 21 Mei 1998

Puncak dari rangkaian peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 21 Mei 1998, pukul 09.05 WIB di Istana Merdeka, Jakarta. Di hadapan para wartawan dari dalam dan luar negeri, Presiden Soeharto secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya. Wakil Presiden B.J. Habibie kemudian dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia ketiga.

Berakhirlah sebuah era kediktatoran yang otoriter dan penuh penindasan. Di jalan-jalan dan di Gedung DPR/MPR, rakyat meluapkan kegembiraan dengan berbagai cara. Sebuah babak baru dimulai: perjalanan transisi bangsa Indonesia menuju sistem demokrasi yang lebih terbuka dan berkeadilan.

Tuntutan Utama Reformasi:
1. Penegakan supremasi hukum
2. Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)
3. Mengadili Soeharto beserta kroninya
4. Mencabut Dwifungsi ABRI
5. Memberikan otonomi daerah secara luas.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Mamuju

    PMII Mamuju Desak Pemerintah Segera Kendalikan Harga Pangan

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 22
    • 0Komentar

    “Pemerintah harus turun segera mengandilakan harga pasar yang terus naik dan tidak stabil Karna ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah. PMII Mamuju mengatakan lonjakan harga ini merupakan rekor terbaru pada pemerintahan Presiden Jokowi. Saat ini harga beras medium di pasar tradisional Mamuju dijual dengan harga Rp 15.500 per kilogram dan […]

  • Laka Maut Mamuju 45 Detik Play Button

    Breaking News: Laka Maut 7 Pemuda di Mamuju, 2 Meninggal Dunia, 3 Kritis

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Berdasarkan data sementara, lima korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju untuk mendapatkan perawatan medis. Dua orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya diperiksa di Polresta Mamuju. Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menyebutkan insiden itu merupakan kecelakaan antar sepeda motor. “Benar, telah terjadi […]

  • Ado Mas'ud dan Damris

    Program Mamuju Baru, Ado-Damris Canangkan Beasiswa Tepat Sasaran, Nakes Dapat Insentif dan RSUD Mamuju Tidak Sepi

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 19
    • 3Komentar

    Dia menyayangkan kondisi RSUD Mamuju saat ini telah sepi dari pasien rujukan BPJS. Padahal kata Rustam, andai diberi akses lebih baik, akan mendongkrak pendapatan daerah. “Pencermatan BOK itu kunci utama, selain itu perlu juga dorongan agar RSUD Mamuju ditingkat untuk menerima klaim BPJS, karena itu pendapatan daerah. Selama ini RSUD Mamuju tidak seperti biasanya kini […]

  • Laskar Muda Zulfikar Mamuju

    Komunitas Laskar Muda Zulfikar Lahir, Deklarasikan SDK-JSM dan Sutinah di Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 16
    • 1Komentar

    Dalam struktur organisasi itu, Zulfikar Suhardi didaulat menjadi ketua Dewan Pembina. Sementara tingkat komunitas dipimpin langsung oleh Hairil Amri. Di tempat yang sama, Zulfikar Suhardi menyampaikan harapannya agar komunitas ini solid serta memaksimalkan gerakannya untuk memenangkan SDK-JSM serta Sutinah Suhardi. “Saya harap struktur LMZ ini benar-benar bekerja, baik yg di Kecamatan maupun di desa dan […]

  • Penghinaan gelar Uwe Mamuju

    Anggota DPRD Mamuju Dipolisikan Keturunan Raja, Buntut Dugaan Hina Gelar Uwe

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 19
    • 1Komentar

    Sementara, Tokoh Adat yang juga cucu Raja Mamuju, Almalik Pababari, mengatakan, apa yang dilakukan oleh Anggota DPRD Mamuju, Ramliati, merupakan penghinaan bagi keturunan Raja di Mamuju. Pasalnya, kata Anggota DPD RI itu, gelar, “Uwe’” merupakan hal yang sangat sakral dan digunakan hanya untuk gelar bagi keturunan Raja di Mamuju. “Ini bukan lagi kekecewaan tapi diatasnya, […]

  • Ilustrasi perselingkuhan Pegawai Disdikbud Sulbar

    Dugaan Hubungan Gelap Kepala Seksi dan Tenaga Honorer Disdikbud Sulbar Telah Lama Diintai

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 13
    • 2Komentar

    Saat digerebek, Nasaruddin mengaku, bahwa perempuan 28 tahun yang bekerja sebagai honorer itu telah menghilang sejak tiga hari lalu. Dia menduga selama menghilang tersebut, NV dan S tinggal bersama di Rumah BTN tempat keduanya digerebek suami. “Sejak hari Sabtu itu sudah pergi dan tidak ada kabarnya,” lanjut Nasaruddin. Sebelumnya, sepasang lelaki berinisial S yang juga […]

expand_less