Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Puluhan Tahun Berkasus, HGU Tumpang Tindih di Pasangkayu Akhirnya Disikapi Pemprov Sulbar

Puluhan Tahun Berkasus, HGU Tumpang Tindih di Pasangkayu Akhirnya Disikapi Pemprov Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASANGKAYU, Mekora.id – Kasus Hak Guna Usaha (HGU) tumpang tindih antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu, akhirnya disikapi pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), setelah puluhan tahun.

Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, memimpin langsung pertemuan dengan warga pada Selasa sore (13/5/2025) di Dusun Lembah Harapan, Desa Jengeng Raya, Kecamatan Tikke Raya.

Pertemuan itu dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa, perwakilan Kanwil ATR/BPN Sulbar, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sulbar, Inspektorat Sulbar, Kepala ATR/BPN Pasangkayu, serta sejumlah tokoh masyarakat dan aparat desa.

“Saya perintahkan kepada perkebunan, kehutanan, BPN, dan biro hukum untuk mengkaji masalah ini dengan baik. Cari solusi, lalu kita bertindak. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Harus diselesaikan,” tegas Salim S. Mengga dalam pertemuan tersebut.

Salim mengatakan bahwa persoalan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu akan dibawa ke tingkat pusat untuk dicarikan jalan keluar bersama para pimpinan perusahaan di Jakarta.

“Saya tidak peduli siapa di balik perusahaan. Silakan perusahaan bekerja, tapi masyarakat juga harus hidup tenteram. Kalau perlu, saya sendiri yang akan ke Jakarta menemui mereka,” katanya.

Wagub juga menekankan pentingnya menjaga netralitas pejabat daerah dalam menangani masalah agraria ini.

“Saya tidak mau dengar ada pejabat kongkalikong dengan perusahaan. Jangan dikasih sesuatu lalu gelap mata,” tegasnya.

Bupati: Solusi Harus dari Pusat

Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, menyebut bahwa konflik agraria antara warga dan perusahaan telah berlangsung lama dan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah pusat melalui Pemprov Sulbar.

“Kuncinya ada di Pak Gubernur dan Pak Wagub. Yang harus diketuk adalah direksi perusahaan di Jakarta. Kalau di daerah, mereka tidak punya wewenang membuat keputusan strategis,” ujar Yaumil.

1.372 Sertifikat Warga Tumpang Tindih dengan HGU
Tokoh masyarakat Pasangkayu, Yani Pepy, turut menyampaikan kronologi dan kompleksitas masalah agraria di wilayah tersebut. Ia menyebutkan terdapat 1.372 bidang sertifikat milik warga yang tumpang tindih dengan Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan sawit.

Menurutnya, hampir semua perusahaan sawit di Pasangkayu melampaui batas HGU, bahkan beberapa di antaranya merambah kawasan hutan lindung.

“Yang lebih aneh lagi, pertanahan Sulawesi Tengah malah menerbitkan HGU untuk PT Lestari Tani Teladan, padahal objek tanahnya berada di wilayah Pasangkayu, Sulbar,” ujar Yani.

Yani juga menyoroti tumpang tindih HGU dengan aset milik pemerintah, seperti Polsek Jengeng Raya, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga jalan Trans Sulawesi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia di Grup C Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 49
    • 2Komentar

    Mekora.id – Timnas Indonesia dipastikan akan menghadapi tim-tim kuat pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, hal itu setelah hasil drawing putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia baru selesai digelar AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, pada siang tadi, Kamis, (27/6/2024), pukul 14.00 WIB. Pengundian putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia itu, menempatkan […]

  • Asdatun Kejati Sulbar, Kumaedi

    Kejati Sulbar Endus Dugaan Melawan Hukum Pada Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Sulbar

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 64
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) menemukan adanya dugaan melawan pada administrasi pengerjaan gedung Bunker Radioterapi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar yang dibangun di lahan parkir. Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sulbar, Kuamedi mengatakan, indikasi melawan hukum itu terjadi dikarenakan terdapat pemindahan tangan pengerjaan sebanyak enam […]

  • Saling lapor di Pilkada Mamuju.

    Panas, Dua Kubu Paslon di Pilkada Mamuju Saling Lapor

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 27
    • 2Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pilkada Mamuju 2024 yang dulu adem, kini tiba-tiba mulai memanas. Dua kubu pasangan calon (Paslon) kini saling lapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Laporan pertama, dilayangkan untuk empat Anggota DPRD Mamuju, dari partai koalisi Paslon nomor 1 yang dilaporkan oleh seorang warga Mamuju, Dedi Bendor, pada Kamis, (10/10/2024) kemarin. Empat Anggota DPRD […]

  • Tersangka pengeroyokan Mahasiswa di Mamuju

    Polda Sulbar Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pengeroyokan Mahasiswa di Mamuju

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Polda Sulawesi Barat (Sulbar) menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan mahasiswa di Mamuju, yakni Bripda AER (21) dan Bripda AMA (21). Keduanya diduga menjadi pelaku utama penganiayaan terhadap mahasiswa bernama Ramli pada 1 Januari 2025 lalu. Dirkrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, mengungkapkan motif di balik pengeroyokan mahasiswa di Mamuju […]

  • Wali Kota Bontang Hadiri Muskomwil V APEKSI di Palangkaraya

    Wali Kota Bontang Hadiri Muskomwil V APEKSI di Palangkaraya

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle zul
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Aji Erlynawati tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (25/9/2025). Kehadiran rombongan Pemerintah Kota Bontang ini dalam rangka menghadiri Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Regional Kalimantan yang digelar pada 26–27 September 2025. Turut serta dalam […]

  • KTM GMNI Sulbar

    GMNI Sulbar Gelar Kaderisasi Tingkat Menengah Perdana di Mamuju

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 38
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi membuka Kaderisasi Tingkat Menengah (KTM) dengan tema “Bersatu, Lawan Penjajahan Gaya Baru” di Pantai Panorama, Mamuju, pada Senin (10/3/2025). Kegiatan ini merupakan jenjang kaderisasi kedua di GMNI dan diikuti oleh puluhan kader dari Cabang Mamuju dan Cabang Polewali Mandar. KTM GMNI Sulbar […]

expand_less