PMII Mamuju Desak Pemerintah Segera Kendalikan Harga Pangan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua PMII Mamuju, Radi Tasming Saputra. (Dok. Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju meminta pemerintah turun tangan mengendalikan harga bahan pokok yang terus melonjak tajam beberapa kepakn terakhir.
PMII Mamuju menyebut lonjakan harga ini membuat lapisan masyarakat bawah “teriak” dikarenakan harga bahan pokok terus naik. Lonjakan harga ini disebut rekor untuk pemerintahan Presiden Jokowi.
“Pasca pemilu yang harus jadi perhatian adalah stabilitas harga pangan di pasar bukan terus meluluh mempriotaskan hasil pemilu ,pemerintah harus turun tangan dalam pengendalian pasar pasca pemilu.,” kata Ketua PMII Mamuju, Radit Tasming Saputra, Selasa (27/02/2024).
Untuk itu dia meminta Pemerindah Daerah khusus Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga pangan.
“Pemerintah harus turun segera mengandilakan harga pasar yang terus naik dan tidak stabil Karna ini berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.
PMII Mamuju mengatakan lonjakan harga ini merupakan rekor terbaru pada pemerintahan Presiden Jokowi.
Saat ini harga beras medium di pasar tradisional Mamuju dijual dengan harga Rp 15.500 per kilogram dan beras premium dijual Rp 16.500 per kilogram.
Selain harga beras, harga telur ayam juga ikut naik, sebelumnya diharga Rp 25 ribu per kilogram naik jadi Rp 32 ribu per kilogram.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
