Proyek Sanitasi di Kantor Bupati Mamasa Diduga Bermasalah, Subkon Ngaku Belum Dibayar Sejak 2024
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kantor Bupati Mamasa di Osango, Kecamatan Mamasa,Sulawesi Barat,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, Mekora.id – Kantor Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan. Kali ini, muncul keluhan dari seorang subkontraktor yang mengaku belum menerima pelunasan pembayaran atas pekerjaan proyek tahun anggaran 2024.
Geradus, selaku subkontraktor, menyebut dirinya mengerjakan pemasangan sejumlah fasilitas sanitasi di Kantor Bupati Mamasa melalui CV. Wali Putra Selatan, milik seorang kontraktor berinisial S.
Ia menuturkan telah memasang sedikitnya 28 kloset, 12 wastafel, seluruh kran air, urinoir, serta perlengkapan toilet di ruang kerja Bupati.
Namun hingga kini, ia baru menerima sekitar 30 persen dari total nilai pekerjaan tersebut.
“Sudah beberapa kali dijanjikan akan dibayar, tapi belum juga terealisasi. Alasannya, kontraktor utama juga baru menerima sekitar 30 persen pembayaran dari Pemda pada akhir 2024,” ujar Geradus saat ditemui di Mamasa, Jumat (17/10/2025).
Geradus menjelaskan, pada awal kerja sama, kontraktor S meminta bantuannya karena kekurangan modal. Keduanya sepakat bahwa pelunasan akan dilakukan setelah dana proyek dicairkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).
“Terakhir, saya dijanji lagi setelah APBD Perubahan keluar. Katanya, tinggal tunggu DPA diterbitkan,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengaku mulai kehilangan harapan. Menurutnya, sejumlah proyek lain yang juga dikerjakan pada tahun anggaran 2024 sudah lebih dulu dibayarkan.
“Kalau memang tidak dibayar, yah kami anggap musibah saja. Tapi kami heran, kenapa ada proyek lain tahun 2024 yang sudah lunas,” ucapnya.
Geradus mengaku tak ingin menekan pihak kontraktor utama karena mengetahui kondisi keuangannya yang juga sulit. Namun, ia berharap Pemda Mamasa memberikan perhatian agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan.
“Kami tahu saudara S juga terus berusaha mengurus pencairan demi melunasi pekerjaan kami. Tapi kalau memang tidak ada kejelasan, saya akan bongkar saja semua perlengkapan yang kami pasang, daripada terus dipakai tanpa pelunasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebagian material bahkan masih menunggak pembayaran ke para tukang.
“Kami tetap yakin pemerintahan WS-Hadir bisa mencari solusi. Tapi kalau tidak, yah apa boleh buat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun kontraktor CV. Wali Putra Selatan belum memberikan tanggapan terkait persoalan ini.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News