Persekutuan Pemuda GKSB Lakukan Perombakan, Jems Paridi Nahkodai BPKP Sinode
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 7 Apr 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua BPKP GKSB, Jems Paridi. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id — Badan Pelayanan Kategorial Pemuda (BPKP) Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB), sebagai wadah resmi persekutuan pemuda di bawah naungan Sinode GKSB, melakukan langkah strategis dengan merombak struktur organisasinya. Langkah ini diambil untuk memperkuat kepengurusan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepemudaan di lingkungan gereja.
Dalam rapat yang digelar pada Sabtu, 2 Maret 2024, Pengurus Pusat Pemuda GKSB tingkat sinode menetapkan perubahan signifikan dalam jajaran pengurus. Sebanyak enam orang pengurus sebelumnya digantikan akibat ketidakaktifan dalam pelayanan serta perpindahan domisili ke luar wilayah sinode.
Perombakan ini dinilai sebagai respon atas berbagai tantangan yang dihadapi pelayanan pemuda, salah satunya adalah menurunnya proses pengkaderan yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter dan spiritualitas pemuda gereja.
“Pengkaderan adalah metode penting untuk menanamkan prinsip pelayanan dalam diri pemuda. Kita perlu menyiapkan mental pemuda agar mampu memberi diri dalam pelayanan secara total, tidak mudah goyah oleh pengaruh perkembangan zaman,” ungkap Jems Paridi, Ketua BPKP Sinode, kepada Mekora.id, Minggu (6/4/2025) malam.
Dengan komposisi baru, diharapkan muncul semangat baru, gagasan segar, serta inovasi yang mampu membawa pelayanan kepemudaan GKSB menjadi lebih relevan dan berdampak. Para pengurus baru juga ditargetkan mampu menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga kepemudaan, komunitas, hingga instansi pemerintah demi memperkuat jaringan serta kapasitas pelayanan.
“Kami percaya bahwa pemuda GKSB harus siap bersaing secara intelektual, serta membangun interaksi yang luas. Apalagi ke depan kita dihadapkan pada tantangan besar, seperti perpindahan Ibu Kota Negara (IKN). Ini momentum penting bagi pemuda gereja untuk tampil dan terlibat lebih aktif,” tambah Jems Paridi.
Mengusung semangat “GKSB Rumah Bersama”, persekutuan pemuda diajak untuk terus menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan, dan menjadi pilar penting dalam pelayanan gereja yang inklusif serta kontekstual terhadap dinamika zaman.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
