Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Pemprov Sulbar Berlakukan Pembatasan Siswa Bawa HP ke Sekolah, Berlaku Mulai 12 Februari 2026

Pemprov Sulbar Berlakukan Pembatasan Siswa Bawa HP ke Sekolah, Berlaku Mulai 12 Februari 2026

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Mulai pertengahan Februari 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi membatasi penggunaan handphone (HP) di sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar yang diterbitkan pada 12 Februari 2026, sebagai langkah strategis menekan distraksi digital sekaligus membentuk karakter siswa di era teknologi.

Dinas Pendidikan Sulbar menegaskan, pembatasan penggunaan smartphone di lingkungan sekolah bukan berarti pelarangan total. HP tetap dapat dimanfaatkan sebagai media dan sumber belajar, namun penggunaannya harus seizin serta dalam pengawasan guru agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Kebijakan ini disebut sejalan dengan misi Pancadaya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam mendorong keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan penguatan karakter peserta didik. Pemprov berharap aturan ini mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, aman, serta fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Aturan Penggunaan HP di Sekolah
Peserta didik tidak diperkenankan menggunakan handphone selama jam sekolah untuk kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan pembelajaran. Penggunaan hanya diperbolehkan :

  1. Digunakan sebagai media atau sumber belajar
  2. Mendapat izin dan pengawasan guru
  3. Menjadi bagian dari perencanaan pembelajaran di kelas

Selain Siswa, Pemprov Sulbar juga meminta para Guru dan tenaga kependidikan untuk menggunakan handphone secara profesional dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, kepala sekolah diberi kewenangan mengatur teknis pelaksanaan kebijakan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

“Kepala sekolah bertanggung jawab menetapkan kebijakan internal terkait penggunaan smartphone, melakukan pengawasan, serta mengintegrasikan aturan tersebut ke dalam tata tertib sekolah.
Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban mengawasi penggunaan handphone siswa serta memberikan edukasi literasi digital dan etika bermedia sosial.”

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Casis gantung diri di Mamuju

    Diduga Depresi Diputusin Pacar, Seorang Casis di Mamuju Akhiri Hidup di Kamar Kosnya

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Note : Kami tidak menganjurkan siapapun untuk meniru tindakan serupa, berita yang kami sajikan hanya informasi. Tidak dimaksudkan untuk memotivasi dan mendorong siapapun melakukan hal yang sama. Jika anda atau orang yang anda kenal mengalami depresi atau membutuhkan bantuan konseling, segera lakukan tindakan atau hubungi tenaga profesional.   MAMUJU, Mekora.id – Seorang Calon Siswa (Casis) yang […]

  • Imsakiyah Pasangkayu

    Jadwal Imsakiyah-Buka Puasa Pasangkayu dan Sekitarnya Ramadhan 1447 H/2026

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 667
    • 0Komentar

    PASANGKYU, Mekora.id – Umat Muslim di Indonesia khususnya di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mulai mempersiapkan diri menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada pada 19 Februari 2026. Jadwal Imsakiyah merupakan hal penting untuk mempersiapkan ibadah lebih baik. Untuk itu kami telah merangkum jadwal imsakiyah untuk wilayah Kabupaten Pasangkayu dan Sekitarnya. Berikut jadwal imsakiyah resmi yang […]

  • Dinkes Mamuju

    Dugaan Korupsi Senilai 2,5 Miliar di Dinkes Mamuju Sedang Diusut

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 119
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Dugaan korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju sedang menyeruak, saat ini penyidik dari kepolisian sedang melakukan penyidikan pada dugaan mark up pengadaan alat antropometri  senilai Rp2,5 miliar. Alat antropometri merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan memantau berat badan, panjang badan, dan status gizi balita. Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Kompol […]

  • Wakil Wali Kota Bontang Apresiasi Program Siap Siaga 2025

    Wakil Wali Kota Bontang Apresiasi Program Siap Siaga 2025

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mewakili Wali Kota menghadiri seremoni Program Evolution Siap Siaga 3 bertajuk “Simulasi Tanggap Bencana, Keselamatan Generasi Muda Terjaga” yang digelar di Ballroom Hotel Grand Equator, Senin pagi (25/8/2025). Acara ini merupakan kolaborasi PT Pupuk Kaltim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Turut hadir jajaran direksi […]

  • Dewan Pers

    3 Pasang Capres/Cawapres Akan Deklarasi Kemerdekaan Pers

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 105
    • 1Komentar

    JAKARTA, mekora.id – Dewan Pers bersama segenap masyarakat pers siap melakukan “Deklarasi Kemerdekaan Pers” yang dihadiri oleh tiga pasang Capres/Cawapres di Hall Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu dalam acara persiapan Deklarasi di Dewan Pers pada Senin, 5 Februari 2024 mengatakan, Deklarasi Kemerdekaan Pers ini sebagai komitmen dari tiga […]

  • GMNI Mamuju

    Korban Tewas di Gaza Meningkat, GMNI Mamuju Serukan 4 Poin Demi Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 4 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 147
    • 3Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Konflik di Gaza kini makin memilukan, berdasarkan laporan The Guardian Jumat (3/11/2023) sebanyak 9.061 orang tewas akibat serangan pasukan Israel yang membalas kelompok Hamas sejak 7 Oktober lalu. Dari korban jiwa itu, sebanyak 3.760 diantaranya anak-anak dan 2.326 perempuan. Sedangkan 32.000 lainnya mengalami luka-luka. Melihat skala itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) […]

expand_less