Mengalap Berkah Tuhan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Jumat, 13 Des 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mengalap Berkah Tuhan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh : Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)
Ngalap atau mengharap berkah sebagaimana dilakukan orang-orang sebenarnya sepenuhnya kepada Tuhan saja. Orang-orang yang diharap berkah darinya, seperti orang Shaleh sekelas Nabi, Wali semua mencari jalan mendekatkan diri kepada Tuhan mereka. Al-Qur’an juga tidak serta-merta memberi Syafa’at bahkan dapat bersifat sebaliknya meski sebagai “Kalam Tuhan”.
Tuhan meridhai adalah syarat keberkahan bisa di dapat juga diharap atasnya. Sebab keberkahan sebagaimana cabang kebaikan lain seperti keselamatan, rahmat adalah totalitas dari Allah maka manusia yang dianugerahi atasnya keberkahan juga berharap padaNya. Tidak patut mengharap keberkahan yang bermakna kebaikan berkelanjutan atau bersifat terus-menerus dengan menyalahi kaidah tersebut.
Nabi Muhammad yang paling diharap keberkahan seperti berupa syafaat yang senantiasa dinanti banyak orang di hari kiamat, bahkan tidak kuasa menjamin keselamatan bagi puteri tercinta Fathimah.
Terkait syafaat, Syafa’at Allah adalah yang paling utama selain melalui hamba-hambaNya yang diridhoiNya. Al-Qur’an sebagai di antara yang dapat memberi keberkahan berupa syafaat tersebut ternyata dapat menjadi mudharat.
Maka, syarat menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi laranganNya selain sebagai jalan kebaikan juga akan membawa keberkahan dalam kehidupan baik berupa Sunnah Rasul, usaha para Wali/Ulama’ maupun berbagai syariat yang tercantum dalam Al-Qur’an.
Sebagai contoh, terkait syafaat, kesalahan yang berpuncak pada kefatalan adalah memohon dengan terdapat sikap lalai (gagal) fokus bahwa yang diharapkan pertolongan tersebut sesungguhnya Allah. Sehingga pengabdian atau usaha ngalap berkah tersebut justru terpatri kepada selainNya.
Padahal sosok yang diharap darinya keberkahan adalah juga mengharap keberkahan dari Allah. Dia juga mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah yang memiliki kunci-kunci perbendaharaan keberkahan langit dan bumi.
Pada titik tertentu, ngalap berkah kepada sesama makhluk Allah merupakan sikap kerja sama atau sama-sama mendekatkan diri kepada Allah.
Ngalap berkah adalah hubungan kerja sama, artinya terdapat sikap saling mengisi yang sama-sama dalam kondisi butuh keberkahan dari Tuhan. Bahkan pada titik tersebut tidak jarang saling berlomba dalam memperbanyak kebaikan dan/ atau meningkatkan kualitasnya.
Kekeliruan atau gagal fokus ini sering kali menjadi bagian dari sebab dari kekeliruan-kekeliruan selanjutnya. Seperti sikap merasa lebih baik atau aman dalam kondisi tertentu.
Seseorang merasa lebih pantas untuk mendapatkan atau menduduki suatu posisi lantaran dirinya adalah merasa paling miskin, atau paling fakir di antara mereka, atau paling susah hidupnya. Padahal kondisi ini bisa jadi lantaran ketidakmampuannya meraih sesuatu kebaikan dunia atau mempertahankannya dari serangan musuh.
Perasaan sakit, kekeliruan atau gagal fokus dengan disadari atau tidak yang dijadikannya alasan pembenaran dari usaha menjadi lebih baik. Maka fokuslah kepada Allah baik dalam rangka ngalap berkah maupun yang lainnya!
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
