Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Lagi, Warga Sakit di Kalumpang Mamuju Ditandu 30 Kilometer Karena Akses Jalan Rusak

Lagi, Warga Sakit di Kalumpang Mamuju Ditandu 30 Kilometer Karena Akses Jalan Rusak

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Akses jalan yang buruk di wilayah pedalaman Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, kembali menyita perhatian publik. Enos (42), warga Desa Lasa, Kecamatan Kalumpang, harus dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 30 kilometer menuju fasilitas kesehatan terdekat lantaran tak ada akses jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor.

Kejadian memilukan ini terjadi pada Selasa (6/8/2025) sore hingga malam hari. Dalam kondisi hujan deras, warga secara bergotong royong mengevakuasi Enos yang mengalami sakit parah di bagian perut. Evakuasi dilakukan melewati jalur ekstrem yang licin, berlumpur, dan berbatu, dengan penerangan seadanya.

Setelah menempuh perjalanan selama berjam-jam, Enos akhirnya tiba di Puskesmas Batuisi, Desa Karataun, sekitar pukul 22.10 WITA. Namun, karena kondisinya terus memburuk, ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Manakarra di Kota Mamuju untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Adik korban, Estepanus, mengungkapkan bahwa keterbatasan akses jalan sudah menjadi persoalan lama yang membebani warga.

“Setiap kali ada yang sakit parah, kami harus menempuh jalan setapak dengan berjalan kaki atau ditandu. Mobil sama sekali tidak bisa masuk,” ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu pagi (7/8/2025).

Penjabat Kepala Desa Lasa, Freddy Yusak P. Tande, membenarkan bahwa Enos mulai mengeluhkan sakit pada 5 Agustus dan kondisinya semakin parah keesokan harinya. Atas kesepakatan bersama antara keluarga dan aparat desa, evakuasi dilakukan mulai pukul 15.00 WITA menggunakan tandu darurat.

“Pasien awalnya enggan dibawa, tapi melihat kondisinya menurun drastis, kami mendorong keluarga agar segera mengevakuasi,” ujar Freddy.

Freddy menegaskan bahwa kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Ia berharap Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulbar segera mengambil langkah konkret dalam membenahi infrastruktur dasar di Kalumpang dan wilayah sekitarnya.

“Jalan dan jembatan penghubung menjadi kunci. Kami sangat berharap pembangunan jembatan di Dusun Menangah, yang menghubungkan Desa Lasa, Desa Siraun, dan Desa Salumakki, bisa diprioritaskan. Akses kendaraan roda empat sangat dibutuhkan demi keselamatan warga,” tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tindak lanjut pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOMISI IV DPRD SULBAR

    Komisi IV DPRD Sulbar ke Sulsel Pelajari Pelayanan Perpustakaan Basis Digital

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Komisi IV DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan Kerja ke Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (16/01/2024). Itu dilakukan untuk dalam sharing informasi terkait pelayanan perpustakaan berbasis digital. Kunjungan itu di terima langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Andi Sangkawana, dalam kunjungan tersebut hadir Ketua Komisi IV H. Marigun Rasyid dan […]

  • Peninjauan Tambang Pasir di Kalukku

    DPRD Sulbar Janji Evaluasi Izin Tambang Pasir di Sungai Kalukku

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – DPRD Sulbar mulai menyoroti perusahaan tambang pasir PT. Jaya Pasir Andalan yang akan beroperasi di hilir Sungai Kalukku, Kabupaten Mamuju. Izin yang telah terbit akan ditinjau ulang. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Sementara DPRD Sulbar, Munandar Wijaya, setelah melakukan peninjauan di Desa Beru-Beru dan Desa Kalukku Barat, lokasi yang rencananya akan […]

  • Wawali Bontang Targetkan Data Kemiskinan Rampung Agustus

    Wawali Bontang Targetkan Data Kemiskinan Rampung Agustus

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle zul
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Mekora.id – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pentingnya akurasi data kemiskinan sebagai pijakan utama dalam merumuskan program pemerintah. Ia menargetkan, pendataan yang tengah difinalisasi Pemkot harus rampung paling lambat 31 Agustus 2025. “Walaupun sempat melewati batas waktu 15 Agustus, saya minta tetap diselesaikan dengan cermat. Kalau datanya akurat, tidak ada program yang sia-sia, […]

  • Ketua GMNI Mamuju

    GMNI Mamuju Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 217
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju mengecam keras tindakan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Insiden tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal dan dinilai sebagai bentuk teror terhadap gerakan masyarakat sipil. Ketua GMNI Cabang Mamuju, Dicky Wahyudi, menilai serangan […]

  • Rakor Pemberantasan Korupsi DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar ke KPK, Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 117
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr. Hj. Amalia Fitri, SE., MM, menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Barat Tahun 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/8/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV KPK RI ini bertujuan memperkuat […]

  • Abdul Halim Wakil Ketua DPRD Sulbar

    Intip Karir Politik Abdul Halim, Wakil Ketua DPRD Sulbar Bukan Dari Darah Pejabat

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 288
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Abdul Halim, resmi dilantik jadi Wakil Ketua DPRD Sulbar periode 2024-2029. Ia menjadi salah satu dari empat unsur pimpinan bersama Ketua DPRD Amalia Fitri, Wakil Ketua Suraidah Suhardi, dan Wakil Ketua II, Munandar Wijaya. Menariknya, Politikus PDI Perjuangan kelahiran Wonomulyo 1979 itu satu-satunya Pimpinan DPRD Sulbar periode 2024-2029 yang bukan anak Bupati […]

expand_less