MAMUJU, Mekora.id – Polemik video pengisian solar bersubsidi menggunakan jeriken di SPBU 74.915.07, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dijawab oleh pihak pengelola SPBU dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Pihak SPBU Simboro menyatakan, aktivitas yang terekam dalam video tersebut merupakan pelayanan pengisian BBM bagi nelayan yang mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Perikanan.
Asisten Manajer SPBU Simboro, Sulkasi Suldi, mengatakan SPBU tersebut menjadi salah satu rujukan pengisian BBM bagi nelayan dari wilayah pesisir Mamuju. Pengisian untuk nelayan, kata dia, sengaja dijadwalkan pada malam hari guna menghindari penumpukan antrean kendaraan pada siang hari.
“Itu merupakan video saat para nelayan mengisi, di mana para nelayan tersebut memiliki surat rekomendasi dari Dinas,” ujar Sulkasi, Senin, (21/9/2026) sore.
Menurutnya, pengaturan waktu pengisian dilakukan secara khusus agar kebutuhan BBM nelayan tetap terlayani tanpa mengganggu antrean kendaraan yang mengisi BBM pada siang hari.
“Pengisian para nelayan memang sengaja dijadwalkan malam. Itu untuk menghindari antrean saat kendaraan mengisi di siang hari,” jelasnya.
Sulkasi juga memastikan pihak SPBU melakukan pengawasan terhadap distribusi solar bersubsidi. Ia menegaskan, nelayan yang tidak memiliki surat rekomendasi tidak akan mendapatkan pelayanan pengisian.
“Kami memastikan video tersebut merupakan nelayan yang mengambil BBM solar untuk melaut. Kami juga sudah melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi. Bagi yang tidak punya rekomendasi, tidak akan kami layani,” tegasnya.
Pertamina Benarkan Pengisian untuk Nelayan
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pengelola SPBU Simboro.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Lilik, aktivitas pengisian yang terekam dalam video tersebut merupakan pelayanan BBM bagi nelayan yang memiliki surat rekomendasi.
Ia menjelaskan, pihak SPBU sebenarnya telah memasang pemberitahuan mengenai pengisian BBM bersubsidi bagi nelayan. Namun, papan atau tanda tersebut tidak terlihat secara jelas dalam video yang beredar.
“Pada saat di video sebenarnya sudah terpasang palangnya, tetapi sepertinya tertutup dan pengambilan video dari belakang sehingga tidak terlihat,” ungkap Lilik.
Meski demikian, Pertamina Patra Niaga telah mengarahkan pihak SPBU untuk menambahkan papan informasi yang lebih jelas dan mudah terlihat oleh masyarakat saat pelayanan pengisian BBM berdasarkan rekomendasi berlangsung.
“Sudah diarahkan menambah papan informasi sedang mengisi rekom,” ujarnya.
Video Pengisian Jeriken Beredar
Sebelumnya, video berdurasi 24 detik yang direkam pada 5 September 2026 beredar di publik. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah jeriken berbaris dan digunakan dalam aktivitas pengisian solar bersubsidi di SPBU Simboro.
Video itu kemudian menuai sorotan, termasuk dari DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju. Organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.


