Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » GMNI Mamuju Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Tambang Ilegal di Kalumpang

GMNI Mamuju Desak Polisi Bongkar Aktor Intelektual Tambang Ilegal di Kalumpang

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas jaringan tambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kalumpang. GMNI menegaskan, penindakan tidak boleh berhenti hanya pada penyitaan alat berat dan penangkapan pekerja lapangan.

Ketua DPC GMNI Mamuju, Dicky Wahyudi, menilai pengungkapan tiga lokasi tambang ilegal di Kalumpang harus menjadi pintu masuk untuk membongkar aktor intelektual dan pemodal di balik aktivitas pertambangan yang merusak lingkungan tersebut.

“Alat berat tidak mungkin berjalan sendiri ke tengah hutan Kalumpang tanpa komando dan dukungan modal. Menangkap operator tanpa menyeret pemilik modal hanyalah dagelan hukum,” tegas Dicky dalam keterangannya, Kamis (29/4/2026).

Menurutnya, praktik tambang ilegal di Kalumpang bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan lingkungan yang terstruktur dan sistematis. Aktivitas tersebut, kata dia, telah merampas hak ekologis masyarakat sekaligus mengancam keberlanjutan lingkungan hidup.

GMNI meminta Polresta Mamuju menerapkan pendekatan multi-door system dalam penanganan perkara. Selain menjerat pelaku dengan Undang-Undang Minerba, aparat juga didorong menggunakan Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Siapa yang mendanai mobilisasi alat berat? Ke mana emas hasil tambang ilegal itu dijual? Ini yang harus dibongkar sampai ke akar-akarnya,” ujarnya.

GMNI juga menyoroti kemungkinan adanya pembiaran terorganisir. Pasalnya, alat berat berukuran besar diduga masuk ke kawasan hutan melalui jalur umum tanpa terdeteksi.

“Kami mendesak adanya audit menyeluruh terhadap seluruh pos pengawasan di jalur menuju Kalumpang, termasuk penyelidikan terhadap kemungkinan keterlibatan oknum aparat atau pemerintah setempat,” katanya.

Selain aspek pidana pertambangan, GMNI menilai kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana lingkungan hidup. Kerusakan di kawasan hulu Sungai Kalumpang disebut berpotensi menimbulkan bencana ekologis bagi masyarakat di wilayah hilir.

GMNI pun menuntut Polresta Mamuju segera mengumumkan pemilik sebenarnya (beneficial ownership) dari tiga unit ekskavator yang disita dalam waktu sesingkat mungkin.

“Rakyat berhak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan tanah dan hutan mereka,” tegas Dicky.

GMNI memperingatkan akan menggelar aksi besar-besaran apabila penanganan kasus ini mandek dan hanya menyasar pelaku lapangan.

“Jika dalam sebulan kasus ini hanya berhenti pada operator atau buruh, kami akan menyatakan mosi tidak percaya kepada APH dan menggalang aksi massa,” ujarnya.

Sebelumnya, Polresta Mamuju menggerebek tiga lokasi tambang emas ilegal di wilayah Batuisi, Kecamatan Kalumpang. Dalam operasi tersebut, polisi menyita tiga unit alat berat serta sejumlah peralatan tambang.

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan pihaknya tengah mendalami pihak-pihak yang diduga menjadi pemodal utama tambang ilegal tersebut.

“Kami sementara melakukan penyelidikan terkait aktor-aktornya. Dalam waktu dekat akan kami tingkatkan ke tahap penetapan tersangka,” kata Ferdyan saat konferensi pers, Selasa (27/4/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aktivitas tambang ilegal itu diduga telah merusak sedikitnya 20 hektare kawasan hutan di Kalumpang.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Panggil Perusahaan Tambang Sulbar

    ESDM Sulbar Panggil 25 Perusahaan Tambang Usai Temuan BPK Soal Jaminan Reklamasi

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengumpulkan 25 perusahaan tambang dalam rapat bersama Inspektur Tambang wilayah Sulbar di Aula Kantor ESDM Sulbar, Kamis (9/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia terkait kepatuhan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta kehutanan di sektor […]

  • Ekonomi Sulbar Triwulan 3 2024

    Ekonomi Sulbar Triwulan III 2024 Melempem, Terendah Sejak 2022

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 138
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ekonomi Sulawesi Barat (Sulbar) pada triwulan III 2024, mengalami kontraksi 0,91 persen. Itu setelah ekonomi Sulbar hanya mampu tumbuh sebesar 2,16 persen. Angka itu turun dari 4,30 persen pada triwulan II 2024. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, per 5 November 2024. Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Barat itu, […]

  • Peletakan Batu Pertama Masjid Syuhada Mamuju

    Dibangun Kembali, Masjid Raya Suada Mamuju Akan Gunakan Arsitektur Turki Usmani

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Masjid Raya Suada Mamuju kembali dibangun pasca rusak akibat gempa 15 Januari 2021 lalu. Peletakan batu pertama dari Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menandai awal konstruksi masjid bergaya Arsitektur Turki Usmani modern tersebut. Menurut Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Prasarana Permukiman wilayah Sulawesi Barat, M. Arief, konstruksi Masjid Raya Suada Mamuju telah dimulai […]

  • Ado Damris

    Resmi Daftar KPU, Ado-Damris Usung Tagline Mamuju Baru

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 267
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id –  Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud dan Damris resmi mendaftar di KPU Mamuju, Kamis, (29/8/2024). Ado Mas’ud dan Damris tiba di KPU Mamuju sekitar Pukul 11.00 WITA, diantar oleh sejumlah simpatisan dan pengurus partai pengusung dari PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Usai mendaftar, Ado Mas’ud mengatakan, pasangan calon Ado-Damris […]

  • Ado Damris

    Duet PDIP dan Golkar di Pilkada Mamuju, Ado Mas’ud-Damris Dijadwalkan Daftar ke KPU Hari Kamis

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 189
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – PDI Perjuangan dan Partai Golkar, resmi mengusung Ado Mas’ud dan Damris di Pilkada Mamuju 2024. Keduanya merupakan ketua partai. Kepastian PDI Perjuangan mengusung Kadernya yang juga Wakil Bupati Mamuju, Ado Mas’ud berpasangan dengan Ketua DPC Partai Golkar Kabupaten Mamuju Damris, dibenarkan oleh Sekretaris DPD PDIP Sulawesi Barat (Sulbar), Charles Wiseman, saat dikonfirmasi. […]

  • Pelantikan HIPMI Sulbar

    Zulfikar Suhardi Resmi Pimpin HIPMI Sulbar, Gubernur Dorong Peran Pengusaha Muda Cetak 1.000 UMKM Baru

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 185
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Suasana meriah mewarnai Ballroom Hotel Maleo, Mamuju, Rabu malam (27/8/2025), saat Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulbar masa bakti 2025–2028. Acara itu dihadiri jajaran pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Wakil Ketua DPRD Sulbar, unsur Forkopimda, serta ratusan pengusaha muda dari […]

expand_less