Elpiji 3 Kilo Langka, Warga Tapalang Mamuju Terpaksa Antri Berhari-hari
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
- comment 1 komentar
- print Cetak

Antiran panjang warga Tapalang berburu tabung gas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Elpiji 3 kilogram sedang langka dipasaran, warga di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kesulitan mendapatkan gas melon itu.
Kelangkaan itu sudah dirasakan warga sepekan terakhir, elpiji 3 kilogram seakan menghilang di pasaran.
Antrian panjang dan berdesakan pun rela dilakukan warga di tengah ibadah ramadan untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram di salah satu pangkalan di Kelurahan Galung, Kecamatan Tapalang.
Kelangkaan itu membuat harga jual gas melon di Tapalang mengalami lonjakan mulai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.
“Kalau pun ada harga di warung bisa Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu,” kata Sunarti warga Galung yang mengantri elpiji 3 kilogram, Selasa (19/03/2023).
Ibu rumah tangga ini mengaku kecewa, karena setelah dua kali mengantri namun belum kebagian elpiji 3 kilogram. Padahal dia mengaku, gas di rumahnya telah habis.
“Sudah dua kali ke pangkalan tapi belum dapat gas,” lanjut Sunarti.
Selain itu sistem antrian di salah satu pengkalan tersebut juga dinilai keliru karena tidak terbagi merata, padahal pasokan untuk pangkalan hanya datang pada hari Selasa dan Jumat.
“Ada yang mengantri punya 3 sampai 4 tabung tetap dilayani, sehingga sebagai warga seperti kami tidak kebagian,” ungkapnya.
Saat ini kami sedang berupaya melakukan konfirmasi pada Dinas terkait tentang kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kecamatan Tapalang.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
