Ekonomi di Mamuju Tumbuh dan Dorong Sektor Makro ke Tren Positif
- account_circle mekora.id
- calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diagram pertumbuhan ekonomi di Mamuju. (Sumber : Bappepan Mamuju)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju mengalami tren positif kurun waktu tiga tahun terakhir. Data yang dirilis oleh Bappepan Mamuju menunjukan ekonomi di Mamuju perlahan pulih usai gelombang covid-19 dan gempa bumi.
Data indikator makro tahun 2022 yang dirilis pada tahun 2023 mencatat, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 2,44 persen pada 2021, menjadi 3,15 persen tahun 2022.
Selain itu, PDRB per kapita (juta Rupiah) juga mengalami peningkatan dari sebelumnya 44,11 di tahun 2021, menjadi 46,85 tahun 2022.
Kepala Bappepan Kabupaten Mamuju, dalam gelaran Forum Konsultasi Publik RKPD di Aula kantor Bupati Mamuju, Budianto Muin mengemukakan, angka itu, turut diikuti oleh penurunan angka kemiskinan dari 7,63 persen menjadi 7,57 persen di 2023.
“Hal yang sama juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka. Dimana turun dari 3,79 di tahun 2021, menjadi 3,06 di tahun 2022 dan menetap di angka yang sama pada 2023,” kata Budianto, Rabu (17/01/2024) di Mamuju.
Kontraksi positif juga terjadi pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari sebelumnya hanya 69,80 persen tahun 2021, jadi 70,35 persen pada tahun 2022, dan meningkat di 71,07 persen di tahun 2023.
Kenaikan juga telah mempengaruhi Angka Harapan Hidup yang tahun 2021 hanya 70,94, meningkat menjadi 71,36 di tahun 2022 lalu naik lagi menjadi 71,79 pada tahun 2023.
Hasil positif itu jadi atensi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Junda Maulana dalam forum itu mengatakan, indikator makro yang ditorehkan Pemkab Mamuju semakin membawa optimisme terhadap upaya pencapaian pembangunan secara nasional.
Untuk itu Junda berharap, konektifitas berbagai program kegiatan dapat dilakukan secara terpadu, lewat perencanaan yang terintegrasi dari pemerintah pusat, provinsi hingga ke pemerintah daerah.
“Tujuannya agar upaya untuk mengaktualisasi keberlanjutan pembangunan dapat dilakukan dengan baik,” pungkas Junda.
- Penulis: mekora.id



Saluran Whatsapp
Google News
