Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Dengar Keluhan Tenaga Kontrak, Khalil Gibran Janji Kawal Pendataan PPPK hingga Pusat

Dengar Keluhan Tenaga Kontrak, Khalil Gibran Janji Kawal Pendataan PPPK hingga Pusat

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dari Fraksi Partai Golkar, M. Khalil Qibran, menggelar Hearing Dialog bersama para tenaga kontrak yang belum terdaftar dalam database Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, pada Kamis (9/10/2025).

Dalam dialog tersebut, Khalil Gibran menyampaikan pentingnya pemahaman yang utuh mengenai regulasi yang mengatur mekanisme pendataan dan pengangkatan tenaga kontrak di lingkungan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa persoalan tenaga kontrak membutuhkan pendekatan kebijakan yang adil dan berpihak pada mereka yang telah lama mengabdi.

“Dalam forum ini, saya menjelaskan regulasi dan peran Komisi I DPRD Sulbar yang bermitra dengan BKD, serta bagaimana solusi agar tenaga kontrak bisa kembali masuk dalam database, baik melalui kebijakan dari BKN maupun Pemkab Mamuju,” ujar legislator yang akrab disapa Bro Galih itu.

Sebagai anggota Komisi I DPRD Sulbar, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib tenaga kontrak yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas, terutama mereka yang bekerja tanpa mengenal waktu demi kelancaran pelayanan publik.

“Tenaga kontrak yang benar-benar bekerja dengan dedikasi tinggi harus mendapat perhatian. Sepanjang mereka memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan, kami siap memperjuangkannya melalui Komisi II DPR-RI dan BKN,” tegasnya.

Kegiatan hearing tersebut berlangsung interaktif. Para tenaga kontrak yang hadir menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari ketidakjelasan status kerja hingga kendala administrasi dalam proses pendataan ulang.

Khalil Gibran berharap, melalui forum ini dapat tercipta komunikasi dua arah antara tenaga kontrak dan pemerintah daerah, sehingga lahir solusi konkret yang memberikan kepastian bagi mereka yang telah lama mengabdi di berbagai instansi.

“Masukan dari teman-teman tenaga kontrak ini sangat penting. DPRD akan terus mengawal agar proses pendataan berjalan transparan dan tidak ada yang dirugikan,” tutupnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Tabone Nosu

    Pengerjaan Jalan Tabone-Nosu 5 KM Ditarget Rampung Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 148
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id -Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh, menargetkan pengerjaan jalan poros Tabone-Nosu yang sedang berlangsung sepanjang 5 kilometer, rampung pada tahun 2024. Hal itu setelah, Zudan Arif Fakrulloh bersama Pj Bupati Mamasa, Yakob F Solon dan Balai Jalan meninjau progres pengerjaan jalan Tabone-Nosu di Mamasa, Sabtu, (30/12/2023). “Hari ini saya melihat mengecek pembangunan […]

  • Transmigrasi Sulbar

    32 Warga Transmigran Asal Yogyakarta Tiba di Sulbar

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 87
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sebanyak 32 orang atau 10 KK warga Transmigran Penduduk Asal (TPA) Yogyakarta, tiba di Mamuju, Sulawesi Barat. Senin (31/10/2023). Mereka akan ditempatkan di UPT Salulisu, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Wibowo, mengatakan para transmigran ini telah mendapatkan pembekalan SDM selama enam hari di Yogyakarta. […]

  • Demo HMI Mamasa

    Demo di Kantor Bupati, HMI Mamasa Desak Dirut RSUD Kondosapata Dicopot

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 118
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamasa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mamasa, Senin (23/12/2024). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Mamasa mencopot Direktur Utama RSUD Kondosapata yang dinilai tidak becus. Tuntutan ini berawal dari dugaan ketidaktransparan dalam pengelolaan anggaran alat kesehatan (alkes) di RSUD Kondosapata, yang […]

  • PAW Panwascam Balabalakang

    Bawaslu Mamuju Lantik PAW Panwascam Balabalakang

    • calendar_month Selasa, 12 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 67
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mamuju melantik Hamzah sebagai pengganti antar waktu (PAW) Anggota Panwascam Balabalakang, Selasa (12/12/2023). Sebelumnya, Anggota Panwascam Bala-Balakang bernama Mansyur mengundurkan diri pada September 2023 lalu. “Kenapa baru hari ini selesai prosesnya, karena kita terkendala komunikasi yang sulit. Kemudian, kita sudah menghubungi tiga orang daftar cadangan, tetapi ketiganya […]

  • Sekwan DPRD Sulbar

    Apel Virtual, Jajaran Sekwan Sulbar Diminta Responsip

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 24
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Jajaran Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Sulbar mengikuti apel secara virtual di rumah aspirasi, Senin, (19/02/2024). Rapat yang dipimpin Pj Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh diikuti Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Hamzih, di dampingi Kabag Umum dan Keuangan Stephanus Buntu Madika, Kabag Persidangan Musra Awaluddin, Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Irma […]

  • RTRW Sulbar

    RTRW Sulbar Dikebut : Hutan Lindung, Investasi, Hingga Kawasan Strategis Jadi Pembahasan Utama

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 175
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mempercepat finalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tengah tumpukan persoalan klasik. Kawasan Hutan yang sudah lama dihuni warga, fasilitas publik yang terlanjur berdiri, serta investasi yang kerap tersendat akibat ketidakpastian ruang jadi poin utama. Isu-isu krusial itu mengemuka dalam rapat koordinasi lintas sektor antara Pemprov […]

expand_less