Buku Suku Makki Karya Silas Salamangi, Jadi Bagian Bacaan di Perpustakaan Mamuju
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 4 Sep 2023
- comment 3 komentar
- print Cetak

Buku Suku Makki Dalam Lintasan Sejarah diserahkan ke Perpustakaan Kabupaten Mamuju.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Buku ‘Suku Makki’ dalam lintasan sejarah, karya sejarawan asal Kalumpang, Silas Salamangi. Jadi tambahan bacaan di Perpustakaan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Buku yang ditulis dari puzzle ingatan dan catatan tua itu, mengulas sejarah peradaban, penghuni mula-mula, budaya, dan hukum adat Makki. Dikemas bahasa ringan dengan tebal 204 halaman.
Menurut Perwakilan penulis, Abdi Latief, penyerahan buku itu diharapkan menjembatani informasi yang lebih luas kepada publik. Bahwa karya tulis itu langsung dari dari jemari putra daerah.
“Kami melihat, Perpustakaan bisa menjembatani informasi lebih luas kepada publik tentang buku tersebut.” kata Abdi Latif, Jumat (01/09/2023).
Karya Silas Salamangi itu, mendobrak literatur dari Kalumpang. Muncul pertama kali tahun 2019 dalam bentuk naskah, kemudian dicetak dan disempurnakan tahun 2022.
Dalam prakata di halaman depan buku Suku Makki, Silas Salamangi menyebut, sejak tahun 2004 memulai tulisannya itu, kemudian baru diselesaikan tahun 2016.
Namun jauh sebelumnya, dua peristiwa penting tahun 1959 dan 1987, jadi pendorong utama yang menggugahnya mulai menulis Suku Makki.
Menurut Abdi Latief, kegelisahan Silas Salamangy terkait hilangnya lintasan sejarah oleh globalisasi dan semakin jauhnya generasi muda pada tradisi, jadi motivasi lain sang sejarawan menulis buku itu.
“Menurutnya, selama ini ada kebingungan yang dirasakan sendiri oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau serta beberapa wilayah persebarannya terkait identitas,” kata Abdi.
Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Mamuju, Muhammad Fausan Basir, setelah menerima buku Suku Makki mengatakan, buku ini sangat penting sebagai literatur generasi muda.
Untuk itu dia mengundang siapapun yang ingin membacanya bisa datang ke Perpustakaan Kabupaten Mamuju.
“Semoga buku ini dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi Mamuju kedepannya,” ungkap Muhammad Fausan Basir.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
