MAMUJU, Mekora.id – Biddokkes Polda Sulawesi Barat membentuk Tim Efektif untuk menjalankan program KETUK DOORS TBC, sebuah inovasi yang melibatkan Bhabinkamtibmas dalam upaya deteksi dini dan edukasi pencegahan Tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat.
Program tersebut diperkenalkan dalam Forum Pembentukan Tim Efektif sebagai bagian dari persiapan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV Berdaya Saing Global Tahun 2026 yang digelar di Aula Biddokkes Polda Sulbar, Mamuju, Kamis (31/7/2026).
Dokter Forensik Biddokkes Polda Sulbar, AKBP Dr. dr. Mauluddin M., S.Sos., Sp.F., M.H., mengatakan Indonesia masih menghadapi beban kasus TBC yang tinggi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, terdapat empat tantangan utama dalam penanggulangan TBC, yakni tingginya beban penyakit, rendahnya literasi masyarakat akibat stigma dan hoaks, keterlambatan diagnosis karena pasien datang saat kondisi sudah berat, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap proses skrining.
“Saat ini kita menghadapi empat isu besar, yaitu beban penyakit masih tinggi, literasi masyarakat rendah karena masih ada stigma dan hoaks, diagnosis terlambat, serta kepercayaan publik menurun karena skrining dianggap menakutkan,” ujar Mauluddin.
Melalui program KETUK DOORS TBC, Bhabinkamtibmas akan mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi, melakukan skrining gejala awal, serta mengarahkan warga yang berisiko ke puskesmas.
Menurut Mauluddin, pendekatan tersebut diharapkan mampu menghilangkan stigma masyarakat terhadap pemeriksaan TBC.
“Kita ubah narasinya. Dari pemeriksaan TBC menjadi pemeriksaan kesehatan paru gratis bersama Bhabinkamtibmas. Ketika yang mengetuk pintu adalah aparat yang dikenal dan dipercaya warga, komunikasi akan lebih efektif,” katanya.
Selain kunjungan dari rumah ke rumah, program ini juga memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, seperti grup WhatsApp tingkat RT, media sosial, kegiatan Posyandu, hingga pengajian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Sasaran utama program ini meliputi masyarakat yang memiliki gejala TBC dan kontak serumah pasien, kemudian keluarga, pengurus RT, media, serta organisasi kemasyarakatan sebagai sasaran pendukung.
Mauluddin menegaskan, keterlibatan Bhabinkamtibmas menunjukkan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program kesehatan masyarakat.
“Saat ini Bhabinkamtibmas juga menjadi duta kesehatan. Ini bentuk nyata Polri hadir untuk masyarakat. Mari bersama ketuk pintu, buka jalan menuju Indonesia Bebas TBC 2030,” ujarnya.
Ke depan, program KETUK DOORS TBC akan disosialisasikan oleh Direktorat Binmas Polda Sulbar kepada seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat dan dilaksanakan secara terpadu bersama dinas kesehatan di masing-masing daerah.
