MAMUJU, Mekora.id – Aliansi Disabilitas Nusantara Sulawesi Barat mendesak kepolisian mengusut secara menyeluruh kematian Suci (30), perempuan penyandang disabilitas yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Lingkungan Tampalangbagu, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Mamuju, Senin (14/9/2026) pagi.
Ketua DPD Aliansi Disabilitas Nusantara Sulbar, Rahmat, menyatakan keprihatinannya atas kematian Suci. Ia meminta kepolisian memastikan seluruh fakta di balik penemuan jasad korban dapat terungkap.
Rahmat mengatakan pihaknya mempercayakan proses penanganan kasus tersebut kepada kepolisian, termasuk Polresta Mamuju dengan dukungan Polda Sulbar.
“Saya mengecam tindakan yang mengakibatkan meninggalnya almarhumah Suci. Saya berharap penuh dan mempercayai sepenuhnya penegak hukum, dalam hal ini Polresta Mamuju yang didukung Polda Sulbar, agar mengungkap kasus ini,” kata Rahmat.
Menurutnya, apabila hasil penyelidikan nantinya menemukan adanya pihak yang menyebabkan atau terlibat dalam kematian Suci, proses hukum harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau di kemudian hari ada pelaku yang terindikasi melakukan atau menghilangkan nyawa almarhumah, maka harus dihukum, bukan seadil-adilnya, tapi seberat-beratnya. Karena apa pun alasannya, tidak boleh menghilangkan nyawa orang lain,” tegasnya.
Rahmat juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyatakan Aliansi Disabilitas Nusantara Sulbar siap mengawal perhatian terhadap kasus tersebut hingga proses penanganannya selesai.
“Saya kira itu kecaman saya terhadap apa yang terjadi pada almarhumah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Saya akan siap kalau terus ingin mengawal sampai selesai,” ujarnya.
Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
Sebelumnya, Suci ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terlentang di pinggir pantai. Dari pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah luka pada bagian tubuh korban.
Polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh korban sekaligus memastikan penyebab kematiannya.
“Korban dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna mengetahui kondisi serta penyebab kematian,” kata Kapolsek Kalukku AKP Hadaming.
Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian Suci.
Karena itu, polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi selesai.