Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Marak Kekerasan Seksual, Sarinah GMNI Mamuju Tuntut Perlindungan Perempuan Dikuatkan

Marak Kekerasan Seksual, Sarinah GMNI Mamuju Tuntut Perlindungan Perempuan Dikuatkan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Puluhan Perempuan dari Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), di Jl. A. Malik Pattana Endeng, Mamuju, pada, (04/12/2024).

Puluhan Mahasiswa tersebut membentangkan spanduk yang bertuliskan “Sarinah Bersuara, Sulbar Darurat Kekerasan Seksual” dengan menggunakan komando sambil melantunkan orasi di depan Pintu Gerbang Kantor Gubernur Sulbar.

Koordinator Lapangan, Sarinah Uny, dalam orasinya mengatakan maraknya terjadi kekerasan seksual terhadap Perempuan di Sulawesi Barat kini semakin memprihatinkan. Bahkan sejumlah kekerasan perempuan dilakukan orang terdekat.

Untuk itu, di menuntut Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agar segera mengambil kebijakan untuk melindungi kaum perempuan dari kekerasan seksual yang terus menghantui.

Dia menyebut, pemerintah daerah gagal untuk menerapkan  Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UUT PKS). Padahal perlindungan perempuan telah tetapkan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual yang mengatur pencegahan, penanganan, perlindungan dan pemulihan segala bentuk tindak pidana kekerasan seksual.

“Seharusnya ini menjadi, salah satu titik fokus Dinas terkait dalam kerjanya untuk mensosialisasikan UU TPKS guna mencegah agar tidak terjadinya tindak pidana kekerasan seksual yang dapat membuat korban trauma berat,” kata Uni.

Selain menyoroti kekerasan perempuan, para Sarinah GMNI Mamuju juga ikut menyoroti fenomena pekerja di bawa umur. Wakil Ketua Bidang Kesarinahan GMNI Mamuju, Sarinah Nelvi, mengungkapkan fenomena anak di bawa umur yang bekerja itu marak terjadi di Kota Mamuju, padahal seharusnya mereka mendapat pendidikan yang layak dan Negara menjamin itu.

“Bisa kita lihat pak, sekitar pantai Manakarra,” ucap Nelvi.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • AIM Kampanye di Suka Maju Mamuju Tengah

    Kampanye di Suka Maju, AIM Janji Tingkatkan SDM dan Lahirkan Kebijakan Pro-Petani Sawit

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 76
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Barat (Sulbar) Andi Ibrahim Masdar (AIM) melanjutkan kampanye di  Desa Suka Maju, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, pada, Sabtu, (12/10/2024). Dalam pertemuan tersebut, AIM disambut hangat oleh masyarakat dan sejumlah tokoh yang mayoritas berprofesi sebagai petani sawit. Dihadapan warga Suka Maju, mantan Bupati Polman ini menyatakan bahwa kedepan […]

  • Pelepasan siswa di SDN 4 Mamuju

    Kepala Dinas Pendidikan Mamuju Hadiri Pelepasan Siswa di SDN 4

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 112
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Murniani, menghadiri acara pelepasan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SD) Negeri 4 Kabupaten Mamuju, di Jl.  Atiek Suteja, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju. Pada, Kamis, (20/6/2024). Kepala sekolah dasar (SD) Negeri 4 Mamuju, Nur Ardianti, kepada wartawan mengatakan, kegiatan tersebut bertemakan “Mewujudkan Generasi Millenial […]

  • Mahasiswa UGM di Sulbar

    Mahasiswi UGM Kenalkan Budidaya Maggot untuk Atasi Masalah Sampah Organik di Mamuju Tengah

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 167
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan metode budidaya maggot untuk atasi sampah rumah tangga pada masyarakat di Mamuju Tengah. Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, buah, hingga limbah dapur masih kerap dibuang tanpa pengolahan yang tepat. Padahal, penumpukan sampah ini bukan hanya menimbulkan bau tak […]

  • Bawaslu Mamuju

    Bawaslu Mamuju Laporkan 5 Pejabat ke KASN atas Dugaan Pelanggaran Netralitas

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 49
    • 3Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Bawaslu Kabupaten Mamuju melimpahkan berkas dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap 5 orang pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mamuju, yang diduga terlibat dalam penjemputan salah satu Bakal Pasangan Calon di Bandara Tampa Padang. Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin, mengatakan pelimpahan berkas dugaan pelanggaran ke Komisi ASN (KASN) terhadap masing-masing 2 […]

  • Cara cek uang dengan benar

    BI : Jangan Membelah Uang, Begini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah dengan Benar

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 244
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Bank Indonesia (BI) memberikan edukasi cara cek dan memeriksa keaslian uang Rupiah. Tips itu dibagikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar M.Romadhon, pada Senin, (23/12/2024). Dunia jagad maya kini ramai dengan unggahan warganet yang memberikan tutorial perbandingan uang rupiah asli dan uang palsu. Dalam video yang beredar di sosmed, sejumlah […]

  • Organisasi Mahasiswa Penghayat Kepercayaan di Unsulbar Mulai Rekrut Anggota Baru

    Organisasi Mahasiswa Penghayat Kepercayaan di Unsulbar Mulai Rekrut Anggota Baru

    • calendar_month Minggu, 3 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MAJENE, mekora.id – Organisasi Pemuda Penghayat Kepercayaan Ada’ Mappurondo Pitu Ulunna Salu (PPKAM-PUS) di Majene, melakukan penyambutan mahasiswa baru, Sabtu (02/09/2023) malam. Demisioner ketua PPKAM P.U.S Cabang Majene, Galawin mengatakan, sejak organisasi mahasiswa penganut kepercayaan terbentuk 2015 silam di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), mereka masih masih kesulitan mengakses mata kuliah pendidikan agama. “Sejak tahun 2015 […]

expand_less