GMNI Mamuju Peringati Hari Pahlawan di Makam Raja Mamuju Pue Tonileo, Kondisinya Memprihatinkan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Sabtu, 11 Nov 2023
- comment 1 komentar
- print Cetak

GMNI Mamuju memperingati hari pahlawan nasional dengan berziarah ke Makam Raja Mamuju di Tambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Momentum Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November, dimanfaatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamuju dengan berziarah ke makam pejuang pada abad 18, Raja Mamuju Pue Tonileo.
Lebopang atau Maradika (Raja dalam bahasa Mamuju) bergelar Pue Tonileo, dia memerintah kerajaan Mamuju antara tahun 1700-1709.
Makam Lebopang terletak di Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dikunjungi kader-kader GMNI Mamuju saat diguyur hujan pada Kamis, (09/11/2023).
Ketua Cabang GMNI Mamuju, Adam Jauri mengatakan, Ziarah makam ini dilakukan untuk memupuk dan memperkenalkan budaya lokal pada kader-kader Marhaenis. Sebab salah satu tokoh penting di Mamuju itu, kata Adam kini mulai terlupakan.
“Setelah kader GMNI berziarah sekiranya kami juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar menghormati serta melanjutkan visi dan semangat juang para pahlawan. Khususnya pahlawan yang ada di Mamuju,” kata Adam.
Disisi lain, GMNI Mamuju juga mengaku prihatin atas kondisi makam Lebopang yang cukup memprihatinkan.
Jarangnya jangkauan pemerintah dan publik pada makan tersebut jadi kegelisahan GMNI Mamuju, pasalnya kondisi makam Lebopang saat ini kata Adam cukup memprihatinkan dengan kondisi seadanya.
Padahal menurut Adam makam itu adalah warisan budaya lokal yang perlu dilestarikan dan perlu mendapatkan perhatian.
“Kondisi makam memprihatinkan dan jarang terpublikasi. Padahal makam itu memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat adat Mamuju,” sambung Adam.
Melalui momentum itu, GMNI Mamuju berharap agar Pemerintah Daerah turut memperhatikan situs dan budaya lokal. Hal itu agar generasi muda melek dengan budaya dan identitas daerahnya.
“Melihat kondisi itu, GMNI Mamuju berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan agar peninggalan sejarah itu tak hilang dan rusak,” ungkapnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
