Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Sulawesi Barat Darurat Konsesi, Diambang Ekspansi Perusak Lingkungan

Sulawesi Barat Darurat Konsesi, Diambang Ekspansi Perusak Lingkungan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 23 Jul 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, mekora.id – Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam Jaringan Komunikasi Mahasiswa Nasional Sulawesi Barat bersama dengan Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional. Melakukan aksi geruduk di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, di Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, (22/7/2024) kemarin.

Dalam aksi itu mereka membentangkan spanduk berwarna merah bertuliskan “Tolak Ekspansi Industri Ekstraktif Sulawesi Barat“, mereka juga ikut membentangkan petaka yang menolak upaya pertambangan yang ada di wilayah Sulbar. Dan menyebut Sulawesi Barat Darurat Konsesi.

Juru Kampanye JATAM, Alfarhat Kasman mengatakan, Aksi ini dilakukan di tengarai upaya pemerintah pusat dan provinsi yang mempercepat laju ekspansi industri ekstraktif di Sulawesi Barat. Ekspansi dengan skala luas itu, kata Alfarhat akan mengakibatkan perluasan kerusakan bentang alam yang akan memicu bencana ekologis dan berdampak angka kemiskinan di Sulawesi Barat semakin membesar.

“Kementerian ESDM pada Juli 2022, telah mengeluarkan SK yang menjadikan seluruh ruang darat provinsi Sulawesi Barat sebagai wilayah pertambangan. Tanpa mempedulikan entitas yang hidup dan bergantung di atas tanah tersebut. Penetrasi industri ekstraktif mulai memperlihatkan kepongahannya dalam merampas ruang hidup warga. Arogansi itu di perlihatkan oleh pemerintah daerah yang dengan mudahnya memberikan izin tanpa melibatkan partisipasi warga yang nantinya menjadi korban,” tegas Alfarat.

Koalisi Masyarakat Sipil menyebut, sejumlah industri ekstraktif di Sulawesi Barat berjalan dengan proses yang menyalahi aturan yang akan berdampak pada kehidupan warga sekitar. Setidaknya ada sejumlah tambang yang ada di Kabupaten Mamuju di anggap mengancam.

Salah satunya yakni, proses pertambangan batubara di Desa Tamalea, Mamuju, yang dikelola oleh PT. Bonehau Prima Coal (BPC) dengan luas konsesi mencapai 98 hektar, dikelola tanpa dokumen Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Bahkan data JATAM menunjukan, sebagian konsesi ini masuk dalam kawasan hutan lindung. Selain itu, proses holding yang menggunakan jalan umum sempat ditutup warga, yang di anggap mengganggu dan menyebabkan polusi.

“BPC dalam mendistribusikan komoditas tambangnya menjadikan jalan umum sebagai jalur distribusi, yang mana beberapa waktu yang lalu, terdapat anak-anak yang di tabrak oleh mobil tongkang pengangkut batubara BPC,” kata Alfarat.

Sementara sektor energi, koalisi masyarakat sipil juga meminta Kementerian ESDM mengkaji ulang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang sedang berjalan dengan kapasitas 450 Megawatt di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. PLTA di pedalaman Kabupaten Mamuju itu di garap oleh PT Bukaka Karya anak perusahaan Kalla Group, milik mantan wakil presiden, Jusuf Kalla.

Selain PLTA, di Mamuju juga terdapat PLTU Batubara di Desa Belang-belang. PLTU ini di kelola oleh PT Rekind Daya Mamuju (RDM) perusahaan mayoritas sahamnya di miliki Rekayasa Industri (90%) dan Rekadaya Elektrika (10%).

“Daya rusak PLTU Batubara ini telah berdampak pada warga yang bermukim di sekitar lokasi PLTU. Mulai dari pencemaran udara dari limbah beracun fly ash & bottom ash yang di buang tepat di belakang Sekolah Dasar. Selain itu, uap yang di hasilkan dari PLTU telah membuat atap seng rumah warga cepat mengalami korosif, sementara itu RDM tidak langsung mengganti rugi atap seng rumah warga. Limbah cair dari PLTU Mamuju yang dibuang langsung ke laut telah menyebabkan hasil tangkapan nelayan mengalami penurunan yang sangat drastis,” ujar Alfarat.

Rencana Pertambangan Rampas Ruang Hidup

Baru-baru ini, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi telah mengusulkan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Logam Tanah Jarang (LTJ) dengan luas konsesi 9.252 Hektar. Wilayah ini mencakup Blok Takandeang dan Blok Botteng di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Topografi lokasi pengusulan WIUP LTJ Mamuju ini, terletak di atas hulu kota Mamuju di perbukitan, kurang lebih 30 kilometer di arah utara.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pansus DPRD Sulbar

    Sudirman Pimpin Rapat Finalisasi Pansus Pengelolaan Keuangan Daerah di DPRD Sulbar

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 63
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua Pansus Pengelolaam Keuangan DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Sudirman yang juga ketua Komisi II DPRD Sulbar, bersama Anggota DPRD Sulbar lainnya memimpin Rapat dengan sejumlah OPD Pemprov Sulbar, di Ruang Komisi II, Senin (04/03/2024). Rapat tersebut membahas dan mengesahkan Pasal Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pengelolaan keuangan daerah. Dalam rapat itu, […]

  • Amujib Pj Sekprov Sulbar

    Amujib Dilantik Jadi Pj Sekprov Sulbar, Bertugas Hingga Masa Jabatan Pj Gubernur Selesai

    • calendar_month Minggu, 1 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 87
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Setelah ditunjuk sebagai Pelaksana harian (Plh) selama 14 hari, Amujib, kini menjabat Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat (Sulbar). Hal itu setelah ia dilantik oleh Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, pada, Sabtu, (30/11/2024). Amujib menjadi Pj Sekprov Sulbar, setelah Sekretaris Provinsi sebelumnya Muhammad Idris pensiun per 15 November 2024 kemarin. Pengusulan […]

  • Dialog KPU Sulbar dan Wacana Info

    Dialog Tokoh Sulbar : Masih Adakah Pemimpin Ideal Masa Kini?

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat (Sulbar) bersama media massa Wacana Info, melaksanakan dialog publik dengan tema “Membincang Karakter Ideal Pemimpin Daerah” di Ngalo Rock Cafe, Jl. Andi Makkasau, Mamuju, Rabu 17 Juli 2024 malam. Dialog itu diisi oleh Narasumber […]

  • Rakor Pemberantasan Korupsi DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar ke KPK, Hadiri Rakor Pemberantasan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 64
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Dr. Hj. Amalia Fitri, SE., MM, menghadiri Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Wilayah Sulawesi Barat Tahun 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (7/8/2025). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV KPK RI ini bertujuan memperkuat […]

  • Pesta Pesisir Lapakaka Kembali Digelar, Meriah dengan Lomba Perahu Layar dan Pertunjukan Budaya

    Pesta Pesisir Lapakaka Kembali Digelar, Meriah dengan Lomba Perahu Layar dan Pertunjukan Budaya

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 59
    • 0Komentar

    BARRU, Mekora.id – Pesisir Pantai Lapakaka, Kabupaten Barru, kembali dipadati ribuan warga yang menghadiri rangkaian acara Pesta Rakyat Pesisir 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 21 hingga 24 Agustus 2025 ini menampilkan berbagai agenda, mulai dari lomba perahu layar hingga pertunjukan musik tradisi Mandar Sayang-sayang. Acara puncak berlangsung meriah dengan penampilan kelompok musik “Galiti” dari Sendana, […]

  • Real Count Sementara DPD Dapil Sulbar

    Berikut Peringkat Sementara Real Count 2024 DPD Dapil Sulbar

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 90
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Berikut update sementara real count KPU untuk perhitungan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga pada pukul 17.01 Kamis (15/02/2024), total ada 1.153 TPS atau 27.33 persen dari total 4.219 TPS di Seluruh Sulbar yang masuk website situng KPU. Berikut real count dan perolehan sementara Pemilu 2024 DPD Dapil Sulbar […]

expand_less