Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Keuangan » Fiskal Sulbar Tertekan, APBD 2026 Turun Lebih dari Rp300 Miliar Dipastikan Tanpa DAK

Fiskal Sulbar Tertekan, APBD 2026 Turun Lebih dari Rp300 Miliar Dipastikan Tanpa DAK

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Fiskal keuangan daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk tahun 2026 mengalami tantangan. Hal itu setelah Pemerintah Provinsi bersama DPRD menyepakati APBD 2026 hanya berkisar Rp 1,7 Triliun, pada Selasa, (9/9/2025) malam.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penjelasannya mengakui, APBD 2026 Sulbar ini turun signifikan dibanding perencanaan awal sebesar Rp 2,1 Triliun setelah mengalami revisi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Suhardi Duka juga mengungkap APBD 2026 Sulbar dipastikan tanpa Dana Alokasi Khusus (DAK) ditambah Dana Alokasi Umum (DAU) yang terpotong 16,5 persen, serta Dana Bagi Hasil (DBH) dikurangi 74,6 persen.

“Dengan kebijakan baru pemerintah pusat, ada selisih lebih dari Rp300 miliar. DAK fisik ditiadakan, Dana Alokasi Umum (DAU) dipotong 16,5 persen, dan Dana Bagi Hasil (DBH) dikurangi 74,6 persen,” jelas Suhardi.

Dampak pada Program Prioritas

Kondisi ini, kata Suhardi, akan langsung memengaruhi kapasitas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dalam menjalankan program pembangunan. Program strategis seperti pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas pendidikan terancam tidak dapat terlaksana optimal.

“PAD kita hanya sekitar Rp600 miliar. Dengan keterbatasan ini, pasti banyak program pembangunan yang tidak bisa dijalankan sesuai harapan,” ujarnya.

Ketergantungan pada Dana Pusat

Suhardi juga menyoroti struktur fiskal Sulbar yang masih sangat bergantung pada transfer dana pusat. Dari total kebutuhan anggaran, sekitar 70 persen lebih bersumber dari dana transfer.

“Ketika transfer dana pusat berkurang hingga sekitar 25 persen, daerah otomatis terpukul. Mau tidak mau, kita harus terima dan menyesuaikan strategi,” katanya.

Langkah ke Depan

Meski demikian, Pemprov Sulbar memastikan tetap mengupayakan pengelolaan anggaran secara efektif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah bersama DPRD akan merumuskan prioritas baru agar program yang menyentuh langsung kepentingan publik tetap berjalan.

Meski demikian, Pemprov Sulbar memastikan tetap mengupayakan pengelolaan anggaran secara efektif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah bersama DPRD akan merumuskan prioritas baru agar program yang menyentuh langsung kepentingan publik tetap berjalan.

DPRD dan BPKPD Turut Kawal Anggaran

Dalam rapat paripurna tersebut, pimpinan DPRD Sulbar, mulai dari Wakil Ketua I ST. Suraidah Suhardi, Wakil Ketua II Munandar Wijaya, hingga Wakil Ketua III Abdul Halim, hadir mendampingi Gubernur. Hadir pula Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar yang menegaskan komitmen untuk mengawal setiap tahapan penyusunan APBD agar tetap akuntabel.

Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja ekstra dalam menyusun strategi efisiensi belanja daerah. Menurutnya, kondisi fiskal 2026 mengharuskan pemerintah daerah menahan diri dalam mengalokasikan anggaran pada program-program non-prioritas.

Tantangan Sosial dan Ekonomi

Penurunan APBD diperkirakan akan menimbulkan efek domino terhadap masyarakat. Program pembangunan infrastruktur yang selama ini diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru kemungkinan tertunda. Sektor pendidikan dan kesehatan yang memerlukan perhatian serius juga berisiko terkena imbas pengurangan anggaran.

“Kita harus realistis. Keterbatasan fiskal ini tidak hanya angka di atas kertas, tetapi juga akan dirasakan masyarakat. Karena itu, Pemprov dan DPRD harus benar-benar selektif dalam menetapkan prioritas,” kata Suhardi.

Meski penuh tantangan, Suhardi menegaskan Pemprov Sulbar tidak akan tinggal diam. Strategi penyesuaian prioritas, efisiensi belanja, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan digenjot agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan.

“Kita akan tetap berusaha menjaga agar anggaran berpihak pada rakyat. Transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan anggaran menjadi prinsip utama,” tegasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    BPKAD Sulbar Perkuat Transparansi: Kawal Pendampingan Input Aset Pendidikan Dana BOS 2025

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Beye
    • visibility 117
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pengelolaan BMD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulbar melaksanakan pendampingan penginputan aset Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025. Pendampingan berlangsung di ruang rapat Bidang BMD BPKAD Sulbar. Kegiatan ini bertujuan memastikan tata kelola aset pendidikan berjalan sesuai […]

  • Gubernur Sulbar pimpin Hardiknas 2025

    Hardiknas 2025, Gubernur Sulbar Tegaskan Institusi Pendidikan Tak Boleh Gentar Lawan Praktik Intimidatif

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 103
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyerukan perbaikan menyeluruh dalam tata kelola pendidikan di Sulbar dengan menekankan pentingnya integritas dan transparansi. Seruan ini disampaikan SDK saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2025). Dalam sambutannya, SDK menegaskan bahwa dunia pendidikan di Sulbar harus dikelola dengan prinsip clean and good […]

  • Kantor DPRD Sulawesi Barat

    Gedung Baru DPRD Sulawesi Barat Diresmikan Pasca Rehabilitasi, Berikut Fasilitasnya

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 291
    • 1Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Gedung baru DPRD Sulawesi Barat resmi diresmikan pada Senin (9/9/2024), setelah mengalami pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa 2021. Gedung ini dirancang dengan spesifikasi tahan gempa hingga 7 magnitudo, memiliki luas 9.800 meter persegi, dan terdiri dari tiga lantai. Gedung baru DPRD Sulawesi Barat ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, termasuk ruang paripurna, ruang […]

  • Kunjungan Panjan Ranperda BMD DPRD Sulbar ke SMK Negeri 1 Polewali

    Panja DPRD Sulbar Bahas Ranperda Aset Pemprov Saat Tinjau SMK Negeri 1 Polewali

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) tahun 2024, Panitia Kerja (Panja) DPRD Provinsi Sulawesi Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Polewali Mandar. Anggota DPRD Sulbar yang hadir dalam kunjungan Panja tersebut yakni H.Sudirman, Daniel Pundu, Bonggalangi, Yulianti, Darman Ardi, dan Ebsan. Minggu, (14/7/2024). Kunjungan ini […]

  • Safriani, tante almarhumah Hijrah

    Pasca Kejadian, Santunan untuk Hijrah Masih Terus Mengalir dari PNM

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 113
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id — Keluarga almarhumah Hijrah, karyawati PT Permodalan Nasional Madani (PNM) asal Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, kembali mendapat santunan dan pendampingan dari tempat almarhumah bekerja. Penyaluran santunan itu dilakukan Jumat (21/11/2025) di rumah nenek Hijrah. Total bantuan yang diterima keluarga mencapai Rp271 juta. Uang tersebut diserahkan langsung kepada keluarga sebagai bentuk perhatian setelah kejadian […]

  • social media

    Twitter Memiliki Saingan baru yaitu sebuah Platform yang dibuat oleh Meta

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Induk facebook, Meta sedang menjajaki pengembangan platform baru yang berdiri sendiri untuk berbagi pembaruan teks, perusahaan mengkonfirmasi kepada CNN pada hari Jumat, dalam apa yang dapat menandai pesaing baru fading terkenal untuk menghadapi Twitter karena terputus-putus di bawah Elon Musk. “Kami percaya ada peluang untuk ruang terpisah di mana pencipta dan tokoh masyarakat dapat berbagi […]

expand_less