Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Warga Keluhkan Dampak Tambang Pasir di Gentungan, 10 Rumah Hilang dan Sumur-sumur Tercemar

Warga Keluhkan Dampak Tambang Pasir di Gentungan, 10 Rumah Hilang dan Sumur-sumur Tercemar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Aliansi Masyarakat Gentungan dan Kanang-Kanang, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, kembali berunjuk rasa menolak aktivitas tambang pasir, di kantor DPRD Sulawesi Barat, pada Rabu, (26/5/2025).

Lurah Bebanga, Haswan. M, mengatakan aksi dari masyarakat itu dilakukan karena kecewa setelah  pihak perusahaan kembali melakukan aktivitas tambang pasir di Sungai Gentungan.

Padahal sebelumnya, warga, CV. Sinar Harapan, dan DPRD Sulbar telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menyepakati penghentian sementara aktivitas tambang pasir di Sungai Gentungan pada 22 Januari 2025 lalu.

“Aksi masyarakat kali ini adalah tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa saat lalu, yang menyepakati bahwa aktivitas tambang pasir dihentikan sementara,”

Namun, berdasarkan laporan warga kesepakatan itu hanya diatas meja dan tidak terjadi di lapangan. Dimana pihak CV. Sinar Harapan kembali dipadati warga melakukan aktivitas tambang di Sungai Gentungan. Hal itu memicu gelombang unjuk rasa lanjutan dari warga.

Namun berdasarkan peninjauan masyarakat, kesepakatan itu dilanggar perusahaan dengan kembali melakukan aktivitas tambang,” ungkap Haswan.

Sementara, menurut penuturan salah warga dari Gentungan Raya, Dimas, aktivitas tambang pasir yang dilakukan CV. Sinar Harapan sejak tahun 2016 itu. Telah berdampak buruk bagi warga sekitar.

Sedikitnya 10 rumah dilaporkan hilang akibat pelebaran sungai. Selain itu, kebun-kebun warga rusak, terjadi pendangkalan sungai, serta sumur-sumur warga mengering dan tercemar lumpur.

“Dampaknya secara langsung yang terlihat sampai saat ini, yakni terjadi pelebaran badan sungai, terjadi pendangkalan sungai, dan sudah ada 10 rumah yang hilang. Kemudian kebun-kebun milik warga rusak dan hilang, kemudian sumur-sumur warga sudah mengering dan tercemar keruh,” ujar Dimas.

Dampak itu telah memicu warga melakukan aksi protes dan meminta agar aktivitas tambang pasir segera dihentikan.

“Untuk itu masyarakat kembali mendatangi DPRD Sulbar agar mendesak pihak perusahaan agar menghentikan segala bentuk aktivitas yang telah disepakati,” ungkap Dimas.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Ilham, mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk menghentikan sementara aktivitas penggalian sesuai tuntutan masyarakat.

“Kami telah meminta pihak perusahaan untuk menghentikan sementara penggalian hingga ada keputusan bersama dengan DPRD,” ungkap Ilham.

Pihak ESDM Sulbar juga meminta, seluruh pelaku penambangan untuk mengikuti kaida-kaida lingkungan yang tidak berdampak pada rusak lingkungan sekitar. Ilham menyebut pihaknya tidak segan-segan memberikan teguran jika ada perusahaan yang didapati melanggar.

“Jadi kami meminta setiap pelaku pertambangan ini agar melakukan aktivitas yang tidak berdampak pada kerusakan lingkungan. Jika terjadi kami akan melakukan teguran langsung,” pungkasnya.

Setelah menerima berita acara dari DPRD Sulbar dan pihak ESDM untuk menghentikan sementara aktivitas tambang, aliansi masyarakat Gentungan Raya akhirnya membubarkan diri.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ijazah Palsu Pilkada Mamuju Tengah

    Dugaan Ijazah Palsu di Pilkada Mateng Menyeruak, Oknum KPU dan Bawaslu Diduga Joki

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 179
    • 3Komentar

    MATENG, Mekora.id – Dugaan pemufakatan jahat di Pilkada Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) tahun 2024 menyeruak. Hal itu setelah Aliansi Pemantau Aparatur Negara Republik Indonesia (APKAN RI) DPW Provinsi Sulawesi membongkar dugaan ijazah palsu yang diloloskan oknum KPU dan Bawaslu Mateng. Sekretaris APKAN DPW Sulbar, Bahtiar Salam, mengatakan dugaan pemufakatan jahat untuk meloloskan salah satu calon […]

  • Siswa MBS At Tanwir Mamuju jadi korban kekerasan gurunya

    Siswa MBS At Tanwir di Mamuju Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Guru, Leher Memar

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 264
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kasus kekerasan di dunia pendidikan kembali mencuat. Zulkifli (16), seorang siswa kelas XI di Madrasah Boarding School (MBS) At Tanwir Mamuju, diduga menjadi korban kekerasan oleh gurunya, Muhammad Taufiqul Hidayat. Insiden ini terjadi pada Kamis, (16/1/2025), saat apel pagi di sekolah. Menurut Sahrul (26), kakak kandung korban, ia menerima telepon mendadak dari […]

  • SPK Sawit Sulbar

    Sulbar Teken SPK Program Sawit 2026, Fokus Perkuat Infrastruktur Perkebunan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BOGOR, Mekora.id – Pemprov Subar resmi teken Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) dukungan dana operasional Program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, di Hotel Salak The Heritage, Bogor, Selasa (3/3/2026). SPK tersebut menjadi landasan hukum dalam pelaksanaan dukungan dana operasional untuk […]

  • Polresta Mamuju

    12 Personel Polresta Mamuju Terima Penghargaan Usai Bongkar Sindikat Curanmor

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 261
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 12 personel Polresta Mamuju menerima piagam penghargaan dari Kapolda Sulawesi Barat atas keberhasilan mereka mengungkap 15 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang meresahkan masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam upacara di Lapangan Tribrata Polda Sulbar, Jumat (6/3/2026) pagi. Adapun 12 personel yang menerima […]

  • Uang palsu di Mamuju

    Penjual Gorengan di Mamuju jadi Korban Peredaran Uang Palsu

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 273
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang pedagang gorengan di Jalan Husni Thamrin, Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ikut menjadi salah satu korban transaksi uang palsu. Peristiwa itu dialami oleh Asrawati (24), pada Minggu, 15 Desember 2024 lalu. Asrawati menceritakan, kejadian itu bermula ketika ia sedang menjajakan gorengan di depan kiosnya. Di Siang bolong sekitar pukul 13.00 WITA, […]

  • Rektor se-Sulbar

    Rektor Se-Sulbar Bertemu Pj Gubernur, Zudan : Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 170
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Zudan Arif Fakrulloh menerima dan menjamu para rektor Se-Sulbar di rumah jabatannya, Senin, (29/4/2024) malam. Hal ini, dilakukan untuk memperkuat kolaborasi Pemprov bersama dengan Unibersitas dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Sulbar. “Menindaklanjuti hasil pertemuan beberapa bulan lalu terkait kolaborasi antar Pemprov dan Universitas. Saya sangat […]

expand_less