Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Sulawesi Barat » Tak Dianggarkan di APBD Perubahan, Seleksi Lanjutan KPID Sulbar 2025 Ditiadakan, Peserta : Kami di Prank

Tak Dianggarkan di APBD Perubahan, Seleksi Lanjutan KPID Sulbar 2025 Ditiadakan, Peserta : Kami di Prank

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Lanjutan tahapan seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2025 terpaksa ditiadakan. Penundaan terjadi lantaran usulan anggaran pada APBD Perubahan belum disetujui Pemerintah Provinsi Sulbar.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Munandar Wijaya, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia menyebut anggaran untuk seleksi lanjutan komisioner KPID Sulbar baru tersedia di APBD pokok 2026.

“Untuk Lanjutan seleksi KPID memang akan tertunda, karena anggarannya tidak masuk di APBD Perubahan. Masuknya di APBD Pokok 2026 untuk anggaran proses seleksi dan anggaran operasional,” kata Munandar melalui WhatsApp, Kamis, (14/8/2025) sore.

Perihal belum tersedianya anggaran untuk seleksi komisioner KPID Sulbar, tidak dijelaskan lebih rinci oleh Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. Meski demikian, Munandar memastikan hasil seleksi administrasi yang diumumkan pada Maret 2025 tetap berlaku.

“Lanjut Insya Allah (hasil seleksi administrasi),” ujar Munandar.

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi KPID Sulbar, Sulaiman Rahman, menegaskan pihaknya siap melanjutkan proses kapan saja jika anggaran telah tersedia. Hal itu dikarenakan sejumlah proses seleksi membutuhkan biaya tak sedikit.

“Proses seleksi itu tergantung dana, jika dana belum tersedia berarti belum bisa dilanjutkan. Pada intinya jika kita siap lanjutkan jika DPRD bilang anggaran sudah ada, kita pasti siap lanjutkan seleksi,” singkatnya.

Penundaan ini menuai kekecewaan dari peserta seleksi. Salah satu peserta yang lolos tahap administrasi, Bahtiar Ahmad, mengaku merasa “diprank” karena proses tiba-tiba terhenti.

“Jujur saja saya merasa kecewa, kita seperti di prank ini. Karena pendaftaran sudah dibuka  dan setelah dinyatakan lolos berkas tiba-tiba seleksinya berhenti. Padahal kita sudah mengeluarkan dana yang lumayan,” kata Bahtiar.

Bahtiar juga mengingatkan, jika seleksi tak segera dilakukan, DPRD berpotensi melanggar ketentuan undang-undang yang mewajibkan seleksi maksimal enam bulan setelah periode komisioner lama berakhir.

“Kalau ini tidak jelas, berarti Komisi I sebagai penyelenggara berpotensi menyalahi undang-undang. Dimana jarak waktu setelah periode penjabat lama berakhir itu paling lama enam bulan harus dilakukan seleksi, ini sudah berapa bulan mundurnya,” jelasnya.

Ia berharap kejelasan seleksi KPID Sulbar bisa segera dilaksanakan. Hal itu dikarenakan rentan waktu perpanjangan komisioner KPID lama akan terlalu lama jika ditunda-tunda.

“Harapan kami seleksi ini bisa segera dilanjutkan, sehingga para peserta bisa bersaing secara sehat memperebutkan tujuh kursi komisioner ini,” tutupnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Partispasi Pilkada 2024 disorot HMI Manakarra dan IP2MLR

    Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 160
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung relatif aman dan lancar. Namun rendahnya partisipasi pemilih Pilkada kali ini jadi sorotan, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju tahun 2024 ini diperkirakan hanya mencapai angka 75 persen, itu […]

  • Unjuk Rasa Indonesia Disorot PBB

    PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Berlebihan dalam Aksi Protes di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mekora.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Indonesia melakukan investigasi independen atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan dalam demonstrasi yang menewaskan sedikitnya enam orang di berbagai daerah. Aksi protes tersebut dipicu oleh kemarahan publik terkait kebijakan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta isu penghematan anggaran negara. “Kami […]

  • Direktur CV. Azzahra tambang di Kabuloang

    Direktur CV. Azzahra Tepis Berbagai Tudingan Soal Izin Operasi Tambang di Kabuloang

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 192
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Direktur CV. Azzahra, Arifuddin Amil, perushaan tambang galian C di Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), memberikan hak jawab atas sejumlah tudingan yang menyebut izin operasional perusahaan miliknya ilegal. Arifuddin menyebut, tudingan-tudingan itu tidaklah benar, sebab izin operasi tambang galian C yang dilakukan oleh CV. Azzahra sudah lengkap. Hal itu […]

  • Randis Pemprov Sulbar

    Pemprov Sulbar Tarik 23 Randis Dari Mantan Pejabat, Sisanya Wajib Kembali Dua Hari Mendatang

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menarik kembali 23 dari total 43 unit kendaraan dinas (randis) yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya. Penarikan aset ini merupakan bagian dari upaya penertiban aset daerah oleh Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Plh. Sekretaris Provinsi Sulbar, Herdin Ismail, mengatakan bahwa pengembalian […]

  • Tuding Salurkan BBM Ilegal, Ipmapus Desak Pertamina Tindak SPBU Kalukku

    Tuding Salurkan BBM Ilegal, Ipmapus Desak Pertamina Tindak SPBU Kalukku

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Beye
    • visibility 156
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Sulawesi Barat (PP IPMAPUS SUL-BAR) mendesak aparat penegak hukum (APH) dan PT Pertamina untuk segera mengusut dugaan penyimpangan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kalukku/Tasiu, Kabupaten Mamuju. Desakan ini disampaikan menyusul adanya laporan masyarakat yang mencurigai SPBU […]

  • Wapres Tanam Sukun di Sulbar

    Wapres Labeli Bahtiar Gubernur Sukun dan Pisang

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id –  Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut Bahtiar Baharuddin sebagai Gubernur sukun dan pisang, hal itu dilontarkannya setelah saat berkunjung ke Mamuju, Sulawesi Barat, pada, Rabu, (22/5/2024). Menurut Wapres Ma’ruf Amin, sukun merupakan tanaman khas yang masih jarang dijumpai, untuk itu rencana penanaman sukun di Sulbar dinilai bisa menjadi ciri khas tersendiri untuk daerah. […]

expand_less