Sarinah GMNI Mamuju Gelar Aksi, Soroti Kasus Kekerasan Seksual dan Ketidakadilan Gender
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi Damai Sarinah GMNI Mamuju di Anjungan Pantai Manakarra.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Organisasi perempuan Sarinah GMNI Cabang Mamuju menggelar aksi penyampaian aspirasi di ruang publik dalam momentum peringatan perjuangan perempuan. Aksi tersebut mengusung tema “Perempuan Berdaya Menginspirasi Dunia.”
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para kader Sarinah untuk menyuarakan berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan, khususnya di Sulawesi Barat, mulai dari kekerasan seksual, ketidakadilan gender, hingga berbagai bentuk penindasan terhadap perempuan.
Aksi diisi dengan mimbar bebas, pembacaan pernyataan sikap, serta penyampaian data mengenai meningkatnya kasus pelecehan seksual di Kabupaten Mamuju.
Dalam orasi yang disampaikan, para kader Sarinah menegaskan bahwa perempuan bukanlah kelompok yang lemah, melainkan kekuatan sosial yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang adil dan beradab.
Koordinator Lapangan aksi, Sarinah Alny, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral Sarinah GMNI terhadap kondisi perempuan di daerah.
Menurutnya, tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan seruan agar perempuan berani bersuara dan melawan berbagai bentuk ketidakadilan.
“Aksi ini adalah bentuk keberanian perempuan untuk bersuara. Perempuan harus hadir sebagai kekuatan perubahan, bukan hanya menjadi korban dari sistem sosial yang tidak adil. Ketika perempuan berdaya, maka ia tidak hanya mengubah dirinya sendiri, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat dan dunia,” ujar Alny.
Dalam kesempatan itu, Sarinah GMNI juga menyoroti pentingnya implementasi Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) sebagai payung hukum untuk melindungi korban kekerasan seksual.
Mereka menilai meskipun undang-undang tersebut telah disahkan, penerapannya di daerah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari minimnya sosialisasi hingga lemahnya keberpihakan terhadap korban.
Sementara itu, Penanggung Jawab Biro Kesarinahan GMNI Cabang Mamuju, Sarinah Fitri, menyebut meningkatnya kasus pelecehan seksual di Mamuju menjadi kondisi yang memprihatinkan.
Menurutnya, angka kasus yang muncul ke permukaan kemungkinan hanya sebagian kecil dari kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat.
“Banyak korban memilih diam karena takut, karena tekanan sosial, atau karena merasa tidak akan mendapatkan keadilan. Bahkan tidak sedikit korban yang mengalami pembungkaman dari lingkungan sekitarnya,” kata Fitri.
Ia menilai budaya patriarki yang masih kuat kerap membuat korban justru disalahkan, sementara pelaku tidak mendapatkan sanksi sosial yang semestinya.
Melalui aksi tersebut, Sarinah GMNI Cabang Mamuju juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Di antaranya memperkuat implementasi UU TPKS, meningkatkan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual, serta menyediakan layanan pendampingan hukum dan psikologis bagi korban.
Aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan masih panjang. Dengan semangat “Perempuan Berdaya Menginspirasi Dunia,” Sarinah GMNI Cabang Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan hak-hak perempuan dan melawan berbagai bentuk penindasan yang masih terjadi di Sulawesi Barat.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News