Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Pilkada » Rekapitulasi Suara Pilkada Sulbar Alot, Selisih Jumlah Pemilih di Pasangkayu Didebat

Rekapitulasi Suara Pilkada Sulbar Alot, Selisih Jumlah Pemilih di Pasangkayu Didebat

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Rapat rekapitulasi dan perhitungan hasil perolehan suara Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar), pada Sabtu,(7/12/2024) malam berlangsung alot.

Hal itu setelah saksi Pasangan Calon nomor urut empat, Awaluddin Herkules, mempertanyakan selisih jumlah pemilih di Kabupaten Pasangkayu.

Saksi Pasangan Calon PHS-Enny itu menyatakan, mereka menemukan adanya selisih pemilih di empat Desa dan dia Kelurahan di Kabupaten Pasangkayu, jumlahnya signifikan yakni mencapai 14.534 pemilih.

“Kami mempertanyakan hasil selisih itu pada KPU Pasangkayu karena jumlahnya signifikan,” ungkap Awaluddin pada Mekora.id, seusai skorsing sidang pleno.

Meski KPU Kabupaten Pasangkayu telah menuangkan penjelasan secara tertulis, Awaluddin mengaku masih mempertanyakan selisih itu. Pasalnya pada form satu ada empat orang Komisioner yang bertanda tangan. Sementara di perubahan form kedua sisa dua Komisioner yang bertanda tangan.

Ada perubahan data pemilih pada rekapitulasi Kabupaten. Awalnya di tandatangani 4 komisioner. Lalu pada kolom perubahan ditandatangani 2 komisioner saja, sehingga saya menganggap keputusan itu tidak quorum dan meminta penjelasan ke KPU Pasangkayu,” ungkapnya.

Ia mengaku akan menuangkan itu dalam form kejadian khusus, hal itu agar ke depan proses pendataan pemilih lebih diperhatikan oleh pihak KPU.

“Kami akan menuangkan ini dalam form khusus demi demokrasi kita ke depan agar lebih matang dan di evaluasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sulawesi Barat (Sulbar), Said Usman Umar, dalam penjelasannya mengatakan kejadian khusus itu sebenarnya telah diselesaikan di tingkat rekapitulasi Kabupaten.

Selain itu, kata Said Usman Umar, KPU Pasangkayu juga telah menuangkan penjelasan tertulis untuk ditelaah oleh para saksi pasangan calon.

“Itukan sudah selesai dalam rekapitulasi tingkat Kabupaten. Selain itu KPU Pasangkayu juga telah menuangkan penjelasan secara tertulis,”

Ia menyebut, kemungkinan para saksi di Provinsi kurang memahami rekapitulasi tingkat kabupaten, hal itu dikarenakan pergantian para saksi di masing-masing tingkatan.

“Karena sidah sudah selesai di tingkat Kabupaten jadi tidak perlu lagi di bahas di rekapitulasi Provinsi, inilah yang jadi masalah karena para saksi di provinsi tidak mengetahui kronologi di rekapitulasi tingkat Kabupaten karena para saksi berbeda,” jelas Said Usman.

Untuk itu, KPU Sulbar menyarankan jika saksi pasangan calon tidak puas, dapat menuangkan keberatannya dalam form kejadian khusus yang telah disiapkan.

“Jika para saksi tidak puas, bisa menuangkan kebenaran dalam form kejadian khusus. Sehingga hal ini bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

Setelah penjelasan ketua KPU Sulbar itu, pengesahan hasil rekapitulasi dan perhitungan suara dari Kabupaten Pasangkayu akhirnya di sahkan. Itu menjadi Kabupaten terakhir yang ditetapkan dalam rekapitulasi Pilkada Sulbar 2024 yamg sempat menuai polemik dari para saksi pasangan calon.

Berikut data yang diprotes saksi Paslon nomor urut 4 :

  • Desa Karya , 187 seharusnya 1.728 atau selisih 1.541 pemilih.
  • Desa Ako : 1.452 seharusnya 2.721 atau selisih 1.269 pemilih.
  • Kelurahan Martajaya : 501 seharusnya 1.504 atau selisih 1.003 pemilih.
  • Desa Gunung Sari, 853 seharusnya 2.439 atau selisih 1.586 pemilih.
  • Desa Pakava : 214 seharusnya 1.639 atau selisih 1.444 pemilih.
  • Kelurahan Pasangkayu : 1.614 seharusnya 9.305 atau selisih 7.691 pemilih

Total selisih dari 4 Desa dan 2 Kelurahan di Pasangkayu 14.534 pemilih

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inflasi Sulbar 2024

    Inflasi Sulbar Tertinggi di Mamuju, Namun Terkendali

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 162
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Inflasi di Sulawesi Barat (Sulbar) secara Year on Year (YoY) terpantau terkendali, hal itu setelah Badan pusat statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,18 persen. Pada, Kamis, (2/12/2024) kemarin. Sementara untuk tingkat inflasi di masing-masing Kabupaten, Mamuju mencatat inflasi sebesar 2,07 persen dengan IKH 105,46 poin, itu lebih tinggi […]

  • Salim S Mengga

    Sang Jenderal, Wagub Sulbar Salim S Mengga Berpulang Dengan Harum

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 529
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kabar Duka, Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Mayor Jenderal (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia. Kabar wafatnya sang Jenderal itu dikonfirmasi pada Pukul 07.00 WITA di Rumah Sakit Siloam, Makassar, pada Sabtu, (31/1/2026). Berpulangnya Wagub Sulbar, Salim S Mengga, menjadi duka mendalam untuk masyarakat Sulawesi Barat. Melalui akun media sosialnya, Gubernur Sulbar, […]

  • Ketua FPPI Mamuju Desak pengelolaan SDA Sulbar harus libatkan masyarakat

    Aktivis Desak Pemprov Sulbar Libatkan Masyarakat Dalam Pengelolaan SDA

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 153
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aktivis Pemuda dan Mahasiswa di Sulawesi Barat (Sulbar) mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Mereka meminta pemerintah memprioritaskan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Sulbar. Saat Sulawesi Barat menjadi salah satu wilayah dengan potensi SDA […]

  • KLM Mitra Pesisir Hilang di Mamuju

    Mati Mesin, KLM Mitra Pesisir Tujuan Barru-Kaltim Hilang Kontak di Perairan Mamuju

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 154
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kapal motor KLM Mitra Pesisir yang berlayar dari Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) menuju Kalimantan Timur (Kaltim), dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Mamuju, pada Senin, (22/7/2024). Menurut keterangan Kepala Basarnas Mamuju, Muh. Rizal, Kapal tersebut memuat enam orang penumpang, dilaporkan hilang kontak oleh keluarga korban siang tadi. Kapal dilaporkan mengalami kendala mati […]

  • Sekda Sulbar, Junda Maulana

    Pemprov Sulbar Terapkan Manajemen Talenta 2026, Sekda Ingatkan ASN Segera Perbarui Data

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 200
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mulai menerapkan sistem merit berbasis manajemen talenta dalam promosi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2026. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, saat memimpin Sosialisasi Pemutakhiran Data SI-ASN secara virtual, Rabu (7/1/2026). Sekda Junda menekankan bahwa keberhasilan penerapan manajemen talenta sangat bergantung […]

  • Perjanjian PLTU Mamuju

    Warga dan PLTU Mamuju Sepakat Kompensasi Ganti Atap Hingga Desember 2023

    • calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 221
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id –  PT. Rekind Daya Mamuju (RDM) perusahaan pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mamuju di Desa Belang-belang menemui warga. Menurut sumber laman ini, pihak PLTU Mamuju telah meneken sejumlah poin bersama warga Talaba, Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Selasa, (03/10/2023) malam. Perihal itu, pihak PT RDM yang kami hubungi tidak […]

expand_less