MAMUJU, Mekora.id – Irjen Pol Totok Suharyanto resmi ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Barat menggantikan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta. Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Sulbar, Totok menjabat Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri sejak 27 Februari 2026.

Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse. Namanya mencuat setelah Kortastipidkor bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi pada Juli 2026.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang kemudian diakui mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, sebagai rumah pribadinya.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menemukan brankas berisi tujuh koper. Dari dalamnya ditemukan 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta.

Totok saat itu menjelaskan temuan tersebut kepada wartawan. Jika dikonversikan, nilai keseluruhan barang yang ditemukan diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.

Namun, penggeledahan tersebut bukan penyidikan terhadap satu perkara yang berdiri sendiri. Totok menyebut operasi itu berkaitan dengan tiga perkara yang sedang ditangani, yakni dugaan korupsi tata kelola batu bara, dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Selain rumah di Sentul, tim gabungan juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi lain. Secara keseluruhan, terdapat 12 lokasi yang digeledah pada 8–9 Juli 2026 dalam rangkaian penyidikan tersebut.

Dari Bareskrim hingga Kortastipidkor

Totok bukan nama baru dalam penanganan perkara pidana. Kariernya banyak dihabiskan pada jabatan yang berkaitan dengan reserse dan penyidikan.

Pada awal karier, ia pernah menjadi Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasat Reskrim Polres Malang Kota, Kasat Reskrim Polwil Malang hingga Wakapolres Malang Kota.

Ia kemudian dipercaya menjadi Kapolres Trenggalek dan Kapolres Malang Kota. Kariernya berlanjut dengan sejumlah jabatan di bidang reserse kriminal khusus, termasuk Wadirreskrimsus Polda DIY dan Dirreskrimsus Polda Gorontalo.

Totok kemudian masuk ke lingkungan Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat Kasubdit IV Ditipidkor Bareskrim Polri pada 2017, Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor pada 2018, dan Kasubdit II Ditipidkor pada 2019.

Pada 2020, ia dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur.

Setelah bertugas di Jawa Timur, Totok menjabat Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri pada 2024. Ia kemudian kembali ke jalur pemberantasan korupsi pada 2025 setelah ditunjuk sebagai Direktur Tindak Kortastipidkor Polri.

Posisi tersebut menjadi pijakan sebelum Totok dipercaya memimpin Kortastipidkor. Pada 27 Februari 2026, ia resmi menjabat Kakortastipidkor Polri.

Menangani Sejumlah Perkara Besar

Sebagai Dirtindak maupun Kakortastipidkor, Totok terlibat dalam penanganan sejumlah perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Pada Juli 2026, misalnya, Kortastipidkor menangani penyidikan yang berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola batu bara, perkara Asabri dan Jiwasraya, serta dugaan TPPU dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Rangkaian penyidikan itu kemudian berujung pada penggeledahan di 12 lokasi.

Nama Totok juga muncul dalam penanganan perkara dugaan korupsi di Kabupaten Gowa. Pada September 2026, Kortastipidkor menetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU.

Rekam jejak tersebut membuat Totok dikenal sebagai salah satu perwira Polri yang cukup lama berada di jalur reserse dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kini Memimpin Polda Sulbar

Setelah sekitar tujuh bulan memimpin Kortastipidkor, Totok mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Sulawesi Barat.

Ia menggantikan Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta yang dimutasi menjadi Perwira Tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan khusus pada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Totok dan Adi sama-sama merupakan lulusan Akpol 1994 dan memiliki latar belakang reserse. Bedanya, perjalanan karier Totok dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak bersinggungan dengan penanganan perkara korupsi.

Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang Totok saat memasuki jabatan barunya sebagai Kapolda Sulbar.

Profil Singkat Irjen Pol Totok Suharyanto

Nama : Irjen Pol Totok Suharyanto, S.I.K., M.Hum.
Lahir : 29 Oktober 1972
Almamater : Akademi Kepolisian 1994
Bidang : Reserse
Kakortastipidkor Polri : sejak 27 Februari 2026
Jabatan sebelumnya : Dirtindak Kortastipidkor Polri
Jabatan baru : Kapolda Sulawesi Barat

Riwayat pendidikan:

  • Akpol (1994), KIBI (2001),
  • PTIK (2003),
  • Basic Computer Investigation Training Bangkok (2006),
  • Environmental Law Enforcement Training Indonesia-Australia (2006),
  • Sespim Polri (2008), dan
  • Susjab Kapolres (2010).

Riwayat jabatan:

  • Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat,
  • Danton Tar Akpol,
  • Dankie Tar Akpol
  • Kasat Reskrim Polres Malang Kota,
  • Kasat Reskrim Polwil Malang,
  • Wakapolres Malang Kota,
  • Kapolres Trenggalek,
  • Kapolres Malang Kota,
  • Wadirreskrimsus Polda DIY,
  • Dirreskrimsus Polda Gorontalo,
  • Kasubdit IV Ditipidkor Bareskrim Polri,
  • Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri,
  • Kasubdit II Ditipidkor Bareskrim Polri,
  • Dirreskrimum Polda Jawa Timur,
  • Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri,
  • Dirtindak Kortastipidkor Polri
  • Kakortastipidkor Polri.
  • Terbaru: Kapolda Sulbar