Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Pemprov Sulbar Respons Ketakutan Siswa SMPN 6 Kalumpang Usai Sekolah Nyaris Tersapu Banjir

Pemprov Sulbar Respons Ketakutan Siswa SMPN 6 Kalumpang Usai Sekolah Nyaris Tersapu Banjir

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Ketakutan yang dirasakan para siswa SMPN 6 Kalumpang, Kabupaten Mamuju, pasca sekolah mereka nyaris tersapu banjir, memantik perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Mithar, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju untuk mengambil langkah penanganan di SMPN 6 Kalumpang.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Sulbar,” ujar Mithar, Jumat (11/4/2025).

Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan instansi terkait akan difokuskan untuk mencegah dampak yang lebih buruk terhadap sekolah tersebut.

Tak hanya Kalumpang, lanjut Mithar, pihaknya juga tengah memetakan sejumlah sekolah lain di Sulbar yang berpotensi terdampak bencana alam.

“Kami sudah memiliki data sekolah-sekolah yang terancam longsor dan lainnya. Sudah kami usulkan pembangunan talud, tanggul, atau rabat beton. Namun karena keterbatasan anggaran, baru satu atau dua sekolah yang bisa ditangani sejauh ini,” ungkapnya.

Sebagai bentuk antisipasi jangka panjang, Disdikbud Sulbar juga telah merancang program peningkatan kewaspadaan dan edukasi mitigasi bencana di sekolah-sekolah. Program ini akan dimaksimalkan melalui sumber dana lain seperti dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Setiap tahun kami laksanakan edukasi mitigasi bencana di sekolah. Ke depan, dengan efisiensi anggaran, kami akan mengoptimalkan berbagai sumber dana agar program ini tetap berjalan,” pungkas Mithar.

Sebelumnya, para siswa mengaku takut dan dihantui rasa cemas pasca bangunan sekolah dari papan dan sebuah gedung baru nyaris tersapu luapan sungai  Karati’i di Dusun Mapo, Desa Siraun, pada Rabu malam.

“Orang tua saya khawatir dengan kondisi sekolah. Mereka berencana memindahkan saya karena takut dengan bencana seperti banjir dan longsor,” ujar Eva, salah seorang siswi, saat diwawancara Mekora.id pada Jumat (11/4/2025).

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Pencurian Dana Desa Tapandullu 388 juta di Mamuju

    Misteri Raibnya Dana Desa Tapandullu Rp388 Juta di Mamuju Terjawab, Mantan Pinca Bank Diduga Otak Pencurian

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 331
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Kasus hilangnya dana desa Tapandulu senilai Rp388.426.000 akhirnya terungkap. Pelaku utamanya adalah mantan Kepala Cabang salah satu bank ternama di Mamuju berinisial AH, yang kini telah diamankan Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulawesi Barat (Sulbar) di bawah pimpinan Iptu Hamring. Direktur Reskrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, juga memastikan bahwa AH telah […]

  • Penanggulangan bencana di Sulbar.

    Pj Gubernur Sulbar dan Para Bupati Sepakat Perkuat Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Zudan Arif Fakrulloh, dan seluruh Bupati di wilayah Sulbar sepakat perkuat penanggulangan bencana. Komitmen ini disepakati dalam Orientasi Manajemen Kebencanaan Bagi Pengambil Keputusan Strategis Provinsi Sulawesi Barat Untuk Pimpinan Daerah Provinsi Sulbar serta Seluruh Pimpinan Daerah Kabupaten se Sulbar di Denpasar. Rabu, (27/09/2023). Komitmen ini bertujuan […]

  • Ruslan D Pandayai di Mamasa

    Temui Tokoh-tokoh Masyarakat, Ruslan D Pandayai Tegaskan Mamasa Harus Berlari Kejar Ketertinggalan

    • calendar_month Selasa, 16 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MAMASA, mekora.id – Setelah menyatakan diri siap maju sebagai calon Bupati Mamasa, Ruslan D Pandayai langsung tancap gas dengan melakukan pertemuan dan sowan ke sejumlah tokoh masyarakat di Mamasa. Pertemuan hari ini, Senin (15/04/2024) dilakukan di tiga Desa di Kecamatan Mamasa, yakni Desa Lambanan, Desa Taupe, dan Desa Bombong Lambe. Kepada tokoh masyarakat, Ruslan D […]

  • Karyawati Koperasi Pasangkayu

    Karyawati Koperasi di Pasangkayu Tewas Dibunuh Suami Nasabah Karena Kesal

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 149
    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Mekora.id – Hijrah (19), pegawai koperasi BUMN di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, ditemukan tak bernyawa di kebun kelapa warga di Dusun Tanga-tanga, Desa Sarjo, Sabtu (20/9/2025) pagi. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam, celana yang dikenakan copot pelaku. Sementara seragam kerjanya terlilit di leher. Dibunuh Suami Nasabah Setelah ditemukan tewas, pelaku pembunuhan mengarah […]

  • Mayat di Karampuang

    Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pulau Karampuang, Mamuju

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Mamuju, Mekora.id – Sesosok mayat pria tanpa identitas, ditemukan mengapung di laut di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), pada Jumat (13/9/2024). Menurut keterangan Polisi, Mayat tersebut awalnya ditemukan oleh salah warga bernama Basri yang juga pemilik kapal penumpang sekitar Pukul 09.00 WITA. Saat itu Basri sedang menjalankan aktivitas seperti biasa, tiba-tiba […]

  • Aco Mulyadi H

    Bendugan Budong-Budong, Manfaatmu Untuk Masyarakat Mamuju Tengah?

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 174
    • 1Komentar

    Penulis : A. Mulyadi. Y Anggota Perkumpulan Petani Mandiri (PETANAM) Nusantara Sejak sosialisasi, pengukuran, dan pelepasan kawasan perkebunan kakao masyarakat di Desa Salule’bo di tahun 2016-2017 hingga pengerjaan badan bendungan serta pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan dan jembatan di tahun 2024 ini, pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah “untuk keperluan apa Bendungan ini […]

expand_less