Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Pilkada » Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung relatif aman dan lancar. Namun rendahnya partisipasi pemilih Pilkada kali ini jadi sorotan, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2020.

Partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju tahun 2024 ini diperkirakan hanya mencapai angka 75 persen, itu berarti lebih rendah dari Pilkada tahun 2020 lalu, yakni 85 persen.

Hal tersebut menuai sorotan tajam dari kalangan pemuda di Mamuju, mereka menilai maraknya Money Politik adalah penyebab utama rendahnya partisipasi pemilih.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra menjelaskan, faktor lain yang menjadi penyebab rendahnya partisipasi pemilih adalah kurangnya penanaman nilai-nilai Kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di Masyarakat. Sehingga prinsip berdemokrasi surut dan tidak lagi dianggap sebagai panutan berbangsa.

“Penanaman nilai-nilai Pancasila karena disitulah kita diajarkan pentingnya menyalurkan hak suara untuk pembangunan Bangsa,” ujar Anshar saat dihubungi tim Mekora.id via Whatssap, Kamis (5/12/2024) sore.
Selain itu, Anshar menyebut kecenderungan demokrasi saat ini tidak diikuti dengan pendidikan politik yang memadai. Sehingga terjadi ketimpangan antara peserta dan pemilih.
Hal itu kata Anshar, memicu politik pragmatis dan menjadikan Pemilu hanya sekedar ajang lombah, bukan ajang gagasan untuk membangun peradaban sesuai cita-cita bangsa yakni “Bangun Jiwanya dan Bangun Raganya”.
“Fakta dilapangan adalah masyarakat tidak akan memilih bila tidak ada uang, saya pikir satu-satunya yang menjadi masalah adalah persoalan politik uang yg tidak bisa dibendung,” ujar Anshar.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Leling Raya (IP2MLR), Muh.Dadang, mengambil perspektif lain. Dia menyebut faktor money politik dalam mendorong partisipasi pemilih menjadi bukti kejenuhan rakyat terhadap sistem demokrasi yang tajam kebawa.
Dadang mengungkap, saat ini masyarakat hilang kepercayaan dengan penyelenggaraan pesta demokrasi yang acap kali menguntungkan kelompok atau kalangan tertentu saja.
“Faktor money politik uang sangat menjadi pendorong dalam pemilu kita akhir-akhir ini, saya kira pemangku kebijakan harus merespon hal ini sebagai kejenuhan dan ketidakpercayaan rakyat,” ungkap Dadang.
Kata Aktivis yang lantang dengan isu-isu demokrasi itu, jika kebijakan yang lahir dari sistem politik tidak memihak pada rakyat kecil. Dia khawatir demokrasi akan menjadi semu. Sehingga masyarakat yang merasa haknya dirampas akan berhenti.
“Ini sudah jadi warning, terutama bagaimana kebijakan pro untuk rakyat harus dilahirkan. Kalau tidak demokrasi hanya akan menjadi tabu bagi rakyat karena haknya dirampas,” pungkas Dadang.

Penulis : Yudi Toda

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • WALHI Sulbar

    Sampah Visual Caleg Menjadi Teror Untuk Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 187
    • 1Komentar

    Penulis : Asnawi Jabatan : Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulbar Pesta demokrasi atau pemilihan legislatif adalah momen penting dalam sistem demokrasi, warga negara memiliki kesempatan untuk memilih wakil mereka yang akan mengambil keputusan politik dan membuat undang-undang. Namun pemasangan baliho para calon legislatif (Caleg) menjadi sebuah paradoks, dimana para Caleg yang nantinya mengisi pemerintahan dalam […]

  • Demokrat Mamuju Anggap Putusan MA Tentang Kuota 30 Persen Perempuan Dipaksakan

    Demokrat Mamuju Anggap Putusan MA Tentang Kuota 30 Persen Perempuan Dipaksakan

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Partai Demokrat Partai Demokrat Kabupaten Mamuju, akui kewalahan atas putusan Mahkama Agung tentang pemenuhan kuota 30 persen perempuan calon legistlatif. Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju, Suraidah Suhardi, putusan itu memberatkan mereka menyusun bakal calon legislatif yang sedang berlangsung. “Kami terpaksa mengganti Caleg laki-laki potensial, dalam penjaringan kami mencoba merekrut perempuan […]

  • UT Majene

    Lulusan Diharap Kompeten dan Percaya Diri, UT Majene Bekali Mahasiswa Penerima Beasiswa dengan Public Speaking

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MAJENE, Mekora.id – Sebanyak 47 mahasiswa penerima beasiswa Corporate Social Responsibility (CSR) Universitas Terbuka (UT) Majene dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) mengikuti Pelatihan Public Speaking bertema “Membangun Kepercayaan Diri dan Kompetensi Komunikasi Mahasiswa” yang digelar di Kantor UT Majene. Pelatihan ini menghadirkan pemateri profesional di bidang komunikasi, yakni Sufyan Ilbas, S.Sos., M.M. dan Farhanuddin, […]

  • Car Free Day Sulbar

    Gandeng UMKM, Pemprov Sulbar Mulai Car Free Day Tiap Hari Minggu di Jalan Arteri Mamuju

    • calendar_month Minggu, 17 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 201
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Car Free Day di Jalan Arteri Mamuju akan mulai rutin digelar setiap hari Minggu. Hal itu setelah Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan launching pagi tadi, Minggu (17/12/2023). Nantinya, sebagian Jalur Arteri akan ditutup total bebas kendaraan, mulai dari depan Lapangan Tenis Mamuju hingga persimpangan jalan Nelayan, mulai pukul 06.00-10.00 pagi. Car Free Day […]

  • Ketua AJI Kota Mandar

    Frendy Christian dan Rahmayani Jadi Ketua dan Sekretaris AJI Mandar Periode 2025-2028

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 224
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Frendy Christian dan Rahmayani resmi terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar periode 2025-2028. Keduanya ditetapkan dalam Konferensi Kota (Konferta) ke-V AJI Kota Mandar yang diselenggarakan di Tondok Bakaru, Mamasa, pada Sabtu, 25 Januari 2025. Frendy Christian, merupakan jurnalis dari Inews TV sedangkan Rahmayani, bekerja sebagai jurnalis Radio […]

  • Sahdan Husian, Keluarga Korban Dugaan Pengeroyokan

    Keluarga Soroti Lambannya Penanganan Kasus Pengeroyokan Perempuan di Mamuju Tengah

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 273
    • 0Komentar

    MATENG, Mekora.id – Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang perempuan yang bekerja sebagai penjaga portal rumah sakit di Kabupaten Mamuju Tengah kembali menjadi sorotan. Peristiwa yang terjadi pada 27 Januari 2026 itu viral di media sosial, namun hingga kini pelaku disebut belum diamankan. Keluarga korban, Sahdan Husain, menyampaikan kekecewaan atas lambannya proses hukum. Ia menyebut […]

expand_less