Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HOME » ADVERTORIAL » Opini Gubernur Sulbar : APBD Serta Public Value

Opini Gubernur Sulbar : APBD Serta Public Value

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ditulis Oleh: Gubernur Sulawesi Barat, DR. H. Suhardi Duka, MM

Pelaksanaan APBD tahun 2024 diganjar BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Walau masih meninggalkan sederet catatan, WTP sebagai opini BPK atas ‘ketaatan di atas kertas’ pada pelaksanaan APBD tahun 2024 itu tetap jadi satu hal yang wajar untuk dijadikan satu kebanggan.

Apresiasi kepada dua kepala daerah definitif sebelumnya. Termasuk untuk tiga Pelaksana tugas gubernur yang telah bekerja secara maksimal hingga WTP itu dapat diraih sekaligus dipertahankan hingga 11 kali berturut-turut.

Saya banyak mendengar masukan dan catatan kritis dari DPRD atas pelaksanaan APBD tahun 2024. Jika dikerucutkan, kesemuanya bermuara pada desakan agar pelaksanaan APBD di tahun-tahun mendatang dijalankan secara efektif, efisien dan juga transparan.

Secara umum, saya dan tentu saja Pak Wakil Gubernur punya semangat yang sama untuk hal tersebut. APBD memang wajib digulirkan secara efektif, efisien serta transparan. Tak cuma di masa eksekusinya saja. Prinsip efektif, efisien dan transparan itu mesti jadi landasan utama sejak proses perencanaan serta pengawasannya.

Di tengah kian beratnya tantangan zaman, berbarengan dengan ragam persoalan yang masih membelit masyarakat Sulawesi Barat, struktur bangun APBD kita belum sepenuhnya cukup untuk membawa masyarakat sepenuhnya keluar dari belitan persoalan itu. Tingginya angka kemiskinan, kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta sederet persoalan lainnya, hampir mustahil menuntaskannya jika hanya bersandar pada komponen pendapatan daerah dalam APBD.

Struktur APBD kita masih sangat tergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita hanya menopang sekitar 27 Persen dari total APBD. Bandingkan dengan daerah lain yang sudah ada di angka 53 Persen. Artinya memang tingkat ketergantungan kita terhadap dana transfer dari pusat masih sangat tinggi. Sekaligus menggambarkan betapa rendahnya PAD kita selama ini.

Salah satu upaya untuk memaksimalkan PAD di Sulawesi Barat yang saya bersama Pak Wakil Gubernur gagas adalah dengan membentuk satu kelembagaan baru. Sebuah lembaga yang tupoksinya satu; mengurusi pendapatan daerah. Alhamdulillah, ide tersebut telah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.

Dari apa yang saya amati, jalannya APBD di Sulawesi Barat selama ini seperti tak punya arah yang jelas. Mekanismenya bak pesawat terbang dengan aktivasi mode auto pilot. Tak sepenuhnya keliru, tapi menurut saya mesti diperbaiki.

Selama ini, kita seolah berebut, berlomba untuk bagaimana membelanjakan anggaran. Terlalu asyik dengan hal itu, kita sampai lupa bagaimana cara mendapatkan anggaran. Mindset seperti ini harus diubah, mendapatkan anggaran sekaligus membelanjakannya. Itu yang penting, secara bijak tentu saja.

APBD kita belum disertai public value. Itu yang saya amati selama ini. Buktinya, angka kemiskinan masih tinggi, layanan pendidikan dan kesehatan belum maksimal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah, hingga kesejahteraan masyarakat masih jauh dari harapan.

Di masa mendatang, pelaksanaan APBD tak boleh lagi berjalan secara autopilot. Ia wajib dijalankan dengan jelas, terarah dan tentu saja selaras dengan visi misi pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat. Hal yang jadi penegasan saya adalah tak boleh ada program yang muncul tanpa alur regulasi, semua harus taat pada kaidah dan jalur koordinasi perencanaan yang jelas sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Saya telah memberi penegasan kepada para OPD untuk mampu mengejawantahkan visi misi itu dalam bentuk program kerja yang konkret. Punya efek manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Pelaksanaan APBD di masa mendatang tak cukup hanya dengan ketaatan secara administrasi saja. Ia hendaknya punya daya dorong yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di titik itulah mengapa publik value wajib mengiringi dokumen APBD Sulawesi Barat.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kekerasan seksual

    Karyawati Perusahaan Tambang di Mamuju Diduga Hendak Dicabuli 2 Pimpinannya

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 134
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Seorang perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan tambang galian c di Mamuju, mengaku dicabuli oleh dua orang pimpinannya saat jam istirahat kerja. Menurut korban, peristiwa yang dialaminya itu  telah dilaporkan ke Polda Sulbar, sejak 30 Mei 2024 lalu. Namun ia mengaku, hingga saat ini pelaku belum diproses dan masih bebas berkeliaran. […]

  • cipayung plus kendari di DPRD Sultra

    Ketua DPRD Sultra Absen, Cipayung Plus Kendari Gelar Paripurna Tandingan

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 194
    • 0Komentar

    KENDARI, Mekora.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Kendari—yang terdiri dari GMNI, IMM, PMKRI, KHMDI, GMKI, KAMMI, dan HMI MPO—kembali menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/9/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan amarah kolektif mahasiswa terhadap Ketua DPRD Sultra, Laode Tariala, yang dinilai mengingkari janji […]

  • Sukriadi Amil Tannipalu

    Kuli’

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Penulis : Sarman Sahuding (Wartawan Utama) Otoritas pimpinan baru Partai Nasdem Sulawesi Barat telah menarik garis batas demarkasi politik Pilkada region Mamuju : tak ada kader partai yang maju walau calon wakil bupati sekalipun. Dengan pernyataan punggawa baru Nasdem sekaligus menjelaskan tak penting menakar jumlah kursi di parlemen Mamuju. Berapa pun raihan kursi di DPRD […]

  • Komisi Satu Laksanakan RDP Dengan Apkasindo Mateng Bahas DBH Sawit

    Komisi Satu Laksanakan RDP Dengan Apkasindo Mateng Bahas DBH Sawit

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 112
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Komisi I DPRD Sulbar menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPD Apkasindo Perjuangan Kabupaten Mamuju Tengah, terkait program pemerintah pusat tentang Dana Bagi Hasil sawit (DBH). Dilaksanakan di ruang komisi I, Pada, Jumat, (3/5/2024). Rapat ini dipimpin oleh H. Muh. Taufiq Agus didampingi Ir. H Firman Argo Waskito dan dihadiri oleh Badan […]

  • BNN Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar dan BNN Musnahkan 624 Gram Sabu Asal Malaysia

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 135
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Suraidah Suhardi, menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba asal Malaysia yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulbar di halaman Kantornya, Jl. AP. Pettarani, Binangan, Mamuju, pada, Rabu, (29/5/2024). Setidaknya ada sebanyak  624,3284 gram narkoba jenis sabu dan obat-obatan daftar G jenis  Trihexyphenidyl (THD) sejumlah 6900 butir (bojek) […]

  • Pasien Ditandu di Kalumpang

    Awali 2026, Warga Kalumpang Terpaksa Tandu Pasien 30 Kilometer Akibat Jalan Rusak

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 549
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id — Buruknya infrastruktur jalan di pedalaman Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali berdampak pada keselamatan warga. Seorang warga Desa Lasa bernama Mince (25) terpaksa dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 30 kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan akibat tidak tersedianya akses jalan yang layak. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026), warga sejak siang hingga […]

expand_less