Niat Jemput Anak, Perempuan di Mamasa Malah Dianiaya Mertuanya
- account_circle mekora.id
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses visum korban di Polres Mamasa.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMASA, Mekora.id – Seorang perempuan bernama Wahyuni Wulan (26), warga Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Mamasa, Sulawesi Barat, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah mertuanya sendiri. Peristiwa itu terjadi pada 24 April 2026 di rumah terduga pelaku di Dusun Tusan.
Wulan menuturkan, kejadian bermula saat ia hendak menjemput anaknya di rumah mertuanya usai terlibat cekcok dengan suaminya. Namun situasi tiba-tiba memanas ketika ayah mertuanya datang dan diduga langsung melakukan penyerangan.
“Tiba-tiba datang mendorong dan memukul saya. Tidak hanya itu, dia juga menendang bagian belakang saya,” ujar Wulan, Senin (4/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, Wulan bersama keluarganya telah melakukan visum dan melaporkan kasus itu ke Polres Mamasa.
Pihak keluarga menyayangkan penanganan laporan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan, meski sudah hampir dua pekan sejak dilaporkan.
“Kami sudah melapor setelah kejadian, tetapi hampir dua minggu belum ada penahanan,” kata Bojes, salah satu anggota keluarga korban.
Keluarga berencana mendatangi Polres Mamasa untuk mempertanyakan perkembangan kasus tersebut. Mereka berharap aparat segera mengambil langkah tegas.
“Kami akan datangi Polres Mamasa untuk memperjelas sejauh mana laporan kami diproses. Kalau tidak ditindaklanjuti, keluarga akan mengambil langkah lanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Drones Madika, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
“Sudah naik tahap penyidikan. Keterlambatan karena jumlah penyidik kami terbatas,” ujarnya.
- Penulis: mekora.id


Saluran Whatsapp
Google News

Saat ini belum ada komentar