POLMAN, Mekora.id – Musibah kebakaran merenggut tiga nyawa dalam satu keluarga di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (3/8/2026) siang. Sebuah rumah panggung ludes dilalap api, sementara para korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Korban meninggal dunia masing-masing Mursalim, pemilik rumah, ibunya Nurlinah (80), serta putranya Halim (12). Peristiwa itu terjadi begitu cepat hingga rumah yang didominasi material kayu rata dengan tanah.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, api pertama kali terlihat membesar dari bagian rumah dan dalam waktu singkat menjalar ke seluruh bangunan. Warga yang berusaha memberikan pertolongan kesulitan mendekati rumah karena kobaran api sudah terlalu besar.
Koordinator Lapangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Jawir, mengatakan saat kebakaran terjadi, Nurlinah yang sedang sakit berada di dalam kamar bersama cucunya, Halim. Mengetahui ibu dan anaknya masih berada di dalam rumah, Mursalim nekat menerobos kobaran api untuk menyelamatkan keduanya.
Namun upaya tersebut gagal. Api yang semakin membesar membuat ketiganya terjebak di dalam rumah.
“Pak Mursalim masuk karena tahu ibunya dan anaknya masih berada di dalam. Tetapi api berkembang sangat cepat. Kondisi ibunya yang sedang sakit juga membuat proses evakuasi tidak memungkinkan,” kata Jawir.
Mursalim sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di kamar mandi. Ia berhasil dievakuasi warga dan petugas dalam keadaan masih bernapas sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan. Namun, korban akhirnya meninggal dunia akibat menghirup asap dalam jumlah besar.
Sebanyak sembilan armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api, terdiri atas empat unit dari Mako Induk Polewali, dua unit dari Pos Campalagian, satu unit dari Pos Tinambung, serta dua unit bantuan dari Kabupaten Majene.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WITA atau sekitar 20 menit setelah menerima laporan. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 35 menit hingga api berhasil dikendalikan.
Menurut Jawir, lambatnya informasi yang diterima petugas menjadi salah satu kendala dalam penanganan awal. Saat armada tiba, sebagian besar bangunan sudah habis terbakar karena konstruksi rumah didominasi bahan kayu yang mudah terbakar.
Selain rumah, kebakaran juga menghanguskan dua unit sepeda motor dan satu unit sepeda. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki aparat kepolisian. Tim identifikasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan sumber munculnya api.
Peristiwa ini menjadi salah satu musibah kebakaran paling tragis yang terjadi di Polewali Mandar tahun ini karena menewaskan tiga anggota keluarga dalam satu rumah.