Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Nasib 140 UMKM di Pantai Manakarra Diambang Penggusuran, GMNI Desak Pemda Segera Beri Solusi

Nasib 140 UMKM di Pantai Manakarra Diambang Penggusuran, GMNI Desak Pemda Segera Beri Solusi

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Rencana penggusuran pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sepanjang Jalan Yos Sudarso, kawasan Anjungan Pantai Manakarra, menuai penolakan dari para pelaku usaha. Ketidakjelasan solusi pasca-penggusuran membuat para pedagang resah, karena lokasi tersebut merupakan sumber utama penghidupan bagi ratusan keluarga.

Pantai Manakarra, yang dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi kreatif di Mamuju, menjadi tempat strategis bagi pedagang UMKM menjajakan aneka produk seperti makanan, minuman, hingga kerajinan tangan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Adam Jauri, menyatakan sikap tegas mendukung perjuangan para pedagang untuk menolak penggusuran.

“UMKM telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi daya tarik wisata. Kami akan bersama-sama berjuang bersama para pedagang untuk mempertahankan ruang hidup mereka,” ujar Adam.

Adam mengkritisi sikap Pemerintah Kabupaten Mamuju yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan terhadap nasib para pelaku UMKM.

GMNI menegaskan, penolakan penggusuran tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut hak warga atas ruang publik dan keberlanjutan hidup masyarakat lokal. Mereka mendesak agar pemerintah segera duduk bersama para pedagang untuk mencari solusi yang adil dan berpihak pada rakyat kecil.

“Pemda seharusnya mendukung dan mengembangkan UMKM sebagai sektor penting dalam peningkatan ekonomi daerah, bukan malah menghilangkan ruang usaha mereka tanpa solusi yang jelas,” tegasnya.

Menurut data yang dihimpun GMNI, setidaknya terdapat 140 pedagang UMKM yang terdampak oleh rencana penggusuran ini. Mereka belum mendapatkan kepastian solusi atau lokasi pengganti yang layak.

“Mereka mencari penghidupan harusnya dilindungi pemerintah, kami tegaskan

Selain Pemkab Mamuju, GMNI juga menyoroti keterlibatan dua perusahaan swasta, yakni PT Karya Mandala Putera dan PT Maleo Tiga Tujuh, yang dinilai telah mengkapitalisasi kawasan pesisir Pantai Manakarra sehingga mengurangi ruang publik bagi warga.

Salah seorang pedagang UMKM, Riska Amelia, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang berencana merelokasi para pedagang ke Taman Karema. Namun menurutnya, tempat tersebut sepi pengunjung dan memberlakukan tarif pajak yang tinggi.

Ia menambahkan, lokasi di Pantai Manakarra telah menjadi tempatnya menggantungkan hidup untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Kami dengar mau dipindahkan ke Taman Karema, tapi di sana sepi dan pajaknya sampai Rp400 ribu per bulan. Kami tidak sanggup,” keluh Riska.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil PI Blok Sebuku Untuk Sulbar

    Terungkap Sulbar Telah Terima PI Rp 33 M Dari Blok Sebuku, DPRD Minta Dikelola Transparan

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 477
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sulawesi Barat (Sulbar) ternyata telah menerima Participating Interest (PI) hasil pengelolaan Blok Migas Sebuku sebesar Rp 33 miliar. Hal itu terungkap dalam Rapar Komisi II di DPRD Sulbar, pada Selasa (14/1/2024). Dalam rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pempprov Sulbar itu, Anggota Fraksi PDIP, Habsi Wahid, meminta pihak Biro Ekonomi dan […]

  • Kampanye Akbar Ruslan Ida di Mamasa

    Tumpah Ruah, Puluhan Ribu Pendukung Hadiri Kampanye Akbar Ruslan-Ida di Mamasa

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 184
    • 2Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Kampanye akbar pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mamasa nomor urut dua (2), Ruslan D Pandayai dan Andi Farida Fachri (Ruslan Ida) dipadati puluhan ribu pendukung di Lapangan Kondosapata, Senin, (18/11/2024). Panitia pelaksana, Thamrin, mengatakan anomi para pendukung menghadiri kampanye akbar  Ruslan Ida datang dari 17 kecamatan di Kabupaten Mamasa. Dia […]

  • Penipuan Berkedok polisi di Pasangkayu

    Waspada Penipuan Berkedok Polisi, IRT di Pasangkayu Jadi Korban 39 Juta

    • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 182
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Polda Sulawesi Barat mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada  terhadap pelaku penipuan berkedok penelepon yang mengaku dari Polisi yang mengabarkan anggota keluarga anda terlibat kasus pidana baik narkoba, pengeroyokan, pencurian dan sebagainya. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi mengatakan, penelpon (yang menga ku Polisi) biasanya akan melebih-lebihkan hal buruk, selanjutnya […]

  • Toilet bersih Sulbar

    Ini 36 Sekolah yang Punya Toilet Terbersih di Sulbar Januari 2024

    • calendar_month Minggu, 11 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 252
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Program toilet bersih untuk fasilitas umum yang dicanangkan Pemprov Sulbar sejak awal tahun 2024 kini telah memasuki pengumuman pemenang untuk edisi Januari 2024. Program yang diinisiasi Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Zudan Arif Fakrulloh itu mengumumkan sejumlah pemenang dari enam kabupaten di Sulawesi Barat tingkat sekolah. Tim Satgas Program Toilet Bersih melakukan penilaian […]

  • RDP Dana Stimulan Gempa Sulbar

    DPRD Sulbar Gelar RDP Bahas Dana Stimulan Tahap II

    • calendar_month Selasa, 5 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 92
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menerima aspirasi dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng (Hipmab), di Ruang Komisi IV, Selasa (05/03/2024). Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Hatta Kainang, serta dihadiri Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat Yasir Fattah. Dalam rapat tersebut Himpunan Pelajar Mahasiswa Botteng […]

  • Ilustrasi Industri Film Indonesia

    Industri Film Indonesia Pasca-Pandemi: Antara Prestasi Gemilang dan Tantangan Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Artikel Opini Oleh : Fajar Shodiq Nurjati (2025) Tahun 2024 menjadi penanda sejarah bagi industri perfilman Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak 1926, film nasional berhasil melampaui jumlah penonton film impor dengan pencapaian mencapai 60 juta penonton (Mahendra, 2024). Lembaga Sensor Film (LSF) mencatat bahwa jumlah film layar lebar nasional yang masuk ke lembaga sensor juga […]

expand_less