Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Kejati Sulbar Endus Dugaan Melawan Hukum Pada Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Sulbar

Kejati Sulbar Endus Dugaan Melawan Hukum Pada Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Sulbar

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, mekora.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) menemukan adanya dugaan melawan pada administrasi pengerjaan gedung Bunker Radioterapi milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar yang dibangun di lahan parkir.

Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sulbar, Kuamedi mengatakan, indikasi melawan hukum itu terjadi dikarenakan terdapat pemindahan tangan pengerjaan sebanyak enam kali. Hal itu terungkap setelah sebelumnya Kejati Sulbar menjadi pendamping hukum oleh rekanan Proyek Dana Alokasi Khusus dari Menteri Kesehatan tahun 2023 itu.

“Kami mengundang pihak panitia, rekanan, PPK, PPTK dan pengawas. Tapi pihak rekanan bilang bukan saya pak, si B, jadi si B lagi bilang si C. Ada sekitar enam yang kita panggil. Di situ ada indikasi perbuatan melawan Hukum,” kata Kumaedi pada wartawan di Kantor Kejati Sulbar, Jl. Jl. RE Martadinata, Mamuju, Senin, (08/7/2024).

Kumaedi mengatakan, Kejati Sulbar menjadi pendamping hukum proyek Radioterapi RSUD Sulbar itu saat diminta rekanan pada November 2023. Namun karena pihak rekanan tidak pernah hadir dalam rapat, Kejati Sulbar memutuskan berhenti melakukan pendampingan hukum sejak 15 Desember 2023.

“Jadi setelah kami diminta pendampingan hukum, kami sarankan untuk menambah pekerja karena defisiensinya baru 19,5 persen. Tetapi beberapa kali kami undang, rekanan tidak pernah hadir,” ungkap Kumaedi.

Padahal kata Kumaedi, proyek itu tidak boleh dilakukan asal-asalan. Pasalnya Bunker itu nantinya bakal menjadi pusat Radioterapi Sulbar yang akan menyimpan radiasi. Sehingga jika tidak dikerjakan dengan baik maka akan membahayakan lingkungan sekitar.

“Setelah diundang berkali-kali dan tidak datang, pak Kajati memutuskan menghentikan pendampingan hukum. Hal itu karena ada indikasi perbuatan melawan hukum, dan rekanan tidak pernah mau hadir jika ada rapat. Padahal gedung ini akan menyimpan radiasi aktif, jika tidak dikerjakan baik maka sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangunan Bunker Radioterapi milik RSUD Sulbar itu menjadi sorotan publik. Pasalnya plafon bangunan yang baru selesai itu langsung ambruk, padahal menggunakan anggaran fantastis sebesar Rp 19,4 miliar dari DAK 2023.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Bupati Mamasa Yakub F Solon Dilantik

    Pj Bupati Mamasa Yakub F Solon Dilantik

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 164
    • 1Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Penjabat (Pj) Bupati Mamasa Yakub F Solon resmi dilantik di Graha Sandeq Kantor Gubernur Sulbar. Selasa, (19/09/2023). Prosesi pelantikan itu dibacakan langsung oleh Pj Gubernur Sulawesi Barat Zudan Arif Fakrulloh dan dihadiri Bupati Mamasa non-aktif Ramlan Badawi bersama sejumlah pejabat utama. “Saya memberikan dua tugas khusus kepada pak Yakob, yaitu menekan agar […]

  • Balap liar di Mamuju dan Polman

    Meresahkan, Balap Liar Remaja di Mamuju dan Polman Dibubarkan Polisi, 31 Motor Disita

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 245
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Aparat kepolisian membubarkan aksi balap liar yang meresahkan warga di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar (Polman) dalam operasi patroli akhir pekan, 21–22 Februari 2026. Total sedikitnya 31 unit sepeda motor diamankan dari dua wilayah tersebut. Di Mamuju, personel Kepolisian Resor Kota Mamuju menertibkan aksi balap liar di kawasan Anjungan Pantai Manakarra dan […]

  • Kronologi Pria di Onang Majene Tewas

    Begini Kronologi Pria di Onang Majene Tewas Ditangan Kades

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 184
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Peristiwa tewasnya seorang pria di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ditangan Kepala Desa terkuak. Menurut keterangan polisi, kejadian yang menewaskan korban Syauqaddin (26) itu menghebohkan masyarakat sekitar itu. Peristiwa itu bermula saat korban mendatangi  tersangka sekitar pukul 18.30 WITA, pada Minggu, (24/11/2024) malam. Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Budi […]

  • Debat perdana Pilkada Sulbar

    Debat Perdana Pilkada Sulbar Dikritik Habis, Pengamat Bandingkan Dengan Papua

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 158
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pengamat Politik dari Universitas Negeri Sulawesi Barat (Unsulbar) Muhammad, memberikan kritik pedas kepada KPU Sulbar selalu pelaksana debat kandidat Pilkada Sulbar, Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulbar 2024. Tayangan secara online (streaming) dianggap tak memuaskan publik. Dosen Fisip Unsulbar itu menyatakan, pelayanan publik secara teknis yang disiarkan melalui live di akun […]

  • Abdul Halim Wakil Ketua DPRD Sulbar

    Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Prof Zudan

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 126
    • 2Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat (Sulbar), Abdul Halim, mengapresiasi keberhasilan Penjabat (Pj) Gubernur, Zudan Arif Fakrulloh, selama 11 bulan menjabat. Program 4+1, pelayanan digitalisasi, hingga menjaga inflasi stabil dinilai Halim sebagai gebrakan Prof. Zudan yang berhasil memecah sejumlah permasalahan pokok Sulbar. Bahkan saat ini, Sulawesi Barat tercatat sebagai peringkat ketiga Provinsi dengan […]

  • Seleksi KIP (Komisi Informasi Provinsi) Sulbar

    Ditutup, 35 Orang Daftar Seleksi Komisioner KIP Sulbar

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seleksi calon anggota Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sulawesi Barat (Sulbar), tahapan pendaftaran resmi ditutup. Hingga berakhirnya waktu pendaftaran pada, Jumat, 08 November 2024 pukul 23:59, ada 35 orang yang mendaftar. Ketua Tim Seleksi KIP Sulbar, Dr. Rahmat Idrus, MH, mengatakan 35 orang pendaftar itu selanjutnya akan memasuki seleksi administrasi. “Kami akan lakukan […]

expand_less