Kebakaran Hebat Landa Pemukiman Padat di Balanipa Polman, 29 Rumah Ludes-Satu Korban
- account_circle mekora.id
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Puluhan rumah di Desa Galung Tulu, Polewali Mandar, hangus terbakar. (Foto : A.R.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POLMAN, Mekora.id – Kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu malam (28/2/2026). Sedikitnya 29 unit rumah dilaporkan ludes dilalap api, sementara satu warga meninggal dunia.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WITA, saat sebagian warga tengah melaksanakan salat Tarawih. Api disebut cepat membesar karena mayoritas bangunan terbuat dari kayu dan berdiri berdempetan tanpa jarak antar-rumah.
Sekretaris Desa Galung Tulu, Muhammad Sukri, menyatakan data sementara mencatat 29 rumah hangus terbakar dan beberapa lainnya mengalami kerusakan ringan.
“Api menjalar sangat cepat. Rumah-rumah di sini sebagian besar berbahan kayu dan posisinya rapat,” ujarnya di lokasi kejadian.
Ia juga mengonfirmasi satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Korban diduga mengalami serangan jantung saat menyaksikan kobaran api.
“Korban sempat dibawa ke Puskesmas, tetapi tidak tertolong. Jenazah sudah berada di rumah duka,” kata Sukri.
Sebanyak delapan unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, terdiri dari tujuh unit milik Pemkab Polman dan satu unit bantuan dari Majene. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain.
Kepala Satpol PP dan Damkar Polman, Muhammad Arifin, mengungkapkan akses jalan sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Armada cukup sulit masuk karena gang sempit dan warga yang berkerumun. Namun petugas tetap berupaya maksimal hingga api berhasil dikendalikan,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Aparat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menelusuri titik awal munculnya api yang dilaporkan berasal dari bagian tengah permukiman.
Petugas juga terus melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang dapat memicu kebakaran susulan.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
