Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LIFESTYLE » Lingkungan » JATAM Nilai Para Kandidat di Debat Pilgub Sulbar Gagal Paham Soal Ancaman Krisis Lingkungan

JATAM Nilai Para Kandidat di Debat Pilgub Sulbar Gagal Paham Soal Ancaman Krisis Lingkungan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Putaran debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai mengesampingkan aspek lingkungan. Para kandidat dianggap gagal paham.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) melalui, Juru Kampanye, Alfarhat Kasman, menyebut para Paslon gagal memahami aspek lingkungan. Hal itu kata dia, tergambar dari tidak adanya gagasan untuk melindungi kawasan dalam paparan para kandidat dalam debat Pilgub Sulbar yang berlangsung.

“Dalam putaran debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Barat ini, Sama sekali tidak memperlihatkan upaya serius dalam menghadapi persoalan krisis multidimensi yang diderita oleh warga,” kata Alfarhat.

JATAM mengkritik para Paslon yang dalam banyak kesempatan cenderung mengalihkan isu kerusakan lingkungan. Sebaliknya, mereka justru menyoroti praktik masyarakat kecil dalam menggarap lahan.

Padahal menurut Alfarat, lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat umumnya berukuran kecil dan tidak menimbulkan dampak besar industri ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan sawit skala besar.

“Pada konteks ini, warga selalu di kambing hitamkan atas perusakan dan penghancuran yang terjadi. Paslon sama sekali tidak melihat bahwa yang menjadi penyebab utama atas perusakan dan penghancuran kawasan hutan adalah kegiatan industri ekstraktif baik itu pertambangan maupun perkebunan skala besar seperti sawit,” ungkap Alfarat.

JATAM menyoroti, para kandidat di Pilgub Sulbar yang enggan membahas ancaman industri ekstraktif dan perkebunan industri yang sedang terjadi. Padahal dua isu itu merupakan masalah pokok yang sering kali mengancam lingkungan hidup dan berbenturan dengan warga lokal.

Dia menyebut, pembahasan isu itu merupakan hal yang sangat penting. Sebab pengawasan yang lemah, kini berdampak pada konflik perusahaan ekstraktif (tambang dan perkebunan kelapa sawit) dengan masyarakat lokal yang sedang terjadi di Sulawesi Barat. Konflik-konflik itu menurut JATAM, kini sedang menggerogoti masyarakat desa. yang tersebar di hampir semua wilayah di Sulbar.

Dalam laporan JATAM, perusahaan ekstraktif seperti perusahaan tambang batu bara PT. Bonehau Prima Coal (BPC) di Desa Tamalea Tua, Kecamatan Bonehau, Mamuju, kini sedang konflik dengan masyarakat lokal. Permasalahan itu timbul akibat penggunaan jalan umum dan pengelolaan tambang yang berada di kawasan hutan produksi terbatas.

“Luas konsesi BPC sebesar 98 hektar, dan sekitar 80% konsesi ini berada dalam kawasan hutan produksi (HP) dan hutan produksi terbatas (HPT), tanpa adanya alas hukum izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH),” ungkap Alfarat.

Sementara di Polewali Mandar, ada PT. Isco Polman Resources, perusahaan tambang untuk komoditas timbal dengan luas konsesi 199 hektar yang berada dalam kawasan hutan lindung.

PT. Isco Iron juga memiliki konsesi tambang bijih besi dengan luas 943 hektar, tidak mengantongi IPKKH.

Selain itu perusahaan ini juga memiliki wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) Blok Pasiang, yang merupakan komoditas mineral kritis galena dengan luas konsesi 1.867 hektar.

“Fakta-fakta ini yang sama sekali tidak disebutkan oleh masing-masing Paslon. Mengingat pengusaha tambang tersebut berpotensi menjadi penyandang dana bagi paslon itu sendiri,” tutur Alfarhat.

Selain itu, masing-masing pasangan calon juga diduga terdeteksi pada industri ekstraktif baik itu secara langsung dan tidak langsung. Salah satunya dengan memberikan karpet merah bagi investasi di sektor bisnis kotor ini.

“Dari kondisi ini pula, kita dapat menyimpulkan pilkada ini hanya akan menjadi sumber bencana bagi warga Sulawesi barat,” pungkasnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKK Sulbar

    Gubernur Sulbar Bakal Salurkan BKK Tambahan Penghasilan Perangkat Desa Sebesar Rp3,3 Miliar Untuk di Polman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 137
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menghadiri sosialisasi petunjuk teknis (juknis) Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk tambahan penghasilan kepala desa, kepala urusan (KAUR), dan kepala seksi (Kasi) desa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Jumat, (13/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Polewali Mandar. Program BKK ini memiliki total anggaran […]

  • Partispasi Pilkada 2024 disorot HMI Manakarra dan IP2MLR

    Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Menurun, Mahasiswa Soroti Money Politik yang Mengakar

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 160
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Barat, berlangsung relatif aman dan lancar. Namun rendahnya partisipasi pemilih Pilkada kali ini jadi sorotan, yang lebih rendah dibandingkan tahun 2020. Partisipasi pemilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju tahun 2024 ini diperkirakan hanya mencapai angka 75 persen, itu […]

  • Kejurnas Karate 2025

    Sulbar Tuan Rumah Kejurnas Karate 2025

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 197
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Sulawesi Barat (Sulbar) bakal menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate tahun 2025 mendatang. Hal itu setelah diumumkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam lokakarya sentra pembinaan olahraga di Semarang, Jawa Tengah, pada, Selasa (14/5/2024). Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar, Safaruddin Sanusi mengatakan, siap menyambut penunjukan Sulbar tuan rumah […]

  • Deklarasi Kampanye damai Mamasa

    Deklarasi Kampanye Damai di Mamasa Molor Satu Setengah Jam Akibat Listrik Padam

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 181
    • 0Komentar

    MAMASA, Mekora.id – Deklarasi kampanye damai untuk Pilkada Kabupaten Mamasa yang dilaksanakan KPU Mamasa di Aula Mini Rumah Jabatan Bupati, molor akibat matinya listrik. Selasa, (23/9/2024). Dari jadwal sebelumnya yang diagendakan pada Pukul 14.00 WITA, baru berlangsung di pukul 15.30 WITA, setelah pihak KPU Mamasa mendatangkan mesin genset. Para peserta termasuk pasangan calon yang hadir […]

  • Kapal HIlang di Sumare

    Kapal Penumpang Dari Pulau Ambo Hilang Kontak di Perairan Mamuju, Nasib 28 Penumpang Belum Diketahui

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle mekora.id
    • visibility 229
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Kapal Bigetron GT -6 yang mengangkut rombongan warga Sumare untuk menghadiri pernikahan di Pulau Ambo, Kecamatan Balabalakang dilaporkan hilang kontak, pada Kamis (20/12/2023) dini hari. Kapal tersebut memuat 26 penumpang, 1 anak buah kapal (ABK) dan 1 pemilik kapal, bertolak dari pulau Ambo pada Rabu pukul 10.00 WITA. Dengan jarang tempuh sekitar […]

  • Mahasiswa Indonesia ditahan Polisi Mesir

    Breaking News : Dua Mahasiswa Asal Mamuju dan Bandung Ditahan Polisi Kairo Mesir Sejak Maret

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 316
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Dua mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dilaporkan ditahan oleh pihak kepolisian setempat sejak 12 Maret 2025. Keduanya adalah Arjung (25), warga Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dan Alwi Dahlan (AD) asal Bandung, Jawa Barat. Menurut informasi dari Muhammad Fadli Syah, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) di Mesir, […]

expand_less