Inflasi Sulbar Tertinggi di Mamuju, Namun Terkendali
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 3 Des 2024
- comment 1 komentar
- print Cetak

Diagram Inflasi Sulbar November 2024. (Sumber : BPS)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Inflasi di Sulawesi Barat (Sulbar) secara Year on Year (YoY) terpantau terkendali, hal itu setelah Badan pusat statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,18 persen. Pada, Kamis, (2/12/2024) kemarin.
Sementara untuk tingkat inflasi di masing-masing Kabupaten, Mamuju mencatat inflasi sebesar 2,07 persen dengan IKH 105,46 poin, itu lebih tinggi dibanding Kabupaten Majene dengan inflasi sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 106,48.
Kepala BPS Sulbar, Tina Wahyufitri Mengatakan inflasi tahunan ini terjadi karena adanya kenaikan harga dari kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman dan tembakau yang andil sebesar 2,03 persen. Kenaikan itu sebesar 105,38 pada November 2024 bandingkan pada November 2023 dengan 103,28 poin.
“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi adalah Ikan Layang sebesar 0,31 persen, Bawang Merah sebesar 0,24 persen,Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,17 persen, Kopi Bubuk sebesar 0,15 persen, Tomat sebesar 0,10 persen, Ikan Kembung, Ikan Cakalang dan Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 0,08 persen, Ikan Selar, Gula Pasir dan Minyak Kelapa 0,07 persen,” ujar Tina.
Sementara kelompok lain yang turut andil dalam inflasi YoY ini, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen, perumahan air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,02 persen.
Selain itu, sektor kesehatan juga ikut menyumbang sebesar 0,02 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, pendidikan sebesar 0,06 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,13 persen.
“Sementara kelompok transportasi, rekreasi olahraga dan budaya tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi,” ujar Tina.
Meski begitu, BPS mencatat Sulawesi Barat secara month to month (m-to-m) mencatatkan deflasi sebesar 0,17 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,83 persen.
Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m pada
November 2024, yakni : ikan layang, beras, pisang, ikan cakalang, dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas yang andi dalam inflasi m-to-m, masing-masing : tomat, bawang merah, minyak kelapa, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT)
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
