Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Industri Kreatif di Media Sosial: Antara Citra dan Realita Sosial

Industri Kreatif di Media Sosial: Antara Citra dan Realita Sosial

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun, dibalik gambaran tersebut, ada realitas yang sering luput dari perhatian. Industri
kreatif tetap berjalan dalam sistem ekonomi yang menuntut produktivitas, efisiensi, dan keuntungan.
Kebebasan yang kerap ditampilkan di media sosial sering kali tidak sepenuhnya nyata. (McRobbie, A.
2020). Banyak pekerja kreatif justru tidak memiliki batasan jam kerja yang jelas, hidup dengan
pendapatan yang tidak menentu, dan terus-menerus menyesuaikan diri dengan selera pasar serta
tuntutan algoritma platform digital. Banks, M. (2020).

Publik bukan hanya menjadi penikmat narasi romantis tentang industri kreatif, tetapi juga ikut
berperan dalam mempertahankannya. Pujian, likes, dan harapan terhadap konten yang selalu terlihat
positif mendorong para kreator untuk terus menampilkan citra ideal. Tanpa disadari, respons semacam
ini menciptakan tekanan sosial tambahan bagi pelaku industri kreatif untuk selalu tampak baik-baik
saja, meskipun realitasnya tidak selalu demikian. Selain itu, karya kreatif sering dinilai hanya dari
hasil akhirnya. Proses panjang, usaha, serta kondisi kerja yang melatarbelakanginya jarang mendapat
perhatian. Pandangan ini memperkuat anggapan bahwa kreativitas adalah sesuatu yang muncul secara
alami, seolah tidak membutuhkan kerja keras, waktu, dan energi yang setara dengan pekerjaan lain.
(International Labour Organization 2022).

Karena itu, perubahan cara pandang publik menjadi sangat penting. Ketika masyarakat mulai
menyadari bahwa industri kreatif memiliki kompleksitas, risiko, dan tantangan nyata, ruang dialog
yang lebih adil antara kreator dan publik dapat terbuka. Dari sini, apresiasi terhadap kerja kreatif tidak
hanya berhenti pada hasil, tetapi juga mencakup proses dan kesejahteraan para pelakunya (Poell, T., et
all 2022).

Romantisasi industri kreatif di media sosial adalah fenomena sosial yang tidak sederhana. Di
satu sisi, ia mampu memberi inspirasi, membuka imajinasi, dan mendorong banyak orang untuk
berani mengekspresikan diri. (Bishop, S. 2023). Narasi ini membuat industri kreatif terasa dekat,
relevan, dan penuh kemungkinan. Namun di sisi lain, romantisasi juga berisiko menutupi realitas
sosial yang sarat tantangan, ketidakpastian, dan kerentanan yang dialami banyak pelaku di dalamnya.
Menyadari adanya jarak antara citra yang ditampilkan dan realitas yang dijalani menjadi langkah awal
untuk membangun pemahaman yang lebih kritis. Publik perlu melihat kerja kreatif secara lebih utuh,
kreator berhak menghadirkan cerita yang lebih jujur tentang proses dan perjuangan, sementara
platform digital memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengedepankan narasi yang indah, tetapi
juga yang manusiawi. (Oakley, K., & Banks, M. 2020)

Dengan pemahaman seperti ini, industri kreatif tidak lagi sekadar dipandang sebagai ruang
kebebasan dan estetika semata, melainkan sebagai arena kerja yang nyata. Sebuah ruang yang layak
mendapatkan apresiasi yang adil, perlindungan yang memadai, serta empati sosial terhadap mereka
yang hidup dan bekerja di dalamnya.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi II DPRD Sulbar, Muh, Khalil Gibran

    DPRD Sulbar Segera Tinjau Lokasi Tambang Pasir di Sungai Gentungan Kalukku

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Usai menerima aspirasi dari Aliansi Masyarakat Gentungan dan Kanang-Kanang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan akan segera meninjau aktivitas tambang galian C milik CV. Sinar Harapan. Hal itu ditegaskan oleh Anggota Komisi II DPRD Sulbar, Muh. Khalil Gibran, usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan masyarakat Gentungan dan […]

  • Demo di DPRD Sulbar

    Aliansi Mahasiswa di Sulbar Gotong Keranda Mayat ke DPRD, Tuntut Evaluasi Kinerja Pj Gubernur

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 68
    • 0Komentar

    “Kami sudah beberapa kali melakukan demo di kantor gubernur, tapi tidak pernah ditemui oleh Pj Gubernur. Karena itu, hari ini, bertepatan dengan pelantikan DPRD Sulbar, kami kembali berdemo dengan harapan tuntutan kami dapat disampaikan ke eksekutif,” kata Rijal, salah satu orator aksi. Keranda Mayat, Simbol Kekecewaan Dalam aksinya, mahasiswa membawa keranda mayat sebagai simbol kekecewaan […]

  • Samsul Mahmud

    Samsul Mahmud Terpilih Aklamasi di Musda IV Golkar Sulbar, Janji Kembalikan Kursi DPR RI

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Ia menambahkan, Golkar Sulbar akan fokus menjalankan instruksi DPP untuk kembali mengirimkan wakil ke DPR RI, setelah dua periode terakhir tak berhasil menempatkan kader di Senayan. “Kita akan fokus sebagaimana diminta DPP, yaitu mengirim anggota DPR RI. Dan itu pasti ada,” tegasnya. Aklamasi Jadi Bukti Kekompakan Golkar Sulbar Samsul juga menilai hasil aklamasi merupakan cermin […]

  • Sekda Mamasa Kabur

    Diperiksa Berjam-jam, Sekda Mamasa “Kabur” Saat Ditanya Dugaan Korupsi APBD 2023

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 114
    • 5Komentar

    “Iya benar, hari ini ketiganya kami periksa. Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pembebasan lahan pasar di Kabupaten Mamasa,” ujar Asben saat ditemui di ruang kerjanya. Asben menjelaskan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan yang ditangani oleh Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulbar. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mendalami potensi penyimpangan anggaran pada […]

  • Razia Knalpot Brong di Mamuju

    Razia Knalpot Brong, 26 Pelanggar Terjaring Ditlantas Polda Sulbar

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Untuk sosialisasi awal, penilangan yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polda Sulbar ini memberikan suatu penegasan bahwa menggunakan knalpot dapat menimbulkan keresahan hingga penolakan di masyarakat. Termasuk mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. “Masalah knalpot tetap akan kita lakukan himbauan kepada masyarakat bahwa itu sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Terutama kebisingan dan mengganggu ketertiban umum,” ujarnya. Meski demikian, […]

  • Dugaan Intiidasi Petani Sawit Pasangkayu

    APSP Kecam Tindakan Represif Aparat ke Petani Sawit di Pasangkayu

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 136
    • 4Komentar

    Situasi semakin memanas setelah insiden pada 4 Juli 2025, di mana sejumlah warga yang memanen buah sawit dari lahan sengketa dihadang oleh aparat Brimob bersenjata. Truk hasil panen disita, warga ditangkap tanpa surat perintah resmi. “Brimob bukan satpam perusahaan! Mengapa aparat bersenjata turun tangan hanya karena warga memanen buah dari kebun yang masih disengketakan? Ini […]

expand_less