POLMAN, Mekora.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menerima gelar kehormatan “Sulo Tappidena Balanipa” dari Kerapatan Adat Arajang Balanipa Mandar dalam prosesi pengukuhan yang digelar di Buttu Ciping, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (5/8/2026).

Prosesi adat tersebut turut dihadiri pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Bupati Majene, Bupati Mamuju Tengah, Wakil Bupati Mamasa, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh adat dan tamu undangan.

Maradia Arajang Balanipa Mandar, H. Bau Arifin Malik Pattana Endeng, mengatakan gelar kehormatan diberikan kepada Gubernur Sulbar dan Bupati Polewali Mandar sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, keduanya kini menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Balanipa Mandar dan diharapkan terus menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.

“Pak Gubernur dan Bupati telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mereka juga kini menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat dan budaya Balanipa Mandar. Kami berharap dapat menjadi teladan serta ikut menjaga kearifan lokal yang ada di Balanipa,” ujarnya.

Menanggapi penghargaan tersebut, Suhardi Duka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Kerapatan Adat Balanipa. Ia menilai pelestarian budaya memiliki peran penting dalam memperkuat identitas masyarakat Mandar.

Menurut SDK, keberadaan lembaga adat juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Pengukuhan budaya ini sangat penting karena menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya yang ada di Tanah Mandar. Lembaga adat juga menjadi mitra pemerintah sekaligus penyejuk dalam kehidupan bermasyarakat,” kata SDK.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Arajang dan Kerapatan Adat Balanipa atas penganugerahan gelar kehormatan *Sulo Tappidena Balanipa* kepada saya. Gelar ini saya terima dengan penuh rasa syukur dan rendah hati,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Suhardi Duka juga mengungkapkan komitmennya untuk membangun kembali **Istana Kerajaan Balanipa** sebagai pusat pelestarian budaya Mandar.

Menurutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran pemerintah.

“Meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran, pembangunan akan kita lakukan secara bertahap. Kalau tidak bisa selesai dalam satu tahun, mungkin dua tahun. Istana ini nantinya bisa menjadi tempat belajar, penelitian, sekaligus destinasi wisata budaya di Balanipa,” pungkasnya.