Dinkes Sulbar Berhasil Tangani 86 Penderita DBD di Polman
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 21 Okt 2024
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dinkes Sulbar melakukan penanganan DBD di Kabupaten Polman. (Foto : Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
POLMAN, Mekora.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dan Pemkab Polewali Mandar (Polman) berhasil menangani menangani warga yang terjangkit Berdarah Dengue (DBD) di Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar.
Dari laporan sebelumnya, penjangkit DBD di wilayah itu melonjak pesat. Laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyebut dari awal temuan 87 kasus naik jadi 114 orang penderita.
“Jadi perkembangan mulai dari pasien 87 orang, kemudian bertambah sekarang jadi 118. Dimana 114 orang terkenan DBD murni, 3 orang DBD+Chikungunya, dan 1 orang Chikungunya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, drg. Asran, Minggu (20/10/2024).
Sejak ditangani Pemprov Sulbar dan Pemkab Polman, sebanyak 86 orang penderita dinyatakan telah sembuh dari jangkit DBD. Respon cepat itu kata drg. Asran, merupakan perintah langsung dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar agar segera melakukan tindakan di wilayah itu.
Sementara lainnya, 17 orang dirawat di Pustu, 5 orang rawat inap Puskesmas Tutar, 7 orang rawat inap Puskesmas Batupanga, 2 orang rawat inap RSUD Wonomulyo, dan 1 orang rawat inap di RSUD.
“Alhamdulillah tidak ada sempat parah karena cepat dilayani, makanya disinilah pentingya setiap ada kasus DBD yang begitu cepat karena masa krisisnya hari ke-4. Kalau tidak terlayani dan hari ke-5 sudah pendarahan biasanya tidak tertangani,” ungkapnya.
Untuk menuntaskan kasus DBD di Polman ini, Dinas Kesehatan Sulbar saat ini masih berada dilokasi. drg. Asran mengimbau masyarakat, jika menemui gejala DPB agar segera melapor ke petugas kesehatan agar segera ditangani.
“Secepatnya berkordinasi dengan pihak kesehatan setempat. Makanya ini cepat ditangani karena langsung ditahu,” ujarnya.
Selain itu upaya penyemprotan jentik nyamuk juga akan dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan yang berada di Polman.
“Termasuk dilakukan juga pelaksanaan foging, setelah pemeriksaan jentik rumah masih di temukan Jentik. Pendampingan tetap dilakukan dalam rangka penggerakan masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk secar rutin setiap Minggu,” tandasnya.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Gejala DBD biasanya muncul 4-6 hari setelah terinfeksi virus dengue. Pada fase kritis DBD, yaitu antara hari ke-3 hingga hari ke-5 saat demam sedang turun, pasien harus diawasi secara ketat. Pada fase ini, pasien berisiko mengalami perdarahan dan syok karena pembuluh darah kehilangan banyak cairan.
Berikut gejala umum DBD :
– Demam tinggi mendadak, mencapai suhu hingga 39 derajat celsius
– Demam berlangsung selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat
– Sakit kepala yang hebat
– Nyeri otot, tulang, dan sendi
– Ruam kulit kemerahan
– Kesulitan menelan
– Mual dan muntah
– Gusi berdarah atau mimisan
– Muntah darah
– Buang air besar berwarna hitam atau merah pekat
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
