Dimulai Sejak 2019, Jalan Poros Bonehau-Kalumpang Baru Selesai 7 KM
- account_circle mekora.id
- calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
- comment 2 komentar
- print Cetak

Penjabat Gubernur Sulbar dan sejumlah OPD mengecek kondisi Jembatan di Pabettengan, Bonehau.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, mekora.id – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pengerjaan ruas jalan poros Salubatu-Karataun sisa 3 kilometer.
Dari target yang dikerjakan sepanjang 10 Kilometer, kata Zudan telah diselesaikan sepanjang 7 kilometer.
“Penyelesaian jalan dari Salubatu ke Karataun itu sudah selesai 7 kilometer, tinggal 3 kilometer lagi sekaligus akan ada perbaikan jembatan,” kata Prof Zudan, saat meninjau jalan di Kalumpang, Sabtu (11/11/2023).
Zudan mengatakan untuk kelanjutan pembangunan ruas jalan tersebut tergantung dari dana APBN yang tersedia. Dia mengaku akan lebih jika pengerjaan dilanjutkan sepanjang 10 Kilometer lagi.
“Mudah-mudahan ke depan masih ada 10 kilometer lagi yang masih bisa kita kerjakan dengan bantuan dari pusat,” harap Prof Zudan.
Sementara Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulbar, Sjofva mengatakan, alokasi APBN sebesar Rp 34 miliar tahun 2023 ini akan melanjutkan pembangunan ruas jalan Salubatu-Karataun.
“Target kami pada tahun ini di Sulbar ada sepuluh 10 kilometer pembangunan jalan dengan dana alokasi kurang lebih Rp 34 miliar dan saat ini kami sudah mengaspal kurang lebih 7 kilometer kami targetkan selesai di akhir tahun ini,” tutup Sjofva.
Fakta Jalan Poros Kalumpang-Bonehau
Dilansir dari Mandarnews, pembangunan ruas jalan menuju kecamatan tertua di Mamuju ini, baru dilaksanakan pada tahun anggaran 2019, melalui APBD sebesar Rp7 miliar.
Pembangunan ruas jalan itu, dimulai ketika sejumlah mahasiswa dan perwakilan tokoh masyarakat melakukan aksi unjuk rasa pada 28 September 2018 silam.
Kalah itu, ratusan massa aksi berunjuk rasa didepan kantor Gubernur Sulbar. Mereka menuntut Gubernur saat itu Ali Baal Masdar (ABM) segera mengalokasikan dana untuk perbaikan ruas Jalan Bonehau-Kalumpang yang rusak.
Dalam perjalanannya, sejak tahun 2019 Pemprov Sulbar melaporkan pengerjaan baru 7 kilometer dalam kurun 5 tahun anggaran.
Untuk itu, salah satu mahasiswa asal Kalumpang yang saat itu melakukan unjuk rasa menyebut, jika Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju menganaktirikan daerah pegunungan Mamuju ini.
“Pengerjaannya yang baru 7 kilometer dalam 5 tahun ini menandakan Kalumpang dan Bonehau hanya jadi objek dan di anak tirikan,” kata Yudi Toda, Selasa (14/11/2023).
Dia berharap, Pemprov dan Pemkab sama-sama serius dalam melaksanakan pembangunan ke wilayah pemilik tenun sekomandi ini.
“Di Kalumpang sebagai Kecamatan tertua dan memiliki situs neolitikum seakan disepelekan dari pembangunan jalan, kami berharap ada keseriusan yang nyata,” ujar Yudi.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News