Arus Balik di Mamuju Capai Puncak, Penumpang Terobos Gerbang Pelabuhan
- account_circle mekora.id
- calendar_month Senin, 7 Apr 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penumpang kapal Ferry di Pelabuhan Simboro Mamuju, menaiki kapal. (foto : Yudi Toda)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAMUJU, Mekora.id – Arus balik libur Lebaran 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat mencapai puncaknya pada hari keenam, Minggu (6/4/2025). Kepadatan terlihat di Pelabuhan Ferry Mamuju, Kecamatan Simboro, yang dipadati penumpang menuju Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sejak siang hari, ratusan pemudik mulai memadati area pelabuhan. Meskipun diguyur hujan, antusiasme mereka tak surut. Bahkan, sebagian penumpang nekat menerobos gerbang pelabuhan demi segera naik ke kapal. Mereka mengaku kesal karena terlalu lama menunggu di tengah cuaca buruk.
Herman (34), warga Tarailu yang hendak kembali ke tempat kerjanya di Bontang, Kalimantan Timur, mengeluhkan pelayanan pelabuhan yang dinilai belum ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap balik merayakan Idulfitri saya selalu lewat jalur laut. Tapi pelayanannya masih manual, kadang harus antre berjam-jam hanya untuk beli tiket,” ujar Herman kepada Mekora.id.
Ia berharap ada pembenahan sistem pelayanan, khususnya digitalisasi tiket dan manajemen antrean, agar penumpang merasa lebih nyaman.
Keluhan serupa juga disampaikan Ela (28), penumpang tujuan Balikpapan. Ia bersama anak dan adiknya sudah menunggu sejak pukul 15.00 WITA, namun hingga malam, kapal belum juga diberangkatkan.
“Saya dan keluarga sudah lebih dari tiga jam menunggu,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Supervisor Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Mamuju, Aras, mengakui adanya lonjakan penumpang yang mencapai puncaknya pada hari itu.
“Setidaknya ada sekitar 500 orang beserta sejumlah kendaraan yang menyeberang ke Balikpapan hari ini,” jelasnya.
Terkait keterlambatan, Aras menjelaskan bahwa kapal belum siap diberangkatkan karena pihaknya masih merapikan muatan agar perjalanan lebih aman dan nyaman bagi penumpang.
“Soal insiden penumpang yang menerobos palang pintu, itu memang sulit dihindari karena membludaknya penumpang. Kami juga sudah siapkan ruang tunggu di kantor, tapi banyak yang tidak sabar karena hujan,” tambahnya.
- Penulis: mekora.id

Saluran Whatsapp
Google News
