Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Diduga Depresi Diputusin Pacar, Seorang Casis di Mamuju Akhiri Hidup di Kamar Kosnya

Diduga Depresi Diputusin Pacar, Seorang Casis di Mamuju Akhiri Hidup di Kamar Kosnya

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Note : Kami tidak menganjurkan siapapun untuk meniru tindakan serupa, berita yang kami sajikan hanya informasi. Tidak dimaksudkan untuk memotivasi dan mendorong siapapun melakukan hal yang sama.

Jika anda atau orang yang anda kenal mengalami depresi atau membutuhkan bantuan konseling, segera lakukan tindakan atau hubungi tenaga profesional.  

MAMUJU, Mekora.id – Seorang Calon Siswa (Casis) yang rencanya akan mendaftar sebagai Bintara di Polda Sulawesi Barat (Sulbar) berinisial MFA (19) asal kabupaten Polewali Mandar (Polman), ditemukan tewas gantung diri, di Kamar kosnya di Jl. Nelayan, Kecamatan Mamuju, Kota Mamuju, pada Selasa, (21/1/2025) sore.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh rekan korban bernama Irsan sekitar pukul 17.24 WITA. Menurut keterangannya, saat itu ia hendak mengecek kondisinya setelah disuruh oleh pacar korban.

Hal itu karena kata Irsan, sejak seharian penuh korban tidak menyambangi tempat tongkrongan seperti biasanya. itu karena pada malam hari sebelumnya, korban sempat cekcok dengan pacarnya.

“Awalnya saya datang dan ketuk-ketuk pintu tapi tidak direspon, setelah itu saya coba bercanda dan mematikan meteran kosnya dengan maksud agar dia keluar kamar,” kata Irsan.

Namun setelah beberapa saat tidak di respon, Irsan pun mengintip di sela-sela pintu dan melihat kaki tergantung. Ia mengaku langsung panik dan menghubungi pemilik kos untuk membuka kamar tersebut.

“Setelah itu tidak ada respon, saya intip ke dalam ada kaki yang tergantung. Lalu tetangga kosnya bilang hubungi pemilik kos biar dibuka,”

Naas, saat dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung sarung yang diikat pada leher yang disangkutkan di kusen pintu kamarnya.

Dari keterangan saksi, sementara korban diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah putus dari pacar.

“Pacarnya sempat bilang, sudahi saja hubungan ini karena kita juga tidak direstui orang tua mu,” ujar Irsan saat dijumpai di lokasi kejadian.

Kejadian Casis akhiri hidupnya itu mengundang perhatian dari warga sekitar di Mamuju, tidak lama berselang aparat kepolisian langsung bergegas dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Mamuju.

  • Penulis: mekora.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Sakit di Kalumpang Ditandu

    Lagi, Warga Sakit di Kalumpang Mamuju Ditandu 30 Kilometer Karena Akses Jalan Rusak

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 280
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Akses jalan yang buruk di wilayah pedalaman Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, kembali menyita perhatian publik. Enos (42), warga Desa Lasa, Kecamatan Kalumpang, harus dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 30 kilometer menuju fasilitas kesehatan terdekat lantaran tak ada akses jalan yang bisa dilalui kendaraan bermotor. Kejadian memilukan ini terjadi pada Selasa (6/8/2025) […]

  • Ketua DPRD Sulbar

    Ketua DPRD Sulbar Terima LHP BPK Bidang Ketahanan Pangan, Komitmen Tindak Lanjut Rekomendasi

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 85
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Amalia Fitri, menerima kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait bidang ketahanan pangan, di Ruang Kerja Ketua DPRD Sulbar, Rabu (11/2/2026). Amalia Fitri didampingi Sekretaris DPRD Sulbar Arianto AP., MM, Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sahrin Salatung, Kabag Umum dan […]

  • Panen Padi di Kalukku

    Ketua DPRD Sulbar Ikut Panen Raya di Kalukku Mamuju

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 129
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Suraidah Suhardi, turut hadiri panen raya yang digelar di pemerintah kabupaten Mamuju di Kecamatan Kalukku. Kegiatan itu juga turut dihadiri oleh  bersama Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, pada, Sabtu, (20/6/2024). Menurut Suraidah, sejumlah infrastruktur yang telah banyak disalurkan ke masyarakat belum mampu menopang peningkatan produksi pertanian. Hal […]

  • nflasi Mamuju 2026

    Inflasi Mamuju Sentuh 6,94 Persen Awal 2026, GMNI Desak Pemkab Jalankan Kebijakan Pro-Rakyat

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 280
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) di awal tahun 2026, menjadi pukulan telak bagi kelompok Rumah Tangga, Nelayan, hingga UMKM. Lonjakan harga jadi tidak terkendali utamanya ikan. Hal itu jadi sorotan tajam dari Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamuju, Dicky Wahyudi. Menurutnya melambungnya harga ikan menunjukkan ada yang […]

  • PSU di Mamuju

    Jadwal PSU 3 TPS di Mamuju Resmi Ditetapkan, Berikut Jenis dan Jumlah DPT-nya

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 216
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Jadwal Pemungutan Suara Ulang (PSU) resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju untuk tiga TPS yang di rekomendasi Bawaslu. Ketua KPU Mamuju, Indo Upe mengatakan, jadwal PSU di tiga TPS tersebut akan berlangsung pada Sabtu 24 Februari 2024 mendatang. Tiga TPS yang melakukan PSU itu masing-masing, TPS 8 Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro berada di Dapil II Kabupaten […]

  • Jalan rusak di Bebanga Kalukku

    Bertahun-tahun Rusak, Warga di Kalukku Terpaksa Rogoh Kocek Sendiri Cor Jalan

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MAMUJU, mekora.id – Bertahun-tahun rusak, warga di Kelurahan Bebanga,Kecamatan Kalukku,Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa harus merogoh kocek agar bisa menikmati jalan yang bisa diakses. Hal itu lantaran tidak adanya perhatian Pemerintah setelah bertahu-tahun rusak. Warga setempat mengatakan, gotong royong dan swadaya untuk perbaikan jalan rusak tersebut dilakukan karena jalan itu merupakan akses penghubung utama […]

expand_less