Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Dikeruk Alat Berat, Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Rusak 20 Hektar Hutan

Dikeruk Alat Berat, Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Rusak 20 Hektar Hutan

  • account_circle mekora.id
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAMUJU, Mekora.id – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif. Aparat Polresta Mamuju mencatat sedikitnya 20 hektare kawasan hutan rusak akibat pengerukan liar di tiga lokasi berbeda.

Pengungkapan itu dilakukan setelah polisi menggerebek tiga titik tambang ilegal yang telah beroperasi sejak awal Januari 2026. Dalam operasi tersebut, aparat menyita tiga unit ekskavator, sejumlah mesin pompa, mesin sedot air, selang, karpet penyaring, hingga alat pemisah material emas.

Kapolresta Mamuju, Ferdyan Indra Fahmi, mengatakan seluruh lokasi tambang tidak mengantongi izin usaha pertambangan.

“Seluruh lokasi tidak memiliki izin usaha pertambangan. Aktivitas ini telah berlangsung sejak awal Januari 2026,” kata Ferdyan saat konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Senin (27/4/2026).

Di lokasi pertama yang berada di Desa Siraun, polisi menemukan satu unit ekskavator yang digunakan untuk mengeruk kawasan hutan lindung. Enam pekerja diketahui telah beroperasi di lokasi tersebut sejak Januari lalu.

Akibat aktivitas di titik ini, sekitar 10 hektare kawasan hutan mengalami kerusakan. Vegetasi mati, sementara lahan berubah menjadi area galian terbuka.

Satu unit ekskavator di lokasi tersebut diperkirakan menghabiskan sekitar 200 liter solar setiap hari. Sejak Januari, total konsumsi BBM subsidi ditaksir telah mencapai sekitar 20 ton.

Sementara itu, di lokasi kedua yang berada di Dusun Batuisi, Desa Karataun, aparat mendapati aktivitas pertambangan sedang berlangsung.

Polisi menyita dua mesin sedot air, dua mesin pompa, karpet penyaring, selang, serta sejumlah jeriken berisi solar. Tambang yang berada di dekat aliran sungai dan tidak jauh dari permukiman warga itu telah membuka lahan sekitar lima hektare dengan dua lubang galian besar.

Enam pekerja diamankan dari lokasi tersebut. Selain berpotensi mencemari sungai, aktivitas di titik ini juga dinilai mengancam keselamatan warga sekitar.

Di lokasi ketiga, polisi kembali menemukan satu unit ekskavator, dua mesin pompa, basecamp pekerja, serta 10 jeriken berisi sekitar 300 liter solar.

“Jadi titik ketiga ini cuma berjarak sekitar 200 meter dari titik kedua di Batuisi, juga berada di pinggir sungai. Bahkan kami mendapati dua lubang besar bekas galian,” ujar Ferdyan.

Selain merusak hutan, polisi juga menemukan puluhan jeriken berisi solar subsidi yang diduga digunakan untuk mendukung operasional tambang.

“Dari hasil temuan, ditemukan puluhan jeriken berisi BBM solar bersubsidi dengan kapasitas hingga 200 liter. Penggunaan ini jelas ilegal,” katanya.

Saat ini, polisi masih memburu pemilik tambang dan pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut, termasuk mendalami dugaan penyalahgunaan BBM subsidi untuk operasional alat berat.

  • Penulis: mekora.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusun ASN Mamuju

    Baru Selesai, Plafon Rusun ASN Mamuju Ambruk Sebelum Ditempati : Air dan Listrik Diputus

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 198
    • 6Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Bangunan Rumah Susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan serius sebelum sempat difungsikan. Proyek yang dibangun dengan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp67,5 miliar itu dilaporkan mengalami keruntuhan plafon pada bagian balkon lantai 3. Pembangunan Rusun ini dilaksanakan oleh pihak kontraktor PT […]

  • Belasungkawa Abdul Halim

    Sampaikan Duka Mendalam, Abdul Halim Kenang Sosok Salim S Mengga Sebagai Panutan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 249
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kabar duka, Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga meninggal dunia. Kabar itu menjadi duka mendalam bagi masyarakat di tanah Malaqbi. Tak terkecuali Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Halim. Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS Siloam Makassar sekitar pukul 06.30 Wita. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam […]

  • Melahirkan di jalan

    Pilu, Jalan Rusak Parah Ibu di Pedalaman Mamuju Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle mekora.id
    • visibility 268
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Kisah pilu kembali datang dari pedalaman Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Seorang ibu terpaksa melahirkan di pinggir jalan setelah kendaraan yang membawanya tak mampu melewati medan ekstrem menuju fasilitas kesehatan. Peristiwa itu dialami Ratna Najib, warga Desa Kopeang, Kecamatan Tapalang, pada Selasa (24/3/2026). Saat itu, Ratna mengalami kontraksi hebat. Keluarga berusaha membawanya ke […]

  • Nelayan Mamuju hilang

    Seorang Nelayan di Mamuju Dilaporkan Hilang Saat Melaut di Perairan Tambi

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle mekora.id
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Seorang nelayan bernama Fathur Rahman (30) asal Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Tambi, Kecamatan Mamuju, Selasa, (8/10/2024). Menurut laporan yang diterima oleh Basarnas Mamuju, peristiwa nelayan di Mamuju itu hilang berawal saat korban menuju rumpon untuk melaut pada Rabu, 7 Oktober 2024. Namun naas, saat malam hari […]

  • Ketua GMNI Polman, Andi Baraq

    Tunda Eksekusi Retail Ilegal, GMNI Polman Siap Galang Donasi Jika Satpol PP Kekurangan Dana

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 191
    • 0Komentar

    POLMAN, Mekora.id – Penundaan penertiban toko retail modern ilegal di Polewali Mandar (Polman), yang baru-baru ini disampaikan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), dikritik oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ketua DPC GMNI Polman, Andi Baraq, mengatakan penundaan penertiban itu menunjukkan lemahnya penegakan Hukum dan Peraturan Daerah di wilayah itu. Padahal kata Baraq, Instruksi […]

  • Ikan Nila Sulbar

    Pemprov Sulbar Canangkan Tebar 100 Juta Ikan Nila, 50 Ribu Ditebar di Kali Mamuju

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle mekora.id
    • visibility 173
    • 1Komentar

    MAMUJU, Mekora.id – Sebanyak 50 ribu bibit ikan nila, ditebar di Kali (Sungai) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Penebaran itu dilaksanakan secara simbolik oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri, dan Warga lokal, pada Jumat, (24/1/2025). Penebaran bibit ikan nila itu, merupakan program pembudidayaan melalui dinas Perikanan dan Kelautan Pemprov […]

expand_less